Senin, 07 September 2026

GERAK SEFESIFIK BOLA VOLI keas 8

 IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  7 September 2026

- Kelas                         :  VIII

- Pertemuan                 : 6

- Materi                       :  Bola Voli

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid.

Tujuan pembelajaran

Memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid.

A . Mindful (Berkesadaran)

· Guru mengarahkan peserta didik melakukan pengamatan terhadap contoh gerakan smes dan bloking. Guru menjelaskan posisi kaki, sikap badan, posisi tangan, titik perkenaan bola, arah pandangan, dan gerak lanjutan. Guru memberikan pertanyaan pemantik tentang kesalahan yang mungkin terjadi.

B . Joyful (Menyenangkan)

Guru membagi peserta didik dalam kelompok kecil dan memberikan latihan bertahap: 1) smes berpasangan, 2) smes bergerak, 3) kombinasi passing bawah–passing atas, 4) permainan sederhana. Guru memberikan umpan balik dan memodifikasi jarak atau jumlah sentuhan sesuai kemampuan peserta didik.

C. Mindful (Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik melakukan pendinginan ringan dan refleksi. Guru memberikan pertanyaan: “Gerakan mana yang paling mudah dan sulit?”, “Apa kesalahan yang masih terjadi?”, dan “Bagaimana cara memperbaikinya?”

Alur tujuan pembelajaran

 1. Pada akhir fase ini peserta didik mampu mempraktikkan dan menganalisis aktivitas  keterampilan  variasi  gerak  spesifik  dan  fungsional  permainan dan  olahraga  (smes dab bloking)  sesuai potensi  dan kreativitas yang dimiliki. Secara rinci tujuan pembelajaran ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

 2. Mempraktikkan   aktivitas   keterampilan   variasi   gerak   spesifik   dan fungsional permainan dan olahraga (smes dan bloking) sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik.


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.


Materi: Permainan Bola Voli

Materi PJOK bola voli kelas 8 tentang smash (spike) dan blocking (bendungan) mencakup teknik dasar menyerang dan bertahan di atas net.
1. Teknik Smash (Spike)
Smash adalah teknik pukulan keras dan menukik yang diarahkan ke area pertahanan lawan untuk mencetak poin. 
Smash atau spike adalah teknik dasar permainan bola voli yang berupa pukulan dengan gerakan melompat, lalu bola di arahkan ke bagian area yang kosong agar mendapatkan poin.
Tahapan melakukan smash terbagi menjadi empat gerakan spesifik:
  • Awalan: Berdiri dengan mengambil jarak sekitar 2–3 meter dari net. Lakukan langkah kaki perlahan, lalu percepat dengan langkah lebar menjelang tolakan. Kedua lengan diayunkan dari depan ke belakang. 
  • Tolakan (Lompatan): Tolakkan kedua kaki ke lantai sekuat tenaga secara bersamaan untuk melompat setinggi mungkin ke udara. 
  • Pukulan (Hit): Ayunkan tangan pemukul dari belakang ke depan dengan kuat. Perkenaan bola yang tepat adalah menggunakan seluruh telapak tangan bagian atas pada bagian atas bola dengan sudut kemiringan menukik ke bawah. 
  • Pendaratan: Mendaratlah menggunakan kedua kaki secara bersamaan. Lutut harus sedikit direndahkan (mengeper) untuk meredam benturan, badan agak condong ke depan, dan pandangan mengikuti arah bola.
2. Teknik Blocking (Bendungan)
Blocking adalah upaya pertahanan yang dilakukan oleh pemain di dekat net untuk menahan, mencegah, atau mematahkan serangan atau smash dari pemain lawan.
Pengertian dari tehnik Bendungan (Block) adalah usaha yang dilakukan oleh pemain bertahan untuk menghalau serangan dari pemain penyerang untuk mendapatkan point.
Tahapan dan jenis gerakan blocking:
  • Posisi Persiapan: Berdiri dekat net dengan kedua lutut sedikit ditekuk dan kedua tangan bersiap di depan dada.
  • Tolakan: Melompatlah ke atas secara bersamaan dengan meluruskan kaki, usai melihat arah pantulan bola atau gerak-gerik spiker (pemetik smash) lawan. 
  • Perkenaan / Sikap Tangan: Julurkan tangan melewati atas net ke arah area lapangan lawan. Jari-jari tangan direnggangkan agar area penutupan bola semakin luas dan tidak mudah tembus.
  • Pendaratan: Mendarat dengan kedua lutut mengeper secara lentur agar tidak cedera, lalu bersiap kembali untuk permainan selanjutnya.
  • Jenis Blocking: Terdapat blocking aktif (tangan digerakkan atau ditekan aktif ke arah bola) dan blocking pasif (posisi tangan diam tanpa digerakkan saat menahan bola).
setelah kalian mempelajari materi di atas silakan kalian melihat vidio  ini dengan membuka link  ini : 

