Selasa, 18 Februari 2025

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) kelas 9

Satuan Pendidikan    : SMP AL-AZHAR  BANDAR LAMPUNG

Guru Mapel                : Andi Prayogo,S.Pd

NIK                             : 198411162015071345

Kelas                            : 9

Pertemuan                    : 6

Hari tanggal                 :  18 Februari  2025

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wa        ssholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Nah sekarang simak materi berikut…

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari materi : 

KOMPETENSI DASAR

3.9.Memahami tindakan P3K pada kejadian darurat, baik pada diri sendiri maupun orang lain

4.9.Mempraktikkan tindakan P3K pada kejadian darurat, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

INDIKATOR    MATERI

§  Mengidentifikasikan prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

§  Menjelaskan prinsipprinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

§  Menjelaskan cara melakukan prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

§  Mendiskusikan cara menganalisis prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

§  Mendiskusikan cara menerapkan  prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

Tujuan Pembelajaran

-        Mengidentifikasikan prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

-        Menjelaskan prinsipprinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

-        Menjelaskan cara melakukan prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

-        Mendiskusikan cara menganalisis prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

-        Mendiskusikan cara menerapkan  prinsip-prinsip P3K, tujuan P3K, jenis cedera yang berpotensi terjadi saat melakukan aktivitas fisik, dan tindakan kegawatdarutan selama melakukan aktivitas fisik.

H.  METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

  • Diskusi
  • Ceramah
  • Pengajaran Interaktif (Interactive Teaching)
  • Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
  • kelompok

  Materi Pembelajaran

Hakikat dan Prinsip-Prinsip P3K

Manusia sebagai makhluk hidup selalu bergerak setiap hari. Gerakan atau kegiatan dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Setiap kegiatan atau gerakan perlu dilakukan secara cemat karena berisiko mengalami kecelakaan.

Meskipun bukan suatu hal yang diharapkan, kecelakaan memerlukan langkah antisipatif yang diantaranya dengan mengetahui atau mendiagnosa penyakit maupun akibat kecelakaan, penanganan terhadap korban dan evakuasi korban bila diperlukan. Hal ini memerlukan pengetahuan P3K agar korban tidak mengalami risiko cedera yang lebih besar.

Pada bagian ini peserta didik diminta untuk mempelajari pengertian P3K, tujuan P3K, dan prinsip-prinsip P3K. Sekarang tugaskan peserta didik membaca tentang pengertian P3K, Tujuan P3K, dan Prinsip-prinsip P3K berikut ini.

Pengertian P3K

Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) ialah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari tenaga medis atau dokter, yang sifatnya memberikan perasaan tenang kepada korban, serta mencegah atau mengurangi rasa takut, dan yang terpenting adalah mengurangi risiko bahaya yang lebih besar yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.

Tujuan P3K

Orang selalu berusaha menghindari penyakit atau kecelakaan. Tetapi tidak seorang pun tahu kapan penyakit atau kecelakaan itu akan datang. Karena itu kita harus selalu berusaha untuk memperkecil akibat dari musibah atau kecelakaan yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa diri atau sanak keluarga kita.

Kecelakaan itu bermacam-macam dan penanganannya pun memerlukan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai. Kecelakaan dapat terjadi di mana-mana misalnya kecelakaan di rumah, di perjalanan, di sekolah, di tempat kerja, di kolam renang, di tempat-tempat rekreasi, dan di tempat-tempat lain. Sebagai akibat kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat, dan luka ringan.

Korban kecelakaan yang masih hidup memerlukan pertolongan yang cepat, supaya korban terhindar dari bahaya maut. Di sinilah letak fungsi pertolongan pertama sebelum tenaga medis datang. Bila dilakukan dengan benar, pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menolong jiwa seseorang. Tetapi bila dilakukan dengan salah, bahkan dapat membahayakan jiwa korban.

Oleh karena itu, orang yang memberikan pertolongan pertama harus mempunyai pengetahuan, keterampilan dan mampu melihat situasi dan kondisi korban sebelum melakukan pertolongan pertama. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama, antara lain sebagai berikut.
Memanggil orang dewasa yang ada disekitar kejadian, bila memungkinkan,

Panggillah dokter/petugas medis secepat mungkin.

Hentikan perdarahan. d. Prinsip-Prinsip P3K
Prinsip-prinsip atau sikap dalam melakukan usaha pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.

Bersikap tenang dan tidak panik.

Berikan pertolongan dengan cara yang cepat dan tepat.

Sebelum mengetahui berat ringannya cedera yang dialami, jangan cepat-cepat memindahkan atau menggeser korban.

Jika ada luka, diusahakan agar korban tidak melihatnya, sebab dapat membuat korban menjadi panik.

Setelah mendapat pertolongan pertama, korban sebaiknya segera dibawa ke dokter, rumah sakit, Puskesmas untuk penanganan selanjutnya.

