Kamis, 03 September 2026

lempar cakramKelas 9

IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 3 Sebtember 2026

- Kelas                         :  IX

- Judul Materi             :  Lempar Cakram

- pertemuan ke            : 7

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;


A . Memahami (Meaningful Learning):

·       Guru menampilkan gambar/video singkat gerakan lempar cakram. Peserta didik mengamati dan mengidentifikasi tahapan gerak, mulai dari sikap awal, cara memegang cakram, gerakan awalan/putaran, posisi tubuh, gerakan melempar, hingga gerak lanjutan. Guru mengajukan pertanyaan: “Mengapa setiap tahapan gerakan harus dilakukan secara berurutan?” Peserta didik berdiskusi berpasangan dan menyampaikan hasil pengamatannya. Guru memberikan penguatan dan memperagakan kombinasi gerak dasar yang benar.

B . Mengaplikasi (Joyful Learning)

Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok/stasiun latihan. Stasiun

1: latihan cara memegang dan mengayunkan cakram. Stasiun

2: latihan sikap awal dan gerak putaran tanpa lemparan. Stasiun

3: latihan koordinasi gerak kaki, pinggul, badan, dan lengan. Stasiun

4: praktik rangkaian gerak lempar cakram menggunakan alat yang aman/modifikasi. Peserta didik bergantian mencoba, mengamati teman, dan memberikan umpan balik sederhana berdasarkan kriteria gerak yang telah ditentukan guru.

C . Merefleksi (Mindful Learning)

Setelah praktik, peserta didik melakukan pendinginan dan duduk bersama kelompok. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan pertanyaan: “Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit kalian lakukan? Mengapa?”, “Apa yang harus diperbaiki agar rangkaian gerak lempar cakram menjadi lebih baik?”, dan “Bagaimana cara melakukan lempar cakram dengan aman?” Peserta didik menyampaikan pengalaman dan kesimpulannya. Guru memberikan apresiasi, koreksi, dan penguatan terhadap pembelajaran.

Alur tujuan pembelajaran

 1. Peserta didik mampu mempraktikkan teknik dasar lempar cakram secara bertahap dengan menerapkan posisi tubuh, koordinasi gerak, pelepasan cakram, dan keselamatan sesuai prosedur.

2. Peserta didik mampu menganalisis kesalahan teknik dan faktor yang memengaruhi hasil lemparan untuk menentukan strategi gerak yang lebih efektif dalam meningkatkan jarak lemparan.


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

 

Mengenal Lempar Cakram

1. Pengertian

Lempar cakram merupakan salah satu nomor atletik dalam kelompok nomor lempar. Dalam aktivitas ini, peserta didik melempar sebuah alat berbentuk cakram sejauh mungkin ke dalam sektor lemparan dengan menggunakan teknik yang benar.

Tujuan utama lempar cakram bukan hanya memperoleh jarak lemparan yang jauh, tetapi juga melakukan gerakan dengan tepat, aman, sesuai aturan, dan sportif.

Dalam pembelajaran PJOK, peserta didik tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan, tetapi juga memahami mengapa suatu teknik dapat menghasilkan lemparan yang lebih efektif.







C. Sejarah Singkat Lempar Cakram

Lempar cakram telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Aktivitas melempar cakram menjadi bagian dari berbagai kegiatan olahraga pada masa tersebut dan kemudian berkembang menjadi salah satu nomor dalam atletik modern.

Salah satu gambaran terkenal mengenai aktivitas lempar cakram pada masa Yunani Kuno adalah patung Discobolus, yang menggambarkan seorang atlet sedang melakukan persiapan untuk melempar cakram.

Dalam perkembangan olahraga modern, lempar cakram menjadi salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam Olimpiade modern.

Di Indonesia, lempar cakram dipelajari sebagai bagian dari materi atletik dalam pembelajaran PJOK dan juga dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan atletik.

Tahukah Kamu?

Lempar cakram membutuhkan kombinasi beberapa kemampuan, antara lain:

  • koordinasi;
  • keseimbangan;
  • kelenturan;
  • kekuatan;
  • kecepatan;
  • ketepatan;
  • konsentrasi.

Oleh karena itu, keberhasilan lempar cakram tidak hanya ditentukan oleh kekuatan tangan.


D. Peralatan Lempar Cakram

Cakram merupakan alat berbentuk bulat dan pipih yang digunakan dalam aktivitas lempar cakram.

Dalam pembelajaran di sekolah, ukuran dan berat cakram dapat disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, kemampuan, dan keselamatan peserta didik.

