Senin, 21 September 2026

Gerak sefesifik lari Sprin Kelas 8

 IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  senin / 21 September 2026

- Kelas                         :  VIII

- Pertemuan                 : 7

- Materi                       :  Lari jarak pendek

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;

A . Mindful (Berkesadaran)

Guru mendemonstrasikan teknik start, berlari, dan finis dengan perlahan dan jelas, sambil menjelaskan setiap gerakan dan tujuannya.

Ajak siswa untuk memperhatikan dengan seksama dan bertanya jika ada yang kurang jelas.

Jelaskan pentingnya teknik yang benar untuk hasil lari yang optimal dan menghindari cedera (Meaningful).

B .  Meanigfull (Bermakna)

Mulai dengan latihan gerakan dasar secara perlahan seperti posisi start, gerakan lari pendek, dan cara melakukan finis yang benar.

Fokuskan siswa pada kesadaran gerakan tubuh dan posisi yang benar, beri waktu mereka untuk merasakan setiap langkah.

Berikan perhatian pribadi dengan membimbing siswa yang kesulitan.

C.Joyful (Menyenangkan)

Setelah latihan teknik, buat siswa bermain lomba lari pendek dalam kelompok kecil dengan suasana santai dan penuh semangat.

Berikan penghargaan atau pujian atas usaha dan kemajuan, bukan hanya hasil lomba.

Gunakan musik atau teman sebagai penyemangat supaya suasana menjadi lebih ceria.

Alur tujuan pembelajaran

3. Mempraktikkan teknik start, berlari, dan finis dengan benar sesuai prosedur.

4. Menganalisis teknik yang digunakan untuk menentukan strategi gerak yang paling efektif.


 Metode pembelajaran

Pendekatan pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)

 


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.

MATERI 

Secara sederhana, lari sprint dapat dibagi menjadi:

START → AKSELERASI → BERLARI → FINIS

Keempat bagian tersebut saling berhubungan.

1. Teknik Start

Start merupakan awal dari perlombaan lari. Dalam sprint, atlet menggunakan start jongkok untuk membantu menghasilkan dorongan awal yang efektif.

Aba-aba start

Pada perlombaan resmi dikenal aba-aba:

“Bersedia” → “Siap” → bunyi pistol/aba-aba mulai

Untuk pembelajaran di sekolah, guru dapat menggunakan aba-aba suara atau tepukan tangan.

Sikap “Bersedia”

Siswa:

menempatkan kaki pada posisi start;

kedua tangan berada di belakang garis start;

jari-jari tangan terbuka dan menopang tubuh;

lengan dalam posisi kuat;

badan berada dalam posisi siap melakukan dorongan.

Sikap “Siap”


Ketika aba-aba “Siap”:

pinggul diangkat;

berat badan dipindahkan ke depan;

pandangan tetap terarah ke bawah/depan secara wajar;

tubuh dalam keadaan siap melakukan dorongan.

Saat mulai berlari

Ketika aba-aba diberikan:

kedua kaki mendorong kuat;

tangan segera melakukan ayunan;

badan bergerak ke depan;

langkah awal dilakukan secara terkontrol;

secara bertahap tubuh melakukan percepatan.

Prinsip penting: jangan terburu-buru berdiri tegak pada beberapa langkah pertama. Biarkan tubuh melakukan akselerasi secara alami.

2. Teknik Akselerasi

Akselerasi adalah proses meningkatkan kecepatan dari awal berlari menuju kecepatan yang lebih tinggi.

Pada tahap ini siswa perlu memperhatikan:

Dorongan kaki

Kaki memberikan dorongan kuat ke arah belakang sehingga tubuh bergerak ke depan.

Ayunan lengan

Lengan diayunkan secara aktif dan berlawanan dengan gerakan kaki.

Contohnya:

Kaki kanan maju → lengan kiri ikut bergerak ke depan.

Posisi badan

Pada awal akselerasi, tubuh cenderung sedikit condong ke depan dan kemudian secara bertahap menjadi lebih tegak.

Koordinasi

Gerakan kaki, tangan, badan, dan pandangan harus dilakukan secara terkoordinasi.



3. Teknik Berlari

Setelah mencapai kecepatan tinggi, siswa mempertahankan kecepatan dengan teknik yang efisien.