Peralatan P3K dan Obat-obatan P3K

Untuk dapat melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) tentunya diperlukan peralatan-peralatan yang sederhana, untuk itu informasikan pada peserta didik agar di rumah mereka disediakan peralatan jenis ini. Sehingga apabila keluarga membutuhkannya dapat memanfaatkannya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan ringan, misalnya luka ringan saat memasak di dapur, atau kena benda tajam lainnya.

Tugaskan peserta didik untuk membaca peralatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan minimal yang perlu dipersiapkan dalam usaha memberikan pertolongan, antara lain sebagai berikut.

Peralatan P3K

Kasa Steril

Kasa merupakan sejenis kain tipis dan lembut, biasanya digunakan untuk pembalut luka.
Plester

Plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas.

Plester obat

Plester obat (plester yang mengandung obat) biasanya digunakan untuk menutup luka kecil yang telah dibersihkan, misalnya akibat teriris atau tersayat benda tajam. Pada permukaan tengah plester terdapat lapisan yang mengandung obat.

Kapas

Kapas digunakan untuk membersihkan luka atau mengoleskan obat. Biasanya sebelum digunakan, kapas terlebih dahulu dibasahi dengan air bersih yang steril atau larutan pembersih luka, setelah itu baru dipakai untuk membersihkan luka yang kotor.

Gunting

Gunting yang digunakan sebaiknya gunting perban tahan karat.

Lampu senter

Lampu senter digunakan untuk melihat luka tertentu agar lebih jelas, misalnya suatu benda yang masuk ke telinga atau melihat benda yang sangat kecil di dalam luka.

Biasanya peralatan tersebut di atas sudah ada di rumahmu masing-masing, hanya tempatnya berserakan di mana-mana, maka sekarang tugasmu adalah mengemas peralatan-peralatan tersebut dalam satu tas atau kotak, dan digantungkan pada satu tempat yang dapat dilihat oleh semua anggota keluargamu di rumah, dan mudah dijangkau.

2) Obat-obatan P3K

Setelah kamu mengetahui berbagai jenis peralatan yang dapat kamu gunakan untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan, sekarang kamu baca dengan saksama informasi berikut ini, isinya memuat tentang jenis obat-obat ringan yang dapat dibeli secara bebas tanpa harus menggunaka resep dokter, adapun jenis obat-obat tersebut adalah sebagai berikut.
Obat Luka Ringan

Jenis obat

Obat merah (mercurochroom)

Betadine

Cara penggunaannya

Bersihkan luka dengan obat pencuci luka atau air terlebih dahulu, kemudian oleskan obat pada luka.

Kegunaannya

Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.

Obat Pencuci Luka

Jenis obat

Rivanol

Alkohol 70%

Boorwater (larutan boric)

Cara penggunaannya

Bersihkan luka dengan obat pencuci luka agar bersih dan steril kemudian oleskan obat pada luka.

Kegunaannya

Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.

Obat Luka Bakar

Jenis Obat

Bioplacenton

Salep minyak ikan

Lidah Buaya

Cara Penggunaannya

Bersihkan luka dengan obat pencuci luka agar bersih dan steril
kemudian oleskan obat pada luka. Potong pangkal daun lidah buaya Biarkan sampai lender keluar Oleskan lender lidah buaya pada bagian yang sakit hingga merata sesering mungkin.

(c) Kegunaannya

Informasikan pada peserta didik tentang menyatukan peralatan P3K dengan obat-obat P3K ini dalam satu wadah, sehingga saat dibutuhkan sekaligus mendapatkan alat dan obatnya.

f.  Kecelakaan yang Sering Terjadi dan Cara Pertolonganya

Pada bagian ini akan mempelajari berbagai kecelakaan yang sering terjadi dan cara pertolongannya antara lain: shock, pendarahan, pernapasan berhenti, luka, patah tulang, terkena arus listrik, dan pingsan. Penjelasan materi akan diuraikan sebagai berikut. Tugaskan peserta didik untuk mendiskusikan apa yang harus kalian lakukan ketika menemukan korban?, dan juga tugaskan mereka untuk mempelajari materi berikut ini.

Pendarahan

Pada tiap-tiap luka akan terjadi pendarahan. Pendarahan dapat terjadi di dalam atau di luar badan. Supaya tidak terjadi infeksi, tiap luka baik itu luka luar maupun luka dalam badan harus diambil tindakan yang cepat. Kita harus membedakan dari mana darah itu keluar, apakah pendarahan itu keluar dari arteri, vena (pembuluh darah balik), atau kapiler (pembuluh darah rambut).

