Senin, 31 Agustus 2026

Gerak Spesifik Pasing dan servis melewati net. Kelas 8

 IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  31 Agustus 2026

- Kelas                         :  VIII

- Materi                       :  Bola Voli


CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid.

Tujuan pembelajaran

Memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid.

A . Mindful (Berkesadaran)

·       Guru mengarahkan peserta didik melakukan pengamatan terhadap contoh gerakan passing bawah dan passing atas. Guru menjelaskan posisi kaki, sikap badan, posisi tangan, titik perkenaan bola, arah pandangan, dan gerak lanjutan. Guru memberikan pertanyaan pemantik tentang kesalahan yang mungkin terjadi.

B . Joyful (Menyenangkan)

Guru membagi peserta didik dalam kelompok kecil dan memberikan latihan bertahap: 1) passing berpasangan, 2) passing bergerak, 3) kombinasi passing bawah–passing atas, 4) permainan sederhana. Guru memberikan umpan balik dan memodifikasi jarak atau jumlah sentuhan sesuai kemampuan peserta didik.

·       Mindful (Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik melakukan pendinginan ringan dan refleksi. Guru memberikan pertanyaan: “Gerakan mana yang paling mudah dan sulit?”, “Apa kesalahan yang masih terjadi?”, dan “Bagaimana cara memperbaikinya?”

Alur tujuan pembelajaran

 1. Pada akhir fase ini peserta didik mampu mempraktikkan dan menganalisis aktivitas  keterampilan  variasi  gerak  spesifik  dan  fungsional  permainan dan  olahraga  (passing bawah dan pasing atas)  sesuai potensi  dan kreativitas yang dimiliki. Secara rinci tujuan pembelajaran ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

 2. Mempraktikkan   aktivitas   keterampilan   variasi   gerak   spesifik   dan fungsional permainan dan olahraga (passingbawah dan pasing atas) sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik.


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.

·  Aktivitas Pembelajaran 1

      Materi Pelajaran :

         3. Pembelajaran passing bawah melewati net 

Latihan passing bawah yang ditengahnya dibatasi net atau tali. Satu peserta didik bertugas melambungkan melewati net/tali, peserta didik lain menerima bola dengan gerakan passing bawah ke arah peserta didik yang melambungkan bola. Latihan ini bisa dilakukan dengan berpasangan atau berkelompok.

          


4. Pembelajaran servis bawah berpasangan

Peserta didik A melakukan pukulan servis bawah ke arah peserta didik B yang menjadi pasangannya. Setelah menerima bola, peserta didik B melakukan pukulan servis bawah ke peserta didik A yang dimulai jarak terpendek hingga terjauh sesuai kondisi.



 

5. Pembelajaran servis bawah melewati net

Latihan servis bawah berpasangan atau berkelompok melewati net atau tali. Peserta didik A melakukan servis bawah melewati net/tali ke peserta didik B, kemudian berganti peran, mulai jarak dekat hingga jarak sebenarnya sekitar 9 meter.





Asessment

1. Jelaskan langkah-langkah melakukan teknik dasar passing bawah bola voli mulai dari sikap awal, pelaksanaan gerakan, sampai sikap akhir!

2. Jelaskan langkah-langkah melakukan teknik dasar passing atas bola voli mulai dari sikap awal, pelaksanaan gerakan, sampai sikap akhir!

3. Dalam sebuah latihan, seorang peserta didik melakukan passing bawah tetapi bola selalu melambung tidak terarah. Analisislah kemungkinan kesalahan gerak yang dilakukan dan jelaskan cara memperbaikinya!

4. Dalam permainan bola voli, mengapa pemain perlu menguasai passing bawah dan passing atas? Jelaskan perbedaan fungsi kedua teknik tersebut dalam situasi permainan!

5. Buatlah contoh variasi latihan yang mengombinasikan passing bawah dan passing atas secara berpasangan atau berkelompok. Jelaskan aturan pelaksanaan dan tujuan dari variasi latihan yang kamu buat!