Hal-hal yang harus diperhatikan:

a. Posisi kepala

kepala tidak terlalu menunduk;

pandangan ke arah depan.

b. Posisi badan

badan relatif tegak setelah fase akselerasi;

tidak terlalu condong ke belakang.

c. Gerakan lengan

lengan diayunkan ke depan dan belakang;

gerakannya terkoordinasi dengan langkah kaki;

bahu tetap rileks.

d. Gerakan kaki

lutut diangkat secara aktif;

kaki melakukan langkah secara cepat dan terkoordinasi;

pendaratan kaki dilakukan secara efektif di bawah/sekitar pusat massa tubuh.

e. Relaksasi

Siswa tidak perlu membuat tubuh tegang. Bahu dan tangan sebaiknya tetap rileks agar gerakan lebih efisien.



4. Teknik Memasuki Garis Finis

Kesalahan yang sering terjadi adalah siswa berhenti atau mengurangi kecepatan sebelum garis finis.

Dalam sprint, siswa harus tetap berlari hingga melewati garis finis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

tetap berlari dengan kecepatan yang dipertahankan;

jangan melihat ke belakang;

pandangan tetap ke depan;

melewati garis finis terlebih dahulu dengan bagian tubuh yang sesuai aturan perlombaan;

setelah melewati garis finis, perlambat kecepatan secara bertahap. 



Link ateri lari jarak pendek : https://www.youtube.com/watch?v=6M7ymu3MnZw


Asesmen 
Soal Pilihan Ganda Lari Jarak Pendek
1. Lari jarak pendek disebut juga dengan istilah …
A. Marathon
B, Sprint
C. Jogging
D. Cross country


2. Tujuan utama dalam lari jarak pendek adalah …
A. Menempuh jarak dengan santai
B. Menjaga keseimbangan tubuh
C, Mencapai garis finis dalam waktu sesingkat-singkatnya
D. Menghemat tenaga selama berlari


3. Salah satu nomor yang termasuk lari jarak pendek adalah …
A, 100 meter
B. 800 meter
C. 1.500 meter
D. 5.000 meter


4. Start yang digunakan dalam lari jarak pendek adalah …
A. Start berdiri
B. Start melayang
C, Start jongkok
D. Start berjalan
Jawaban: C

5. Dalam start jongkok, posisi kedua tangan diletakkan …
A. Di pinggang
B. Di belakang badan
C. Di samping kepala
D, Di belakang garis start


6. Aba-aba dalam start lari jarak pendek yang benar adalah …
A. Bersedia – siap – mulai
B, Bersedia – siap – ya
C. Siap – bersedia – ya
D. Mulai – siap – bersedia

7. Pada saat berlari cepat, posisi badan sebaiknya …
A. Tegak kaku
B. Sedikit condong ke depan
C. Membungkuk ke belakang
D. Miring ke samping

8. Gerakan lengan ketika melakukan sprint berfungsi terutama untuk …
A. Memperlambat gerakan
B, Menjaga keseimbangan dan membantu dorongan tubuh
C. Mengurangi panjang langkah
D. Menghentikan gerakan tubuh


9. Pandangan mata saat melakukan lari jarak pendek sebaiknya diarahkan …
A. Ke belakang
B. Ke bawah terus-menerus
C,. Ke depan
D. Ke samping


10. Salah satu faktor penting untuk memperoleh kecepatan maksimal dalam sprint adalah …
A. Kecepatan reaksi dan panjang langkah,
B. Berlari sambil melihat ke belakang.
C. Mengurangi ayunan lengan.
D. Memperlambat langkah mendekati finis.

KESIMPULAN MATERI : 
kunci utama dalam lari sprint adalah menguasai teknik start, melakukan akselerasi secara bertahap, mempertahankan kecepatan dengan gerakan yang efisien, serta menyelesaikan lari hingga melewati garis finis. Penguasaan keempat tahapan tersebut secara benar akan membantu siswa melakukan lari sprint dengan lebih cepat, efektif, aman, dan terkoordinasi.

Kesimpulan hasil pembelajan

Komen siswa : 





Kamis, 17 September 2026

Lompat jauh Kelas 7

  IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 17 September 2026

- Kelas                         :  VII

- Judul Materi             :  lompat jauh

- pertemuan ke            : 10

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;


A . Mindful (Berkesadaran)

·      Pada tahap ini peserta didik diarahkan untuk fokus pada gerakan, tubuh, lingkungan, dan keselamatan.

B . Meaningfull (bermakna)

· Pada tahap ini guru menghubungkan lompat jauh dengan pengalaman nyata dan nilai kehidupan.


·       Joyful (Menyenangkan)

Pembelajaran dibuat dalam bentuk permainan agar peserta didik aktif dan menikmati proses belajar.


Siswa melakukan jalan cepat kembali dengan menerapkan hasil evaluasi. Siswa berusaha memperbaiki kesalahan teknik yang ditemukan sebelumnya.