Pendarahan arteri warnanya merah muda, dan darah keluar dengan memancar sesuai dengan denyutan jantung. Pendarahan vena warnanya merah tua, keluarnya cepat, tidak ada pancaran. Pendarahan kapiler warnanya merah tua atau merah muda, tidak cepat dan berdenyut, menyelubungi permukaan luka.

a. Tindakan terhadap Pendarahan Luar

Menekan dengan Pembalut Tekan

Cara melakukannya: di atas luka diletakkan kain kasa, kemudian dibalut dengan kain pembalut. Kain kasa akan menutupi dan menekan darah yang keluar. Pendarahan vena dan pendarahan yang tidak berat dapat dihentikan dengan cara tersebut. Kalau tidak ada kain kasa, dapat juga dipergunakan sapu tangan yang bersih.
Jika terjadi pendarahan di tangan atau di kaki, tangan atau kaki harus diangkat ke atas.

Menekan dari atas tempat tekanan

Kalau terjadi pendarahan arteri dan pendarahan lain yang tidak dapat di hentikan setelah 5 menit dengan pembalut tekan, maka tekanan harus dilakukan pada tempat-tempat tertentu, yaitu tempat dimana arteri menyilang pada tulang. Tempat yang harus ditekan, yaitu tempat antara luka dan jantung, tempat yang paling dekat dengan luka arteri menyilang tulang. Setelah pendarahan berhenti, lakukan penekanan dengan pembalut tekan.

Menahan pendarahan dengan tourniquet

Menahan pendarahan dengan tourniquet hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang memaksa sekali, karena penggunaan tourniquet ada bahayanya. Jika penolong menggunakan tourniquet, ia harus segera diberitahukan kepada dokter, bahwa ia menggunakan tourniwuat.

Luka

Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab.

Jenis-jenis luka

Luka memar (kena pukul).

Luka gores.

Luka tusuk.

Luka potong.

Luka bacok.

Luka robek.

Luka tembak.

Luka bakar.

Dasar-dasar pertolongannya

Hentikan pendarahan.
Tinggikan anggota badan yang terluka.

Ulas luka diulas dengan mercurrohchoom 2%.

Tutup dengan kasa steril, lalu di atasnya diletakkan kapas lalu dibalut perban. Setelah luka ditaburi obat dapat juga langsung dibalut dengan pembalut cepat.

Bila luka lebar dan dalam segera bawa ke rumah sakit.

Gunakan obat tradisional yang banyak terdapat disekeliling kita, misal luka bakar dengan menggunakan lidah buaya, luka memar dengan menggunakan daun jambu biji, dan sebagainya.



Jumat, 14 Februari 2025

AKTIVITAS KEBUGARAN JASMANI KELAS 8

Satuan Pendidikan    : SMP AL-AZHAR  BANDAR LAMPUNG

Guru Mapel                : Andi Prayogo,S.Pd

NIK                             : 198411162015071345

Kelas                            : 8

Pertemuan                    : 5

Hari tanggal                 :  14 Februari  2025

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wa        ssholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Nah sekarang simak materi berikut…

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari materi : Kebugaran jasmani.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

 

Pada akhir fase D ini peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan berbagai aktivitas jasmani dan olahraga sebagai hasil analisis pengetahuan yang benar, melakukan latihan aktivitas jasmani dan kebugaran untuk kesehatan sesuai dengan prinsip latihan, menunjukkan perilaku tanggung jawab personal dan sosial serta memonitornya secara mandiri, selain itu juga dapat menganalisis nilai-nilai aktivitas jasmani.

TUJUAN PEMBELAJARAN

·       Pada akhir fase ini peserta didik mampu mempraktikkan dan menganalisis aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta pengukuran  hasilnya,  sesuai  potensi  dan  kreativitas  yang  dimiliki.  Secara rinci tujuan pembelajaran ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

STRATEGI UMUM PEMBELAJARAN

1. Ceramah

2) Pembelajaran interaktif (interactive teaching)

3) Pembelajaran kooperatif (cooperative learning)


AKTIFITAS KEBUGARAN JASMANI 

MEMAHAMI KEBUGARAN JASMANI

Kesegaran jasmani (physical fitness) merupakan salah satu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness). Kesegaran jasmani memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk melakukan pekerjaan produktif sehari-hari tanpa adanya kelelahan berlebihan dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dengan baik maupun melakukan pekerjaan yang mendadak.

 Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

• Masalah kesehatan, seperti keadaan kesehatan, penyakit menular dan menahun.

• Masalah gizi, seperti kurang protein, kalori, gizi rendah dan gizi yang tidak memadai.

• Masalah latihan fisik, seperti usia mulai latihan, frekuensi latihan per minggu, intensitas latihan, dan volume latihan.

• Masalah faktor keturunan, seperti anthropometri dan kelainan bawaan.

 Seseorang dapat dikatakan memiliki kebugaran jika mempunyai ciri

(a) daya tahan jantung/peredaran darah dan paruparu,

    (b) kemampuan adaptasi biokimia, seperti: jumlah enzym-enzym dalam darah dan konsentrasi asam laktat dalam plasma darah,

    (c) bentuk tubuh,

    (d) kekuatan otot,

    (e) tenaga ledak otot,

    (f) daya tahan otot,

    (g) kecepatan,

    (h) kelincahan,

    (i) kelentukan,

    (j) kecepatan reaksi, dan

    (k) koordinasi.