 Kesimpulan Materi

Pembelajaran passing bawah dan servis bawah dalam permainan bola voli bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar peserta didik dalam mengontrol, menerima, dan mengarahkan bola dengan tepat.

Passing bawah melewati net dilakukan dengan cara menerima bola yang dilambungkan dari teman melewati net atau tali menggunakan kedua lengan bagian bawah. Latihan dapat dilakukan secara berpasangan maupun berkelompok dengan memperhatikan sikap awal, posisi kedua tangan, perkenaan bola pada lengan, arah pantulan bola, serta keseimbangan tubuh.

Servis bawah berpasangan dilakukan secara bergantian. Salah satu peserta didik melakukan servis bawah kepada pasangannya, kemudian penerima melakukan servis kembali. Latihan dimulai dari jarak yang dekat dan secara bertahap diperjauh sesuai kemampuan peserta didik. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan, kekuatan, dan koordinasi gerak saat melakukan servis.

Selanjutnya, servis bawah melewati net dilakukan dengan mengarahkan bola melewati net atau tali menuju teman atau daerah permainan lawan. Jarak latihan dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai jarak sebenarnya, yaitu sekitar 9 meter. Dalam melakukan servis, peserta didik perlu memperhatikan sikap badan, posisi kaki, pegangan bola, ayunan tangan, titik perkenaan bola, dan arah bola.

Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, berulang, berpasangan, dan berkelompok, peserta didik diharapkan mampu melakukan passing bawah dan servis bawah dengan teknik yang benar, meningkatkan koordinasi dan ketepatan gerak, serta menunjukkan sikap disiplin, percaya diri, kerja sama, tanggung jawab, dan sportif dalam permainan bola voli.


Kesimpulan hasil pembelajan

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik,dan siswa dapat menyerap materi dengan baik  


Komentar Peserta didik :







Kamis, 27 Agustus 2026

Jalan cepat, kelas 7

IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 27 Agustus 2026

- Kelas                         :  VII

- Judul Materi             :  Lempar Cakram

- pertemuan ke            : 7

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;


A . Mindful (Berkesadaran)

·       Guru mengajak peserta didik melakukan pemusatan perhatian dengan mengamati kondisi tubuh, kesiapan fisik, dan lingkungan sekitar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan pentingnya keselamatan dalam aktivitas jalan cepat.

B . Joyful (Menyenangkan)

Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. Guru memberikan aktivitas jalan cepat secara bertahap dari jarak pendek menuju jarak yang lebih jauh.

·       Mindful (Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik melakukan pendinginan ringan dan refleksi dengan pertanyaan: “Teknik apa yang sudah saya kuasai?”, “Kesalahan apa yang masih saya lakukan?”, “Apa yang harus saya perbaiki pada latihan berikutnya?”

Alur tujuan pembelajaran

 1. Pengertian jalan cepat, tujuan, manfaat, nomor perlombaan, peraturan dasar, dan istilah-istilah dalam jalan cepat.

2. Menjelaskan prinsip dan tahapan teknik dasar jalan cepat serta faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan gerak.


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, 


JALAN CEPAT

Jalan cepat merupakan salah satu nomor perlombaan dalam cabang olahraga atletik yang mengharuskan atlet untuk berjalan dan tidak berlari. Jalan cepat membutuhkan keterampilan agar atlet menjaga gerakan kakinya dengan cepat namun kakinya harus tetap melakukan kontak dengan tanah. 

Meskipun sebagian besar nomor dalam olahraga atletik berujung pada prestasi yang membutuhkan energi ekstra, jalan cepat dikenal sebagai olahraga yang mengutamakan presisi dan disiplin. Ini karena atlet diharuskan untuk sampai ke garis finis terlebih dahulu namun tetap harus menjaga tekniknya. 