  https://www.youtube.com/watch?v=j6pG5qgZGsE

untuk penilaian materi bola voli ,silakan kalian kerjakan di buku latihan PJOK,tulis satu jawaban yang di anggap benar ( selamat mengerjakan ) dan pekerjaan kalian kirim foto saat mengerjakan dan hasil kerjaanya yaaa?
 
Asessment

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat!

A. Pengertian, Sejarah, Tujuan, Sarana, Pemain, Posisi, dan Peraturan Bola Voli

1. Dalam sebuah pertandingan, tim A berusaha mengirimkan bola melewati net agar jatuh di daerah permainan lawan dan mencegah lawan melakukan hal yang sama. Berdasarkan situasi tersebut, tujuan utama permainan bola voli adalah ....

A. mempertahankan bola selama mungkin di udara
B. menjatuhkan bola di daerah lawan dan mencegah bola jatuh di daerah sendiri
C. membawa bola melewati net menggunakan kedua tangan
D. menguasai bola dengan cara berlari menuju daerah lawan

2. Guru menjelaskan bahwa permainan bola voli pertama kali dikembangkan oleh William G. Morgan pada tahun 1895 di Amerika Serikat. Permainan tersebut pada awalnya dirancang sebagai aktivitas yang lebih ringan dibandingkan bola basket. Berdasarkan informasi tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah ....

A. bola voli sejak awal dirancang sebagai olahraga kontak fisik
B. bola voli merupakan permainan yang tidak membutuhkan kerja sama
C. perkembangan bola voli berkaitan dengan kebutuhan aktivitas permainan yang lebih ringan
D. bola voli diciptakan sebagai bentuk permainan sepak bola di dalam ruangan

3. Dalam suatu pertandingan, guru meminta siswa menyiapkan lapangan bola voli. Seorang siswa memasang net dan membuat garis lapangan dengan ukuran yang tidak sesuai standar. Agar permainan dapat berlangsung sesuai ketentuan umum, ukuran lapangan yang tepat adalah ....

A. 16 m × 8 m
B. 18 m × 9 m
C. 20 m × 10 m
D. 22 m × 11 m

4. Sebelum pertandingan dimulai, pelatih meminta pemain memahami posisi masing-masing. Salah seorang pemain bertugas menerima serangan lawan dan memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik. Dalam permainan bola voli modern, pemain dengan karakteristik tersebut paling sesuai ditempatkan sebagai ....

A. libero
B. tosser/setter
C. spiker
D. middle blocker

5. Perhatikan situasi berikut!

Tim A memenangkan reli sehingga memperoleh hak melakukan servis. Pemain yang sebelumnya berada di posisi tertentu kemudian berpindah posisi sesuai arah rotasi.

Tujuan utama penerapan rotasi dalam permainan bola voli adalah ....