     

    Mencapai kebugaran jasmani yang baik, peserta didik perlu mengetahui beberapa hal berikut agar latihan yang dilakukan benar–benar bermanfaat untuk dirinya.

    a. Jenis Latihan

    Jenis latihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, untuk mendapatkan kesegaran fisik seutuhnya, komponen-komponen kesegaran jasmani harus dilatih secara seimbang. Selain itu, pilihlah jenis latihan yang mudah dan murah, seperti lari/jogging dan jalan kaki.

    b. Volume Latihan

    Berlatih kesegaran jasmani, selain atlet, diperlukan waktu minimal 20 menit, tidak termasuk waktu untuk pemanasan atau pendinginan.

    c. Frekuensi Latihan

    Untuk mencapai kesegaran jasmani yang diinginkan, latihan sebaiknya lebih sering dilakukan. Latihan 5 kali seminggu tentunya memberikan efek lebih baik daripada latihan 2 kali seminggunya. Untuk seseorang selain atlet, latihan 3 kali seminggu dirasakan cukup. Meskipun demikian,latihan 4 kali atau 5 kali seminggu memberikan hasil sedikit lebih baik.

    d. Intensitas Latihan

    Untuk menentukan intensitas latihan, khususnya untuk perkembangan daya tahan kordiovaskuler, dapat diterapkan Teori Katch dan Meardle. Mula-mula hitung frekuensi Denyut Nadi Maksimal (DNM) dengan rumus. DNM = 220 – UMUR

    Untuk menentukan DNM seorang siswa yang berumur 13 tahun dapat menggunakan rumus berikut.

    DNM = 220 – umur = 220 – 13 = 207

    Jadi, nadi maksimal siswa yang berumur 13 tahun adalah 207 denyut nadi per menit.

    Selanjutnya, ukur tekanan intensitas latihannya. Untuk latihan, seseorang selain atlet sekitar 70-85% dari 100% dengan lama latihan 20-30 menit.

    Jadi, jika digunakan intensitas yang 70%, denyut nadi maksimalnya adalah:

    DNM = 220 – umur x 70% = 220 – 13 x 70% = 207 x 70/100 = 145 denyut nadi per menit

     

    Konsep Unsur-unsur Kebugaran Jasmani

    Kekuatan dan Daya Tahan Otot

    Kekuatan otot adalah kemampuan sekelompok otot melawan beban dalam suatu usaha, misalnya kemampuan otot lengan mengangkat kursi, sedang daya tahan otot adalah kemampuan sekelompok otot melakukan serangkaian kerja dalam waktu lama, misalnya kemampuan otot lengan dan tungkai untuk memindahkan kursi dari satu tempat ke tempat lain dalam jangka waktu yang lama. Ciri latihan untuk kekuatan otot digunakan beban berat dengan ulangan sedikit, sedangkan untuk daya tahan otot digunakan beban ringan dengan ulangan banyak. Takaran latihan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot diperlukan frekuensi latihan 3 kali/minggu, dengan intensitas daya tahan 70% dan kekuatan 80 — 100%).

     

    Kelenturan Persendian

    Kelenturan persendian adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara luas menurut bidang geraknya. Ciri latihan untuk kelenturan persendian, gerak meregang persendian dan mengukur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.

    Takaran latihannya adalah sebagai berikut.

    1. Frekuensi latihan dapat dilakukan setiap hari.

    2. Intensitas merupakan batas rasa nyeri. Artinya, pada saat meregang persendian, akan terjadi reaksi tubuh berupa tegangan otot. Jika diteruskan, akan terasa nyaman. Oleh karena itu, intensitas yang dianjurkan untuk kelenturan adalah pada batas akhir tegangan otot dan batas awal munculnya rasa nyeri.

    3. Durasi (time) waktu yang diperlukan untuk peregangan bergantung pada ukuran persendian, biasanya berkisar 4 — 30 detik dan dilakukan 1 — 3 x ulangan untuk setiap persendian.

     

    Daya Tahan Paru-Paru dan Jantung

    Daya tahan paru dan jantung adalah kemampuan fungsional paru dan jantung menyuplai oksigen untuk kerja otot dalam waktu yang lama. Kualitas daya tahan paru dan jantung dinyatakan dengan VO2 max, yakni banyak oksigen maksimal yang dapat dikonsumsi dalam satuan Ml/Kg BB/menit. Ciri latihan untuk daya tahan paru-paru dan jantung, geraknya melibatkan otot-otot besar, model latihannya seperti berjalan dan berlari, gerakannya kontinu-ritmis, model latihannya seperti bersepeda atau jogging dengan kecepatan tertentu. Olahraga permainan (voli, tenis atau bulutangkis), tetap kurang dianjurkan, dan sifat gerakannya aerobik, yakni gerakan yang dilakukan pada intensitas sedang dan diukur dengan kenaikan detak jantung latihannya, seperti lari dengan kecepatan sedang.