Peralatan pembelajaran dapat berupa:

  • cakram;
  • lapangan atau lingkaran lempar;


  • sektor pendaratan;
  • alat pengukur jarak;
  • cone atau tanda pembatas;
  • alat keselamatan sesuai kebutuhan.

Catatan keselamatan: peserta didik tidak boleh mengambil cakram sebelum guru memberikan instruksi bahwa area lempar sudah aman.


E. Teknik Dasar Lempar Cakram

Secara umum, teknik lempar cakram terdiri atas beberapa tahapan.

1. Teknik Memegang Cakram

Cara memegang cakram:

  1. Letakkan cakram pada telapak tangan.
  2. Jari-jari direnggangkan secara wajar.
  3. Ujung jari mencengkeram bagian tepi cakram.
  4. Ibu jari berada pada posisi yang membantu menjaga kestabilan cakram.
  5. Pegangan tidak terlalu kaku.

Hal penting: cakram harus dapat dikontrol dengan baik tanpa membuat tangan terlalu tegang.


2. Sikap Awal

Pada sikap awal:

  • tubuh berada di dalam lingkaran lempar;
  • kaki ditempatkan dengan seimbang;
  • badan rileks tetapi siap bergerak;
  • cakram berada pada posisi yang memungkinkan peserta didik melakukan ayunan;
  • pandangan dan konsentrasi diarahkan sesuai kebutuhan gerakan.

Sikap awal yang baik membantu peserta didik memperoleh keseimbangan dan kesiapan melakukan gerakan berikutnya.


3. Gerakan Awalan dan Ayunan

Gerakan awalan bertujuan mempersiapkan tubuh untuk menghasilkan gerakan lempar yang efektif.

Peserta didik melakukan ayunan cakram secara terkontrol sambil menjaga keseimbangan tubuh.

Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah:

keseimbangan → koordinasi → irama gerakan → kesiapan melakukan putaran.

Jangan melakukan gerakan secara terburu-buru. Gerakan yang terkontrol lebih penting daripada sekadar bergerak cepat.


4. Gerakan Putaran

Putaran merupakan salah satu karakteristik penting dalam teknik lempar cakram.

Pada pembelajaran kelas IX, peserta didik dapat mempelajari putaran secara bertahap, dimulai dari gerakan sederhana sebelum melakukan rangkaian lengkap.

Tujuan putaran adalah membantu menghasilkan kecepatan gerak dan momentum yang dapat diteruskan pada saat cakram dilepaskan.



Asessment

1. Jelaskan pengertian lempar cakram dan tujuan utama melakukan lempar cakram dalam olahraga atletik!

2. Sebutkan dan jelaskan tahapan teknik dasar lempar cakram, mulai dari cara memegang cakram, sikap awal, ayunan, gerakan melempar, hingga gerakan lanjutan!

3. Mengapa cara memegang cakram dan posisi jari-jari tangan harus dilakukan dengan benar? Jelaskan pengaruhnya terhadap hasil lemparan!

4. Seorang peserta didik melakukan lempar cakram, tetapi cakram yang dilempar tidak berputar dengan baik dan arah lemparannya kurang tepat. Menurut pendapatmu, kesalahan teknik apa yang mungkin terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya?

5. Dalam latihan lempar cakram, seorang teman mengalami kesulitan menjaga keseimbangan setelah melakukan lemparan. Analisis penyebab masalah tersebut dan jelaskan cara melakukan gerakan lanjutan (follow-through) yang benar agar lemparan tetap aman dan efektif!


Kesimpulan Materi :


Kesimpulan hasil pembelajan :


Komentar Peserta didik :

 

gerak dasar jalan sehat,kelas 7

 IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 3 September 2026

- Kelas                         :  VII

- Judul Materi             :  Jalan Cepat

- pertemuan ke            : 8

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;


A . Mindful (Berkesadaran)

·       Guru mengaitkan jalan cepat dengan aktivitas sehari-hari, olahraga, dan perlombaan. Guru menjelaskan bahwa jalan cepat bukan sekadar berjalan cepat, tetapi memiliki urutan dan aturan gerak tertentu.

·    Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.

B . Joyful (Menyenangkan)

· Guru memperagakan teknik jalan cepat secara bertahap: sikap awal, posisi badan, ayunan lengan, gerakan langkah kaki, kontak kaki dengan tanah, dan koordinasi gerak.


· didik mengamati demonstrasi dengan fokus dan mengidentifikasi bagian-bagian gerak yang penting.

·       Mindful (Berkesadaran)

Guru menjelaskan aturan dasar jalan cepat, terutama prinsip gerak kaki dan posisi tubuh agar tidak menyerupai gerakan berlari.


Peserta didik menyebutkan kembali urutan teknik dan aturan dasar yang harus diperhatikan.