A. memberikan kesempatan pemain menempati posisi secara bergantian sesuai aturan
B. membuat pemain bebas berpindah posisi kapan saja
C. mengubah ukuran lapangan permainan
D. memberikan tambahan satu pemain bagi tim yang melakukan servis

6. Dalam pertandingan antarkelas, seorang siswa mengatakan bahwa sebuah tim bola voli dapat memainkan 8 pemain sekaligus di dalam lapangan agar peluang memenangkan pertandingan lebih besar. Temannya tidak setuju. Berdasarkan aturan permainan, jumlah pemain setiap regu yang berada di lapangan saat permainan berlangsung adalah ....

A. 4 pemain
B. 5 pemain
C. 6 pemain
D. 7 pemain

7. Ketika melakukan serangan, seorang pemain memukul bola dan bola menyentuh garis batas lapangan lawan. Lawan menyatakan bahwa bola keluar karena menyentuh garis. Berdasarkan aturan umum bola voli, keputusan yang tepat adalah ....

A. bola dinyatakan keluar karena menyentuh garis
B. bola dinyatakan masuk karena garis termasuk bagian dari lapangan
C. permainan harus diulang
D. poin diberikan kepada pemain yang melakukan pukulan

8. Dalam suatu reli, pemain A melakukan sentuhan pertama dengan passing bawah. Pemain B kemudian melakukan passing atas untuk mengatur bola. Pemain C melakukan smash ke daerah lawan. Urutan tersebut menunjukkan bahwa permainan bola voli membutuhkan ....

A. kemampuan satu pemain untuk menyelesaikan seluruh serangan
B. kerja sama dan pembagian peran antarpemain
C. penguasaan bola menggunakan kaki
D. perpindahan pemain tanpa mengikuti aturan

9. Seorang pemain melakukan servis, tetapi sebelum bola melewati net, kakinya menginjak garis belakang lapangan. Wasit menghentikan permainan dan memberikan poin kepada lawan. Alasan keputusan tersebut adalah ....

A. pemain tidak boleh menggunakan tangan saat servis
B. pemain melakukan kesalahan posisi saat melakukan servis
C. bola servis harus dipukul dengan kedua tangan
D. servis hanya boleh dilakukan dari tengah lapangan

10. Dalam pertandingan, seorang pemain terus-menerus keluar dari posisi rotasinya sehingga susunan pemain menjadi tidak sesuai dengan ketentuan saat servis dilakukan. Dampak yang paling mungkin terjadi adalah ....

A. tim memperoleh tambahan poin
B. tim dinyatakan melakukan kesalahan posisi
C. permainan otomatis dimenangkan oleh tim tersebut
D. pemain tersebut diperbolehkan menggunakan kaki untuk mengembalikan bola


B. Teknik Dasar Bola Voli dan Penggunaannya

11. Perhatikan situasi berikut!

Bola hasil servis lawan datang dengan arah rendah dan cukup keras menuju tubuh pemain belakang. Pemain harus mengendalikan bola agar dapat diarahkan kepada setter.

Teknik yang paling tepat digunakan adalah ....

A. smash
B. block
C. passing bawah
D. servis atas

12. Setter menerima bola pertama dengan baik. Bola berada pada ketinggian yang memungkinkan untuk diatur kepada pemain penyerang. Teknik yang paling tepat digunakan setter adalah ....

A. passing atas
B. passing bawah
C. block
D. servis bawah

13. Dalam sebuah pertandingan, pemain A menerima servis dengan passing bawah, tetapi bola justru melambung jauh ke belakang lapangan sendiri. Setelah diamati, posisi kedua lengan pemain tidak membentuk bidang pantulan yang baik. Perbaikan yang paling tepat adalah ....

A. memukul bola sekuat mungkin dengan telapak tangan
B. menjaga kedua lengan tetap membentuk bidang pantulan dan mengarahkan badan ke sasaran
C. membelakangi arah datangnya bola
D. menekuk kedua siku saat bola mengenai lengan

14. Seorang pemain akan melakukan servis bawah. Ia ingin menghasilkan bola yang terarah dan melewati net dengan kontrol yang baik. Tindakan yang paling tepat adalah ....