    Adapun takaran latihannya, sebagai berikut .

    1. Frekuensi untuk mendapat kebugaran paru dan jantung, latihan dilakukan secara teratur 3 — 5 kali/minggu

    2. Intensitas, 75 — 85% dari detak jantung maksimal. Durasi setiap berlatih dilakukan selama 20 — 60 menit tanpa berhenti.

     

    Bentuk Aktivitas Latihan

    Kekuatan dan Daya Tahan

    Dalam melakukan bentuk latihan kekuatan dapat dilakukan tiga prinsip dasar, yaitu : 1) bergerak (move), yaitu rangkaian gerak dinamis yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu, seperti: jogging, senam aerobik, bersepeda, berenang dan lain-lain, 2) mengangkat (lift), rangkaian gerak melawan beban, seperti: mengangkat, mendorong, menarik beban baik berat tubuh sendiri maupun beban dari suatu benda, seperti: dambel, barbell, bola medicine dan lain- lain, yang model latihannya seperti: weight training, kalestenik (push-up, backup, chin-up, sit-up dan lain-lain, dan 3) meregang (stretch), rangkaian gerak mengulur otot dan meregang persendian, jenis latihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kelenturan persendian dan kelenturan otot.

    Berikut bentuk-bentuk latihannya

    1. Kekuatan dan Daya Tahan Otot Lengan, Dada dan Bahu,dengan Push Up

    2. Kekuatan dan Daya Totot Perut, dengan Sit Up

    3. Kekuatan dan Daya Tahan Otot Punggung, dengan Back Up

     Kekuatan dan Daya Tahan Anggota Badan Bagian Bawah

    1. Aktivitas Naik Turun Bangku (Boks) dengan Cara Kaki Satu Per Satu Naik dan Turun Bangku

    2. Aktivitas Naik Turun Bangku (Boks) dengan Menggunakan Kaki Satu Per Satu Sambil Kedua Memegang Bola di Atas Kepala

    3. Aktivitas Naik Turun Bangku (Boks) dengan Melompat Menggunakan Kedua Kaki

     Kelincahan Anggota Badan Bagian Bawah

    1. Aktivitas Bermain Lompat Ban yakni ban bekas(Mobil, atau Sepeda Motor) di bariskan secara zigzag 5 buah

    2. Aktivitas Bermain Lari Jikjak yakni Kerucut atau kun di bariskan 5 buah

     Kelenturan

    1. Aktivitas Meluruskan Kedua Kaki rapat Sambil Duduk Saling Menarik Handuk Berpasangan,secara berpasangan

    2. Aktivitas Meluruskan Kedua Kaki terbuka lebar Sambil Duduk Saling Menarik Kedua Tangan, secara berpasangan

     

    Aktivitas Pengukuran Kebugaran

    Petunjuk Pelaksanaan Tes

    1. Lari 50 meter

    a. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan

    b. Alat dan fasilitas: 1) Lintasan lurus, datar, rata, tidak licin, berjarak 50 meter, dan masih mempunyai lintasan lanjutan, Bendera start, 2) Peluit, 3) Tiang pancang,4) Stopwatch, 5) Serbuk kapur, 6) Formulir, 7) Alat tulis

    c. Petugas tes: 1) Juru keberangkatan, 2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil

    d. Pelaksanaan:

    1) Sikap permulaan: peserta berdiri di belakang garis start.

    2) Gerakan: a) pada aba-aba “Slap” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk Iari , b) pada aba~aba “Ya” peserta Iari secepat mungkin menuju garis finish, menempuh jarak 50 meter.

    3) Lari masih bisa diulang apabila: (a) pelari mencuri start, (b) pelari tidak me-lewati garis finish, (c) pelari terganggu dengan pelari yang lain.

    4) Pengukuran waktu: pengukuran waktu dilakukan dan saat bendera diangkat sampai pelari melintasi garis finish.

    e. Pencatat hasil

    1) Hasil yang dicatat adatah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 meter, dalam satuan waktu detik.

    2) Waktu dicatat satu angka di belakang koma.

     

    2. Tes Gantung Angkat Tubuh Untuk Putera dan Tes Gantung Siku Tekuk untuk Putri.

    a. Tes gantung angkat tubuh 60 detik untuk putera:

    1) Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot tengan dan otot bahu

    2) Alat dan fasilitas: (a) Lantai rata dan bersih, (b) palang tunggal yang dapat diatur tinggi rendahnya sesuai dengan peserta. (c) stopwatch, (d) serbuk kapur atau magnesium karbonat, (e) alat tulis.

    3) Petugas tes: (a) pengamat waktu, (b) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil

    4) Pelaksanaan: (a) sikap permulaan : peserta berdiri di bawah palang tunggal Kedua tangan berpegangan pada palang selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah letak kepala.