Jalan cepat merupakan kompetisi yang diperlombakan di semua tingkatan olahraga atletik. Mulai dari kompetisi tingkat pelajar hingga Olimpiade. Jalan cepat menggabungkan daya tahan pelari jarak jauh dengan perhatian pada teknik pelari.

Dalam jalan cepat, penilain dilakukan oleh juri lintasan. Mereka juga mengevaluasi teknik atlet jalan cepat dan melaporkan pelanggaran yang dapat menyebabkan diskualifikasi. Semua penjurian dilakukan oleh mata juri dan tidak ada teknologi luar yang digunakan dalam membuat keputusan penjurian.

Sejarah Jalan Cepat

Jalan cepat diyakini berasal dari era Victoria (1837-1901). Para bangsawan biasanya meminta pesuruh untuk berjalan di samping latihan berkuda mereka. Itu kemudian dikenal sebagai “Pedestrianism” dan menyebar ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Itu menjadi olahraga tontonan, dengan jarak lomba hampir 1.000 kilometer dalam enam hari di arena ruangan yang padat.

Menurut Matthew Algeo, penulis buku Pedestrianism: When Watching People Walk Was America's Favorite Spectator Sport, dahulu jalan cepat dikemas sebagai perlombaan festival. Ada band pengiring. Juga orang-orang yang menonton. Setiap perlombaan juga memicu taruhan. Setiap taruhan ditempatkan pada peserta mana yang akan finis terlebih dulu. 

Dari sebuah hobi hingga lomba jalanan biasa, kegiatan tersebut akhirnya diresmikan di Inggris. Aturan dasar ditetapkan dan jalan cepat segera diakui sebagai olahraga bagi para profesional. Jalan cepat juga menjadi program di bawah Olimpiade. Di Indonesia, jalan cepat diperlombakan dalam kompetisi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). 

Jalan cepat menjadi bagian dari Olimpiade mulai tahun 1908. Lomba jalan cepat awalnya diperuntukkan untuk pria. Beberapa pejalan cepat yang paling berkesan dalam sejarah olahraga ini adalah Ken Matthews, yang memenangkan lomba lari 20 kilometer di Olimpiade 1960 dan Don Thompson yang memenangkan lomba jalan kaki Olimpiade 1964 untuk lomba lari 50 kilometer. 

Teknik Dasar dalam Jalan Cepat

Dalam jalan cepat, setiap atlet wajib menjaga postur, gerakan lengan dan langkah yang presisi. Atlet harus menjaga lutut tetap lurus sejak kaki depan kalian menyentuh tanah hingga melewati bagian bawah tubuh. Atlet juga harus menjaga satu kaki di tanah setiap saat. Ini menghasilkan rotasi pinggul yang merupakan ciri khas dari jalan cepat.

Baca Juga: Mengenal Start yang Digunakan dalam Jalan Cepat

Kesalahan seperti tidak menjaga satu kaki di tanah setiap saat atau menekuk lutut kaki depan dapat membuat atlet didiskualifikasi selama balapan dilakukan. Tetapi atlet juga bisa memperlambat diri dengan menggunakan ayunan lengan yang salah, melangkah terlalu jauh, atau terlalu banyak bersandar.

Semakin baik teknik jalan cepat atlet, semakin banyak atlet bisa menggunakan sumber daya tubuh yang belum dimanfaatkan. Namun, atlet harus meningkatkan kecepatan secara perlahan dan kedisiplinan saat berjalan.

Baca Juga: Mengenal Teknik Dasar Jalan Cepat

Aturan dalam Jalan Cepat

Nama olahraga jalan cepat sendiri menjelaskan secara spesifik di mana para peserta dengan cepat berjalan menuju garis finis. Namun, itu terikat oleh aturan ketat yang berkaitan dengan tekniknya.

Jalan cepat berbeda dengan lari. Dalam perlombaan lari, seorang atlet sering mengangkat kedua kakinya dari tanah selama mereka melangkah. Namun, dalam lomba jalan cepat, kaki atlet harus selalu menyentuh tanah setiap saat.