A. memukul bola menggunakan bagian lengan yang terkontrol sambil mengarahkan ayunan ke depan
B. melempar bola tinggi kemudian melakukan pukulan keras seperti smash
C. memukul bola dengan kedua telapak tangan secara bersamaan
D. menendang bola dari belakang garis lapangan

15. Dalam suatu pertandingan, pemain melakukan servis atas. Bola hasil servis sering tidak melewati net karena titik perkenaan bola terlalu rendah. Berdasarkan kesalahan tersebut, perbaikan yang paling tepat adalah ....

A. memperhatikan lambungan dan melakukan kontak bola pada titik yang sesuai
B. mengurangi konsentrasi saat memukul bola
C. memukul bola setelah bola menyentuh lantai
D. berdiri semakin dekat dengan net

16. Tim B memperoleh kesempatan menyerang. Setter memberikan umpan tinggi kepada pemain depan. Pemain tersebut melakukan awalan, tolakan, dan memukul bola dengan kuat ke daerah kosong pertahanan lawan. Teknik yang sedang diterapkan adalah ....

A. passing bawah
B. passing atas
C. smash
D. servis bawah

17. Saat menghadapi smash keras dari lawan, dua pemain depan tim A melompat di dekat net dengan kedua tangan diangkat untuk menghalangi arah bola. Teknik tersebut digunakan dengan tujuan ....

A. mengatur bola kepada setter
B. menghalangi serangan lawan agar bola tidak mudah masuk ke daerah sendiri
C. melakukan servis secara bersamaan
D. menerima bola rendah dari lawan

18. Dalam sebuah permainan, pemain melakukan smash keras tetapi bola selalu keluar melewati garis belakang lawan. Jika tujuan utama smash adalah memperoleh poin melalui serangan yang efektif, perubahan yang paling tepat adalah ....

A. meningkatkan kekuatan pukulan tanpa memperhatikan arah
B. mengurangi kontrol tubuh agar pukulan lebih cepat
C. mengatur arah dan titik pukulan agar bola tetap berada di area permainan lawan
D. melakukan smash dari luar lapangan

19. Perhatikan pola permainan berikut!

Servis lawan → pemain belakang menerima bola → setter mengatur bola → spiker melakukan serangan.

Jika penerimaan servis sering menghasilkan bola yang tidak terarah sehingga setter kesulitan memberikan umpan, kemampuan yang perlu mendapat prioritas untuk diperbaiki adalah ....

A. passing bawah
B. block
C. smash
D. servis atas

20. Dalam pertandingan, tim A memiliki pemain yang mampu melakukan smash dengan sangat baik, tetapi tim tersebut sering kehilangan poin karena bola pertama tidak dapat dikontrol dengan baik. Strategi latihan yang paling tepat agar kemampuan tim menjadi lebih seimbang adalah ....

A. hanya melatih smash karena merupakan teknik untuk mendapatkan poin
B. mengurangi latihan passing agar lebih banyak waktu untuk menyerang
C. meningkatkan latihan passing dan kerja sama antarpemain sebelum mengembangkan serangan
D. mengganti semua pemain penyerang dengan pemain bertahan


Kesimpulan Materi

Kesimpulan hasil pembelajan

Komentar Peserta didik :


Kamis, 03 September 2026

lempar cakramKelas 9

IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 3 Sebtember 2026

- Kelas                         :  IX

- Judul Materi             :  Lempar Cakram

- pertemuan ke            : 7

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;


A . Memahami (Meaningful Learning):

·       Guru menampilkan gambar/video singkat gerakan lempar cakram. Peserta didik mengamati dan mengidentifikasi tahapan gerak, mulai dari sikap awal, cara memegang cakram, gerakan awalan/putaran, posisi tubuh, gerakan melempar, hingga gerak lanjutan. Guru mengajukan pertanyaan: “Mengapa setiap tahapan gerakan harus dilakukan secara berurutan?” Peserta didik berdiskusi berpasangan dan menyampaikan hasil pengamatannya. Guru memberikan penguatan dan memperagakan kombinasi gerak dasar yang benar.