    5) Gerakan: (a) mengangkat tubuh dengan membengkokan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh atau berada di atas palang tunggal, kémudian kembali ke sikap permulaan. Gerakan ini dihitung satu kali, (b) selama melakukan gerakan, mulai dari kepala sampai ujung kaki tetap merupakan satu garis lurus, (c) gerakan ini dilakukan berulang-ulang, tanpa istirahat, sebanyak mungkin, selama 60 detik.

    6) Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila; (a) pada waktu mengangkat badan ada gerakan mengayun, (b) pada waktu mengangkat badan posisi dagu lebih rendah dari palang tunggal dan; (c) pada waktu kembali ke sikap permulaan kedua lengan tidak lurus.

    7) Pencatatan hasil: (a) yang dihitung adalah angkatan yang diIakukan dengan sempurna, (b) yang dicatat adalah jumlah (frekuensi) angkatan yang dapat dilakukan dengan sikap sempurna tanpa istirahat selama 60 detik, (c) peserta yang tidak mampu melakukan tes angkatan tubuh ini, walaupun telah berusaha, diberi nilai 0 (nol).

     

    b. Tes gantung siku tekuk, untuk putri

    1) Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan otot bahu.

    2) Alat dan fasilitas terdiri dari: (a) lantai rata dan bersih, (b) palang tunggal yang dapat diatur tinggi rendahnya sesuai dengan peserta. (c) stopwatch, (d) serbuk kapur atau magnesium karbonat, (e) alat tulis.

    3) Petugas tes: pengukur waktu merangkap pencatat hasil.

    4) Pelaksanaan: Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sedikit di atas kepala peserta.

    5) Sikap permulaan: peserta berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang tunggal selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala.

    6) Gerakan: dengan bantuan tolakan kedua kaki, peserta meloncat ke atas sampai dengan mencapai sikap tergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang tunggal.

    7) Pencatatan hasil: Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh peserta untuk mempertahankan sikap tersebut di atas, dalam satu satuan waktu detik.

      

    3. Baring duduk 60 detik

    a. Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan. dan ketahanan otot perut.

    b. Alat dan fasilitas: 1) lapangan rumput yang rata dan bersih, 2 stopwatch; 3) alat tulis; 4) alas / tikar/matras jika diperlukan.

    c. Petugas tes

    1) Sikap permulaan: berbaring terlentang di lantai atau rumput kedua lutut ditekuk dengan sudut ± 90°, kedua tangan kiri dan kanan diletakkan di samping telinga.

    2) Petugas/peserta lain memegang atau menekan kedua pergelangan kaki agar kaki tidak terangka.

    3) Gerakan: a) gerakan aba-aba “Ya” peserta didik bergerak mengambil posisi duduk sampai kedua sikunya menempel kedua paha, kemudian kembali pada posisi permulaan, b) gerakan ini dilakukan berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat, selama 60 detik.

    Catatan:

    (1) gerakan tidak dihitung jika tangan tidak berada di samping telinga.

    (2) kedua siku tidak sampai menyentuh paha.

    (3) mempergunakan sikunya untuk membantu menolak tubuh.

    4) Pencatatan hasil: (1) hasil yang dihitung dan dicatat adalah jumlah gerakan baring duduk yang dapat dilakukan dengan sempurna selama 60 detik, (2) peserta yang tidak mampu melakukan tes baring duduk ini, diberi nilai 0 (nol).

    4. Loncat Tegak

    a. Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur tenaga eksptosif

    b. Alat dan fasilitas: 1) papan berskala sentimeter, warna gelap, berukuran 30 x 150 cm, dipasang pada dinding yang rata atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka 0 (nol) pada skala 150 cm. 2) serbuk kapur, 3) alat penghapus papan tulis, 4) alat tulis

    c. Petugas tes: pengamat dan pencatat hasil

    d. Pelaksanaan

    1) Sikap permulaan: a) terlebih dahulu ujung tangan peserta diolesi dengan serbuk kapur atau magnesium karbonat, b) peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada di samping kiri atau kanannya. Kemudian, tangan yang dekat dinding diangkat lurus ke atas telapak tangan ditempelkan pada papan berskala sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya.

    2) Gerakan: a) peserta mengambil awalan dengan posisi menekukkan lutut dan kedua lengan diayun ke belakang. Kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan tangan yang terdekat sehingga menimbulkan bekas, b) lakukan tes ini sebanyak 3 kali tanpa istirahat atau diselingi oleh peserta lain.

    e. Pencatatan hasil

    1) Selisih raihan loncatan dikurangi raihan tegak

    2) Ketiga selisihan raihan dicatat

    3) Ambil nilai tertinggi

    5. Lari 1.000 meter untuk putra, dan 800 meter untuk putri

    a. Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung peredaran darah dan pernapasan.

    b. Alat dan fasliltas: 1) lintasan lari 1.000 meter untuk putra dan 800 meter untuk putri; 2) stopwatch; 3) bendera start; 4) peluit; 5) tiang pancang; 6) alat tulis.

    c. Petugas tes: 1) petugas keberangkatan; 2) pengukur waktu; 3) pencatat hasil; 4) pembantu umum.

    d. Pelaksanaan

    1) Sikap permulaan: peserta berdiri di belakang garis start.