Jika tidak ada kontak antara tanah dan kaki yang terlihat, atlet mengangkat kedua kakinya dan menimbulkan penalti. Selain itu, lutut kaki depan atlet tidak boleh menekuk dan kaki harus diluruskan saat tubuh melewatinya. Setiap pejalan kaki dinilai dengan hati-hati dan dapat dihukum jika ia menekuk lututnya selama balapan.

Penjurian mulai dari lima hingga sembilan, tergantung pada kategori acara. Para juri biasanya menilai balapan dengan mata telanjang. Mereka membawa kartu dengan beberapa simbol. Misalnya 'kehilangan kontak' akan diberikan simbol  (~) dan 'lutut tertekuk' akan diberikan simbol (<).

Jika seorang atlet jalan cepat diperlihatkan tiga peringatan kartu dari juri yang berbeda, termasuk juri ketua, hal itu bisa menyebabkan atlet tersebut didiskualifikasi. Kartu merah diperlihatkan kepada atlet yang didiskualifikasi.

Jarak standar untuk lomba jalan cepat adalah 3000 meter, 5000 meter di turnamen dalam ruangan, sedangkan lomba jalan cepat 5000 meter, 10.000 meter, 20.000 meter, dan 50.000 meter diadakan di lintasan luar ruangan. Kompetisi 10 kilometer, 20 kilometer, dan 50 kilometer, diberi label terpisah, diadakan di jalan dengan ketentuan khusus. (*).



Asessment

1. Jelaskan pengertian olah raga jalan cepat!

2. Jelaskan secara singkat  cara melakukan jalan cepat!


Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)

- Isi Refleksi adalah:

1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),

2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,

3. sebutkan kehadiran siswa

    Jumlah Siswa hadir :

    Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :

4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP). 

Lempar Cakram, kelas 9

IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 27 Agustus 2026

- Kelas                         :  IX

- Judul Materi             :  Lempar Cakram

- pertemuan ke            : 7

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;


A . Memahami (Meaningful Learning):

·       Guru menampilkan gambar/video singkat gerakan lempar cakram. Peserta didik mengamati dan mengidentifikasi tahapan gerak, mulai dari sikap awal, cara memegang cakram, gerakan awalan/putaran, posisi tubuh, gerakan melempar, hingga gerak lanjutan. Guru mengajukan pertanyaan: “Mengapa setiap tahapan gerakan harus dilakukan secara berurutan?” Peserta didik berdiskusi berpasangan dan menyampaikan hasil pengamatannya. Guru memberikan penguatan dan memperagakan kombinasi gerak dasar yang benar.

B . Mengaplikasi (Joyful Learning)

Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok/stasiun latihan. Stasiun

1: latihan cara memegang dan mengayunkan cakram. Stasiun

2: latihan sikap awal dan gerak putaran tanpa lemparan. Stasiun

3: latihan koordinasi gerak kaki, pinggul, badan, dan lengan. Stasiun

4: praktik rangkaian gerak lempar cakram menggunakan alat yang aman/modifikasi. Peserta didik bergantian mencoba, mengamati teman, dan memberikan umpan balik sederhana berdasarkan kriteria gerak yang telah ditentukan guru.

·       C . Merefleksi (Mindful Learning)

Setelah praktik, peserta didik melakukan pendinginan dan duduk bersama kelompok. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan pertanyaan: “Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit kalian lakukan? Mengapa?”, “Apa yang harus diperbaiki agar rangkaian gerak lempar cakram menjadi lebih baik?”, dan “Bagaimana cara melakukan lempar cakram dengan aman?” Peserta didik menyampaikan pengalaman dan kesimpulannya. Guru memberikan apresiasi, koreksi, dan penguatan terhadap pembelajaran.

Alur tujuan pembelajaran

 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, tujuan, sejarah singkat, peraturan, peralatan, lapangan, serta teknik dasar lempar cakram dengan benar.