B . Mengaplikasi (Joyful Learning)

Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok/stasiun latihan. Stasiun

1: latihan cara memegang dan mengayunkan cakram. Stasiun

2: latihan sikap awal dan gerak putaran tanpa lemparan. Stasiun

3: latihan koordinasi gerak kaki, pinggul, badan, dan lengan. Stasiun

4: praktik rangkaian gerak lempar cakram menggunakan alat yang aman/modifikasi. Peserta didik bergantian mencoba, mengamati teman, dan memberikan umpan balik sederhana berdasarkan kriteria gerak yang telah ditentukan guru.

C . Merefleksi (Mindful Learning)

Setelah praktik, peserta didik melakukan pendinginan dan duduk bersama kelompok. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan pertanyaan: “Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit kalian lakukan? Mengapa?”, “Apa yang harus diperbaiki agar rangkaian gerak lempar cakram menjadi lebih baik?”, dan “Bagaimana cara melakukan lempar cakram dengan aman?” Peserta didik menyampaikan pengalaman dan kesimpulannya. Guru memberikan apresiasi, koreksi, dan penguatan terhadap pembelajaran.

Alur tujuan pembelajaran

 1. Peserta didik mampu mempraktikkan teknik dasar lempar cakram secara bertahap dengan menerapkan posisi tubuh, koordinasi gerak, pelepasan cakram, dan keselamatan sesuai prosedur.

2. Peserta didik mampu menganalisis kesalahan teknik dan faktor yang memengaruhi hasil lemparan untuk menentukan strategi gerak yang lebih efektif dalam meningkatkan jarak lemparan.


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

 

Mengenal Lempar Cakram

1. Pengertian

Lempar cakram merupakan salah satu nomor atletik dalam kelompok nomor lempar. Dalam aktivitas ini, peserta didik melempar sebuah alat berbentuk cakram sejauh mungkin ke dalam sektor lemparan dengan menggunakan teknik yang benar.

Tujuan utama lempar cakram bukan hanya memperoleh jarak lemparan yang jauh, tetapi juga melakukan gerakan dengan tepat, aman, sesuai aturan, dan sportif.

Dalam pembelajaran PJOK, peserta didik tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan, tetapi juga memahami mengapa suatu teknik dapat menghasilkan lemparan yang lebih efektif.







C. Sejarah Singkat Lempar Cakram

Lempar cakram telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Aktivitas melempar cakram menjadi bagian dari berbagai kegiatan olahraga pada masa tersebut dan kemudian berkembang menjadi salah satu nomor dalam atletik modern.

Salah satu gambaran terkenal mengenai aktivitas lempar cakram pada masa Yunani Kuno adalah patung Discobolus, yang menggambarkan seorang atlet sedang melakukan persiapan untuk melempar cakram.

Dalam perkembangan olahraga modern, lempar cakram menjadi salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam Olimpiade modern.

Di Indonesia, lempar cakram dipelajari sebagai bagian dari materi atletik dalam pembelajaran PJOK dan juga dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan atletik.

Tahukah Kamu?

Lempar cakram membutuhkan kombinasi beberapa kemampuan, antara lain:

  • koordinasi;
  • keseimbangan;
  • kelenturan;
  • kekuatan;
  • kecepatan;
  • ketepatan;
  • konsentrasi.

Oleh karena itu, keberhasilan lempar cakram tidak hanya ditentukan oleh kekuatan tangan.


D. Peralatan Lempar Cakram

Cakram merupakan alat berbentuk bulat dan pipih yang digunakan dalam aktivitas lempar cakram.