    2) Gerakan:

    a) Pada aba-aba “SlAP”, peserta mengambil sikap start berdiri untuk lari.

    b) Pada aba-aba “YA”, peserta langsung menuju ganis finish menempuh jarak 1.000 meter.

    Catatan:

    (1) Lari diulang bilamana ada pelari mencuri start

    (2) Lari diulang bilamana pelari tidak melewati garis finish

    e. Pencatatan hasil: 1) pengambilan waktu dilakukan dan saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintasi garis finish , 2) hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 1000 meter. Waktu dicatat dalam satuan dan detik.

    Sebagai refrensi silakan simak vidio pembelajaran di bawah ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=NtYVVa_ncfs

    Setelah menyimak vidio pembelajaran dan materi di atas silakan kerjakan latihan di bawah ini:


    1. Jelaskan yang dimaksud dengan KEBUGARAN JASMANI!

    2. Tuliskan macam macam bentuk latihan kebugaran jasmani!

    3. tuliskan manfaat kebugaran jasmani untuk Tubuh!


    Demikian pertemuan kali ini,semoga bermanfaat,dan bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari hari,,,aamiin.


    bpk akhiri 


    Wasalamualaikum Wr,Wb

    Selasa, 11 Februari 2025

    Senam irama (Senam Indonesia hebat kelas 9)

     Satuan Pendidikan    : SMP AL-AZHAR  BANDAR LAMPUNG

    Guru Mapel                : Andi Prayogo,S.Pd

    NIK                             : 198411162015071345

    Kelas                            : 9

    Pertemuan                    : 5

    Hari tanggal                 :  11 Februari  2025

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wa        ssholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    Nah sekarang simak materi berikut…

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

    alhamdulillah..

    Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

    semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

    Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

    Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

    Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari materi : 

    KOMPETENSI DASAR

    3.7.Memahami variasi dan kombinasi gerak berbentuk rankaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan music sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    4.7.Mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak berbentuk rankaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan music sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    INDIKATOR    MATERI

    §  Mengidentifikasikan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    §  Menjelaskan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    §  Menjelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    §  Melakukan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    §  Menggunakan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama dalam bentuk perlombaan.

    Tujuan Pembelajaran

    -        Mengidentifikasikan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    -        Menjelaskan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    -        Menjelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    -        Melakukan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    -        Menggunakan variasi dan kombinasi gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama dalam bentuk perlombaan..


    Materi Pembelajaran

    a.  Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama

    Senam irama merupakan rangkaian gerakan senam yang dilakukan dengan rangkaian langkah-langkah yang disertai ayunan legan dan sikap badan dengan diiringi suatu irama atau musik. Gerakan senam irama harus dilakukan dengan luwes, kesinambungan gerak, dan ketepatan irama yang menarik.

    Untuk melakukan rangkaian gerakan senam irama, terlebih dahulu dikuasai dengan baik unsur-unsur gerakan dari sikap awal, langkah-langkah, dan ayunan tangan/badan.

    Senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama. Senam ritmik menggunakan alat-alat yang dipegang (hand aparatus) seperti : bola, tali, tongkat, simpai, dan gada. Senam ritmik merupakan senam yang dilakukan untuk menyalurkan rasa seni atau rasa keindahan atau untuk membina dan meningkatkan seni gerak. Secara prinsip antara senam biasa dengan senam ritmik tidak ada perbedaan, hanya saja pada senam irama ditambahkan irama (ritme). Tekanan yang harus diberikan pada senam ritmik ialah: irama, kelentukan tubuh dan kontinuitas gerakan.

    Gerakan tari dalam senam ritmik merupakan bagian penting dalam senam baik pada latihan bebas, balok titian, maupun tumbling. Kebebasan gerak tubuh yang diperoleh melalui tarian memberikan keseimbangan, timing, balance, kekuatan, dan koordinasi.

    Langkah-langkah tari dapat dilakukan ke sebelah kiri/kanan dan pada posisi terbuka/ silang, juga ke depan/belakang dan pada setengah ujung kaki. Dalam mempelajari macam-macam langkah pesenam sebaiknya sambil memegang palang atau dinding untuk keseimbangan, kemudian baru pada lantai tanpa bantuan.

    Pada bab ini akan dipejajari aktivitas pembelajaran: variasi dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan dalam aktivitas gerak berirama.

    Aktivitas Pembelajaran Gerak Variasi dan Kombinasi Rangkaian Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Aktivitas Gerak Berirama Menggunakan Senam Aerobik

    Pengertian Senam Aerobik

    Aerobik berasal dari kata aero. Aerobik adalah suatu kegiatan yang berlangsung dalam waktu tertentu dan mengendalkan sumber energi berasal dari hasil masukkan oksigen ke dalam tubuh. Kegiatan yang termasuk ke dalam jenis aerobik ini merupakan kebalikan dari kegiatan yang bersifat anaerobik, yang kegiatan bersumber terutama pada simpanan kalori yang sudah terbentuk sebelumnya dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Pospat).