Alur tujuan pembelajaran

 1. Mengidentifikasi pengertian, tujuan, manfaat, nomor perlombaan, peraturan, dan tahapan teknik dasar lompat jauh.

2. Menjelaskan prinsip gerak pada setiap fase lompat jauh serta faktor-faktor yang memengaruhi hasil lompatan.


Materi PJOK Kelas VII: Lompat Jauh

1. Pengertian Lompat Jauh

Lompat jauh merupakan salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik yang bertujuan untuk memperoleh jarak lompatan sejauh mungkin dengan melakukan rangkaian gerakan awalan, tolakan, melayang di udara, dan mendarat.

Keberhasilan dalam lompat jauh tidak hanya ditentukan oleh kekuatan kaki, tetapi juga oleh kecepatan awalan, ketepatan melakukan tolakan, keseimbangan saat melayang, dan teknik pendaratan.

2. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi lompat jauh, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menjelaskan pengertian dan tujuan lompat jauh.

  • Menjelaskan tahapan gerakan lompat jauh.

  • Mempraktikkan teknik awalan dengan benar.

  • Mempraktikkan teknik tolakan dengan tepat.

  • Mempraktikkan sikap melayang di udara.

  • Mempraktikkan teknik pendaratan yang aman.

  • Menunjukkan sikap disiplin, percaya diri, tanggung jawab, dan sportif.

3. Tahapan Teknik Lompat Jauh

Secara umum, lompat jauh terdiri atas empat tahapan utama, yaitu:

Awalan → Tolakan → Melayang → Mendarat

A. Awalan

Awalan merupakan gerakan berlari sebelum melakukan tolakan.

Cara melakukan awalan:

  • Berdiri di titik awal lintasan dengan posisi siap.

  • Berlari menuju papan atau area tolakan secara bertahap.

  • Pertahankan kecepatan dan irama langkah.

  • Pandangan diarahkan ke depan.

  • Langkah terakhir harus dipersiapkan agar kaki dapat melakukan tolakan dengan tepat.

  • Hindari memperlambat lari secara tiba-tiba sebelum melakukan tolakan.

Tujuan awalan: memperoleh kecepatan horizontal yang optimal sebagai modal untuk menghasilkan lompatan yang jauh.

B. Tolakan

Tolakan merupakan gerakan menumpukan salah satu kaki pada papan tolakan untuk mengubah gerakan lari menjadi gerakan melompat.

Cara melakukan tolakan:

  • Gunakan satu kaki sebagai kaki tolakan.

  • Kaki tolakan menumpu dengan kuat.

  • Badan didorong ke depan dan ke atas.

  • Ayunkan kedua lengan untuk membantu menghasilkan daya dorong.

  • Kaki bebas diayunkan ke depan atau ke atas untuk membantu gerakan tubuh.

Hal penting: tolakan harus dilakukan dengan kuat dan tepat tanpa melewati batas papan tolakan.

C. Sikap Melayang di Udara

Setelah melakukan tolakan, tubuh berada pada fase melayang.

Untuk tingkat kelas VII, salah satu teknik yang dapat diperkenalkan adalah gaya jongkok.

Cara melakukannya:

  • Setelah menolak, kedua kaki diayunkan ke depan.

  • Kedua lutut ditekuk seperti posisi jongkok.

  • Kedua lengan dapat diayunkan ke depan untuk membantu keseimbangan.

  • Pertahankan tubuh tetap seimbang selama berada di udara.

  • Bersiap untuk melakukan pendaratan dengan kedua kaki.

D. Pendaratan

Pendaratan dilakukan setelah tubuh berada di udara dan bertujuan untuk memperoleh hasil lompatan sekaligus mengurangi risiko cedera.

Cara melakukan pendaratan:

  • Kedua kaki diarahkan ke depan.

  • Lutut ditekuk ketika kaki menyentuh pasir.

  • Kedua tangan dapat diayunkan ke depan.

  • Badan dibawa ke depan agar tidak jatuh ke belakang.

  • Usahakan kedua kaki mendarat secara bersamaan.

Kesalahan yang perlu dihindari: setelah mendarat, jangan menjatuhkan tangan atau bagian tubuh ke belakang karena dapat mengurangi jarak lompatan yang diukur.

4. Sarana dan Prasarana

Dalam pembelajaran lompat jauh diperlukan:

  • Lintasan awalan.

  • Papan atau area tolakan.

  • Bak pasir.

  • Meteran untuk mengukur hasil lompatan.

  • Alat penanda.

  • Peluit.

  • Peralatan keselamatan sesuai kondisi lapangan.