Dalam pembelajaran di sekolah, ukuran dan berat cakram dapat disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, kemampuan, dan keselamatan peserta didik.

Peralatan pembelajaran dapat berupa:

  • cakram;
  • lapangan atau lingkaran lempar;


  • sektor pendaratan;
  • alat pengukur jarak;
  • cone atau tanda pembatas;
  • alat keselamatan sesuai kebutuhan.

Catatan keselamatan: peserta didik tidak boleh mengambil cakram sebelum guru memberikan instruksi bahwa area lempar sudah aman.


E. Teknik Dasar Lempar Cakram

Secara umum, teknik lempar cakram terdiri atas beberapa tahapan.

1. Teknik Memegang Cakram

Cara memegang cakram:

  1. Letakkan cakram pada telapak tangan.
  2. Jari-jari direnggangkan secara wajar.
  3. Ujung jari mencengkeram bagian tepi cakram.
  4. Ibu jari berada pada posisi yang membantu menjaga kestabilan cakram.
  5. Pegangan tidak terlalu kaku.

Hal penting: cakram harus dapat dikontrol dengan baik tanpa membuat tangan terlalu tegang.


2. Sikap Awal

Pada sikap awal:

  • tubuh berada di dalam lingkaran lempar;
  • kaki ditempatkan dengan seimbang;
  • badan rileks tetapi siap bergerak;
  • cakram berada pada posisi yang memungkinkan peserta didik melakukan ayunan;
  • pandangan dan konsentrasi diarahkan sesuai kebutuhan gerakan.

Sikap awal yang baik membantu peserta didik memperoleh keseimbangan dan kesiapan melakukan gerakan berikutnya.


3. Gerakan Awalan dan Ayunan

Gerakan awalan bertujuan mempersiapkan tubuh untuk menghasilkan gerakan lempar yang efektif.

Peserta didik melakukan ayunan cakram secara terkontrol sambil menjaga keseimbangan tubuh.

Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah:

keseimbangan → koordinasi → irama gerakan → kesiapan melakukan putaran.

Jangan melakukan gerakan secara terburu-buru. Gerakan yang terkontrol lebih penting daripada sekadar bergerak cepat.


4. Gerakan Putaran

Putaran merupakan salah satu karakteristik penting dalam teknik lempar cakram.

Pada pembelajaran kelas IX, peserta didik dapat mempelajari putaran secara bertahap, dimulai dari gerakan sederhana sebelum melakukan rangkaian lengkap.

Tujuan putaran adalah membantu menghasilkan kecepatan gerak dan momentum yang dapat diteruskan pada saat cakram dilepaskan.



Asessment

1. Jelaskan pengertian lempar cakram dan tujuan utama melakukan lempar cakram dalam olahraga atletik!

2. Sebutkan dan jelaskan tahapan teknik dasar lempar cakram, mulai dari cara memegang cakram, sikap awal, ayunan, gerakan melempar, hingga gerakan lanjutan!

3. Mengapa cara memegang cakram dan posisi jari-jari tangan harus dilakukan dengan benar? Jelaskan pengaruhnya terhadap hasil lemparan!

4. Seorang peserta didik melakukan lempar cakram, tetapi cakram yang dilempar tidak berputar dengan baik dan arah lemparannya kurang tepat. Menurut pendapatmu, kesalahan teknik apa yang mungkin terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya?

5. Dalam latihan lempar cakram, seorang teman mengalami kesulitan menjaga keseimbangan setelah melakukan lemparan. Analisis penyebab masalah tersebut dan jelaskan cara melakukan gerakan lanjutan (follow-through) yang benar agar lemparan tetap aman dan efektif!


Kesimpulan Materi :


Kesimpulan hasil pembelajan :


Komentar Peserta didik :

 

GERAK SEFESIFIK BOLA VOLI keas 8

 IDENTITASI - Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd - Mapel Diampuh        :  PJOK - Hari/Tanggal            :  7 September 2026 - K...