    Penggunaan istilah aerobic pernah dipopulerkan oleh Kenneth H. Cooper, melalui bukunya dengan judul serupa, memperklenalkan berbagai kegiatan aerobik, dengan mengemukakan penentuan kriteria dan pelaksanaannya. Sejak saat itulah, istilah aerobic semakin dikembangkan oleh banyak pihak hingga lahirlah istilah aerobic exercise, yang di Indonesia terkenal sebagai senam aerobic.

    Dari uraian singkat di atas, disimpulkan bahwa senam aerobic adalah serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang juga dipilih, sehingga melahirkan ketentuan mitmis, kontinuitas, dan durasi tertentu. Hal itu bertujuan meningkatkan kemampuan cardiovaskuler dan pembentukan tubuh.

    Gerakan-gerakan yang dipilih tersebut, tentu saja harus mengandung nilai yang diperlukan untuk kedua tujuan di atas. Tujuan pertama, peningkatan kemampuan cardiovaskuler. Gerakan yang dpilih harus mampu menyebabkan denyut jantung meningkat sedemikian rupa ke target tertentu, atau yang sering disebut zona latihan. Tujuan yang kedua, pembentukkan tubuh. Gerakan yang dipilih harus mengandung unsure kalestenik yang memenuhi tuntutan teknik maupun ketentuan anatomis tertentu.

    Keuntungan Melakukan Senam Aerobik

    Keuntungan melakukan senam aerobik secara teratur adalah sebagai berikut.
    Melatih jantung

    Istilah aerobik berarti “dengan oksigen”. Ini adalah pelajaran singkat mengenai fungsi fisiologi: selama bergerak, otot membutuhkan oksigen untuk bekerja secara efisien. Ketika beban kerja otot meningkat, tubuh menanggapi dengan meningkatkan jumlah oksigen yang dikirim ke pelosok-pelosok otot-otot dan jantung.

    Kekuatan otot

    Agar menjadi lebih kuat, otot-otot harus dilatih melebihi beban normalnya. Hal ini disebut prinsip beban lebih. Untuk memperkuat otot-otot, harus dilatih pada intensitas yang tinggi dalam waktu singkat, mempergunakan tenaga yang maksimum dan diulang-ulang.

    Latihan itu akan lebih bermanfaat bila dilakukan dengan latihan selingan, di mana intensitas latihannya beragam dari latihan berintensitas tinggi sampai dengan intensitas yang sangat rendah antara lain dengan bersepeda. Latihan dengan intensitas rendah dapat dilakukan dengan latihan ketahanan otot dengan menggunakan pita karet, pipa, atau barbel yang ringan.

    Daya tahan otot

    Aerobik membantu meningkatkan daya tahan otot-otot. Daya tahan otot ditingkatkan dengan cara banyak melakukan gerakan-gerakan ringan. Gerakan-gerakan aerobik seperti melompat-lompat, mengangkat lutut, dan menendang, yang sering dilakukan diperlukan untuk meningkatkan daya tahan otot.

    Kelentukan

    Kelentukan adalah gerakan yang berada di sekeliling sendi. Setelah menyelesaikan latihan aerobik, peregangan membantu meningkatkan kelentukan dan juga membantu sirkulasi darah ke jantung. Jika secara rutin meregangkan badan selesai latihan, akan dirasakan bahwa otot-otot dan tulang-tulang sendi akan berkembang.

    Komposisi tubuh

    Bagian terakhir dari kesehatan fisik adalah komposisi tubuh, yang menunjukkan perbandingan kumpulan otot, tulang, dan cairan-
    cairan penting di dalam tubuh yang dibandingkan dengan lemak. Orang yang kurus dan berat badannya masih memungkinkan kelebihan lemak. Latihan aerobik yang tetap akan membantu mengubah komposisi tubuh, menghindari tubuh menjadi gemuk dan membentuk otot-otot.


    Sebagai refrensi silakan simak vidio pembelajaran di bawah ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=TqsFcrzVp0o

    Setelah menyimak vidio pembelajaran dan materi di atas silakan kerjakan latihan di bawah ini:


    1. Jelaskan yang dimaksud dengan Senam berirama!

    2. Tuliskan macam macam bentuk gerakan senam berirama!

    3. tuliskan manfaat senam berirama untuk Tubuh!


    Demikian pertemuan kali ini,semoga bermanfaat,dan bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari hari,,,aamiin.


    bpk akhiri 


    Wasalamualaikum Wr,Wb

    Gerak sefesifik lari Sprin Kelas 8

     IDENTITASI - Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd - Mapel Diampuh        :  PJOK - Hari/Tanggal            :  senin / 21 September...