5. Peraturan Dasar

Beberapa aturan dasar yang perlu diketahui peserta didik:

  • Atlet melakukan awalan dari lintasan yang telah ditentukan.

  • Tolakan dilakukan pada area/papan tolakan.

  • Lompatan harus berakhir di bak pasir.

  • Hasil lompatan diukur dari batas tolakan sampai bekas pendaratan terdekat di pasir.

  • Jika melakukan pelanggaran pada papan tolakan sesuai ketentuan perlombaan, lompatan dapat dinyatakan tidak sah.

6. Kesalahan yang Sering Terjadi

TahapKesalahan
AwalanKecepatan tidak stabil atau langkah tidak teratur
TolakanTolakan kurang kuat atau melewati batas tolakan
MelayangTubuh kehilangan keseimbangan
PendaratanKaki tidak diarahkan ke depan atau tubuh jatuh ke belakang

7. Bentuk Latihan Sederhana

Guru dapat memberikan latihan secara bertahap:

  1. Latihan lari awalan untuk meningkatkan kecepatan dan konsistensi langkah.

  2. Latihan tolakan satu kaki dari jarak pendek.

  3. Latihan melompat ke bak pasir dengan fokus pada posisi kaki.

  4. Latihan pendaratan dengan kedua kaki secara bersamaan.

  5. Latihan rangkaian lengkap: awalan, tolakan, melayang, dan pendaratan.

  6. Melakukan pengukuran hasil lompatan sebagai evaluasi.

8. Keselamatan dalam Pembelajaran

Keselamatan harus menjadi prioritas selama praktik.

  • Lakukan pemanasan sebelum latihan.

  • Pastikan bak pasir dalam kondisi aman dan tidak terdapat benda berbahaya.

  • Pastikan peserta yang akan melompat mendapat giliran dengan jelas.

  • Jangan berlari atau melompat ke dalam bak pasir ketika peserta lain sedang melakukan lompatan.

  • Setelah mendarat, segera keluar dari area pendaratan melalui sisi bak.

  • Gunakan teknik pendaratan yang benar untuk mengurangi risiko cedera.

9. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Pembelajaran lompat jauh juga dapat mengembangkan karakter peserta didik, seperti:

  • Disiplin: mengikuti aturan dan urutan latihan.

  • Tanggung jawab: menjaga keselamatan diri dan teman.

  • Percaya diri: berani melakukan gerakan.

  • Sportivitas: menerima hasil latihan dengan sikap positif.

  • Kerja sama: membantu dan memberikan dukungan kepada teman.


Asesmen :

Soal pengetahuan  Lompat Jauh Kelas VII

1. Lompat jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang bertujuan untuk ....
A. melompat setinggi-tingginya.
B. berlari secepat-cepatnya.
C. melompat sejauh-jauhnya,
D. melempar sejauh-jauhnya.

2. Urutan tahapan gerakan dalam lompat jauh yang benar adalah ....
A. tolakan, awalan, mendarat, melayang.
B. awalan, tolakan, melayang, mendarat,
C. awalan, melayang, tolakan, mendarat.
D. melayang, awalan, tolakan, mendarat.

3. Tujuan melakukan awalan dalam lompat jauh adalah ....
A. memperoleh kecepatan sebelum melakukan tolakan,
B. memperlambat gerakan sebelum melompat.
C. mempersiapkan tubuh untuk melakukan pendaratan.
D. menjaga agar tubuh tetap berada di tanah.

4. Dalam melakukan tolakan lompat jauh, seorang pelompat menggunakan ....
A. kedua kaki secara bersamaan.
B. satu kaki yang paling kuat,
C. kedua tangan.
D. lutut.

5. Teknik pendaratan yang benar dalam lompat jauh adalah ....
A. mendarat dengan satu kaki dan badan ke belakang.
B. mendarat dengan kedua kaki dan lutut ditekuk,
C. mendarat dengan tangan terlebih dahulu.
D. mendarat dengan kaki lurus dan badan tegak.

Kesimpulan materi

Lompat jauh adalah olahraga atletik yang bertujuan menghasilkan lompatan sejauh mungkin. Gerakan dasarnya terdiri dari:

1. Awalan → mendapatkan kecepatan.
2. Tolakan → menghasilkan daya dorong.
3. Melayang → mempertahankan keseimbangan dan mempersiapkan pendaratan.
4. Mendarat → mendarat dengan kedua kaki dan menjaga tubuh agar tidak jatuh ke belakang.

Gerak sefesifik lari Sprin Kelas 8

 IDENTITASI - Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd - Mapel Diampuh        :  PJOK - Hari/Tanggal            :  senin / 21 September...