 2. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip gerak dan tahapan teknik lempar cakram serta faktor-faktor yang memengaruhi hasil lemparan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

 

Mengenal Lempar Cakram

1. Pengertian

Lempar cakram merupakan salah satu nomor atletik dalam kelompok nomor lempar. Dalam aktivitas ini, peserta didik melempar sebuah alat berbentuk cakram sejauh mungkin ke dalam sektor lemparan dengan menggunakan teknik yang benar.

Tujuan utama lempar cakram bukan hanya memperoleh jarak lemparan yang jauh, tetapi juga melakukan gerakan dengan tepat, aman, sesuai aturan, dan sportif.

Dalam pembelajaran PJOK, peserta didik tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan, tetapi juga memahami mengapa suatu teknik dapat menghasilkan lemparan yang lebih efektif.


C. Sejarah Singkat Lempar Cakram

Lempar cakram telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Aktivitas melempar cakram menjadi bagian dari berbagai kegiatan olahraga pada masa tersebut dan kemudian berkembang menjadi salah satu nomor dalam atletik modern.

Salah satu gambaran terkenal mengenai aktivitas lempar cakram pada masa Yunani Kuno adalah patung Discobolus, yang menggambarkan seorang atlet sedang melakukan persiapan untuk melempar cakram.

Dalam perkembangan olahraga modern, lempar cakram menjadi salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam Olimpiade modern.

Di Indonesia, lempar cakram dipelajari sebagai bagian dari materi atletik dalam pembelajaran PJOK dan juga dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan atletik.

Tahukah Kamu?

Lempar cakram membutuhkan kombinasi beberapa kemampuan, antara lain:

  • koordinasi;
  • keseimbangan;
  • kelenturan;
  • kekuatan;
  • kecepatan;
  • ketepatan;
  • konsentrasi.

Oleh karena itu, keberhasilan lempar cakram tidak hanya ditentukan oleh kekuatan tangan.


D. Peralatan Lempar Cakram

Cakram merupakan alat berbentuk bulat dan pipih yang digunakan dalam aktivitas lempar cakram.

Dalam pembelajaran di sekolah, ukuran dan berat cakram dapat disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, kemampuan, dan keselamatan peserta didik.

Peralatan pembelajaran dapat berupa:

  • cakram;
  • lapangan atau lingkaran lempar;
  • sektor pendaratan;
  • alat pengukur jarak;
  • cone atau tanda pembatas;
  • alat keselamatan sesuai kebutuhan.

Catatan keselamatan: peserta didik tidak boleh mengambil cakram sebelum guru memberikan instruksi bahwa area lempar sudah aman.


E. Teknik Dasar Lempar Cakram

Secara umum, teknik lempar cakram terdiri atas beberapa tahapan.

1. Teknik Memegang Cakram

Cara memegang cakram:

  1. Letakkan cakram pada telapak tangan.
  2. Jari-jari direnggangkan secara wajar.
  3. Ujung jari mencengkeram bagian tepi cakram.
  4. Ibu jari berada pada posisi yang membantu menjaga kestabilan cakram.
  5. Pegangan tidak terlalu kaku.

Hal penting: cakram harus dapat dikontrol dengan baik tanpa membuat tangan terlalu tegang.


2. Sikap Awal

Pada sikap awal:

  • tubuh berada di dalam lingkaran lempar;
  • kaki ditempatkan dengan seimbang;
  • badan rileks tetapi siap bergerak;
  • cakram berada pada posisi yang memungkinkan peserta didik melakukan ayunan;
  • pandangan dan konsentrasi diarahkan sesuai kebutuhan gerakan.

Sikap awal yang baik membantu peserta didik memperoleh keseimbangan dan kesiapan melakukan gerakan berikutnya.


3. Gerakan Awalan dan Ayunan

Gerakan awalan bertujuan mempersiapkan tubuh untuk menghasilkan gerakan lempar yang efektif.

Peserta didik melakukan ayunan cakram secara terkontrol sambil menjaga keseimbangan tubuh.

Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah:

keseimbangan → koordinasi → irama gerakan → kesiapan melakukan putaran.

Jangan melakukan gerakan secara terburu-buru. Gerakan yang terkontrol lebih penting daripada sekadar bergerak cepat.


4. Gerakan Putaran

Putaran merupakan salah satu karakteristik penting dalam teknik lempar cakram.

Pada pembelajaran kelas IX, peserta didik dapat mempelajari putaran secara bertahap, dimulai dari gerakan sederhana sebelum melakukan rangkaian lengkap.

Tujuan putaran adalah membantu menghasilkan kecepatan gerak dan momentum yang dapat diteruskan pada saat cakram dilepaskan.



Asessment

1. Jelaskan pengertian olah raga cakram!

2. Jelaskan secara singkat  cara memegang cakram!


Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)

- Isi Refleksi adalah:

1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),

2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,

3. sebutkan kehadiran siswa

    Jumlah Siswa hadir :

    Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :

4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP). 


Kamis, 20 Agustus 2026

GERAK DASAR BULU TANGKIS, kelas 7

  Identitas

- Nama Guru               : Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampu          : PJOK

- Hari/Tanggal            : kamis, 20 Agustus 2026

- Kelas                         : VII

- Materi                       : BULU TANGKIS


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, kalian akan mengerjakan soal asesmen formatif  materi : Lari jarak jauh.

 Capaian pembelajaran :

4.1 Mulai bergerak : Memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid.

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, sejarah singkat, tujuan permainan, ukuran lapangan, perlengkapan, sistem penilaian, dan peraturan dasar bulu tangkis dengan benar.

2. Peserta didik mampu menjelaskan teknik dasar bulu tangkis (cara memegang raket, sikap siap, footwork, servis, lob, drop shot, smash, drive, dan netting) beserta fungsi dan penerapannya dalam permainan.


MATERI
1. Sejarah dan Asal Usul 
  • Bulu tangkis berasal dari India dengan nama Poona, kemudian dibawa ke Inggris dan berkembang menjadi olahraga yang dikenal sekarang.
2. Peralatan Permainan 
  • Raket: Alat pemukul yang memiliki gagang dan kepala raket dengan area senar.
  • Shuttlecock (Kok): Bola yang terbuat dari bulu yang ditancapkan pada gabus.
3. Jenis-jenis Permainan 
  • Tunggal: Dimainkan oleh satu orang melawan satu orang.
  • Ganda: Dimainkan oleh dua orang dalam satu tim melawan dua orang tim lawan.
  • Ganda Campuran: Dimainkan oleh dua orang dalam satu tim, yaitu satu putra dan satu putri.
4. Aturan Dasar 
  • Permulaan Permainan:
    Dimulai dengan undian lempar koin untuk menentukan pemain yang melakukan servis pertama.
  • Sistem Skor:
    Menggunakan sistem best of three (pemenang dua babak), yang berarti pertandingan bisa berlangsung dua atau tiga babak.
  • Pelanggaran:
    Contoh pelanggaran meliputi kok menyangkut di net, raket menyentuh net
  •  saat memukul, atau kok jatuh di area sendiri.
5. Teknik Dasar
  • Cara Memegang Raket: Meliputi forehand grip (pegangan dasar) dan backhand grip. 
  • Gerak Kaki (Footwork): Gerakan kaki yang benar untuk posisi tubuh dan memukul kok. 
  • Gerak Dasar Pukulan:
    • Servis: Pukulan pertama untuk memulai permainan, bisa pendek atau panjang. 
    • Lob: Pukulan melambung tinggi ke belakang lapangan lawan. 
    • Drop Shot: Pukulan tipuan yang pelan dan jatuh di dekat net. 
    • Smash: Pukulan keras yang bertujuan menjatuhkan kok ke lapangan lawan dengan cepat.

Gerak sefesifik lari Sprin Kelas 8

 IDENTITASI - Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd - Mapel Diampuh        :  PJOK - Hari/Tanggal            :  senin / 21 September...