Alur tujuan pembelajaran

 1. Mempraktikkan teknik dasar jalan cepat sesuai urutan gerak dan aturan yang benar pada berbagai bentuk latihan.

2. Menganalisis kelebihan, kekurangan, dan kesalahan teknik jalan cepat berdasarkan hasil pengamatan diri maupun teman untuk menentukan alternatif perbaikan gerak.



MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, 


JALAN CEPAT

Jarak tempuh jalan cepat adalah 3 km dan 5 km untuk turnamen di dalam ruangan. Bila lomba dilakukan pada luar ruangan, jarak tempuhnya sebesar 5 km, 20 km, dan 50 km. 

Jarak tempuh meningkat menjadi 10 km, 20 km, dan 50 km bila diadakan di jalanan berlapis logam.

Di dalam perlombaan, jenis olahraga kardio ini cepat harus dilakukan sesuai teknik dasar jalan cepat yang ditetapkan. Bila tidak, Anda segera didiskualifikasi.

Manfaat jalan cepat

Seperti halnya berjalan pada umumnya, jenis latihan ini memiliki beberapa manfaat, seperti dikutip dari situs Mayo Clinic.

Menjaga berat badan yang sehat.

Mencegah sekaligus mengelola berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kanker, dan diabetes tipe 2.

Meningkatkan fungsi jantung.

Kebugaran jasmani meningkat secara menyeluruh.

Menguatkan tulang dan otot tubuh.

Memperbaiki suasana hati, kemampuan berpikir, memori, dan kualitas tidur karena bisa mengurangi stres.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Semua manfaat olahraga ini mungkin akan lebih banyak didapatkan dengan jalan cepat daripada jalan biasa.

Mengingat latihan berjalan cepat ini dapat membakar kalori lebih banyak daripada jalan biasa, manfaat jalan cepat dalam menurunkan berat badan jadi lebih besar.

Untuk menambah kecepatan berjalan, kuncinya adalah memosisikan tubuh, langkah, dan gerakan tangan dan kaki yang sinkron.

Selama Anda berjalan, hitung irama kaki Anda supaya lebih menyenangkan.

Teknik dasar jalan cepat (race walking)

Olahraga ini berbeda dengan jalan kaki biasa, tapi tidak sulit dilakukan. Bila sudah terbiasa jalan kaki, olahraga akan lebih mudah dilakukan.

Secara umum, berikut cara melakukan jalan cepat yang perlu Anda ketahui. 

  • Bila kaki belakang mulai maju, tumpuan dipindahkan ke kaki depan.
  • Betis dan lutut harus tetap lurus selama mungkin.
  • Mengencangkan otot punggung dan perut.
  • Kaki belakang harus dibawa ke depan sedekat mungkin dengan permukaan tanah.
  • Gerakan kaki lurus sejajar.
  • Mendorong tubuh menggunakan gerakan lengan yang lentur dan postur pinggul yang baik.

Lebih rinci, teknik yang digunakan harus memperhatikan postur dan gerakan berbagai tubuh.

Beberapa bagian yang perlu diamati, yaitu seperti kaki, lutut, pinggul, badan bagian tengah, lengan dan bahu, serta kepala. Berikut penjelasannya.

1. Kaki

  • Jari-jari kaki harus mengarah tepat ke depan, tidak menyimpang ke arah luar.
  • Bila kaki tidak mendarat ke arah depan, Anda akan sulit langkah panjang.
  • Dorongan kaki belakang tidak sejajar dengan tubuh. Jadi, Anda hanya bisa membenahi postur hanya saat kaki dibawa ke depan.
  • Kedua kaki harus melangkah pada satu garis lurus.

2. Lutut

  • Lutut harus lurus dan terkunci saat telapak kaki menyentuh permukaan.
  • Lutut harus lurus selama mungkin saat kaki belakang mendorong tubuh.
  • Jika lutut tidak terkunci saat mendarat, Anda justru akan dihitung sebagai berlari bila menambah kecepatan.
  • Betis yang ditekuk juga membuat Anda sulit jalan cepat karena tumit, telapak, dan jari kaki susah menapak.

3. Pinggul

  • Saat telapak kaki bagian depan menyentuh permukaan, Anda harus mendorong pinggul di sisi kaki tersebut ke depan. Jadi, arahnya berlawanan dengan pinggul sisi lainnya di bagian belakang.
  • Pinggul dibiarkan turun serendah mungkin saat kaki sedang melangkah.
  • Pinggul tidak boleh bergerak ke kanan dan ke kiri agar tidak mengganggu keseimbangan dan memperpendek langkah.
  • Satu tumit harus menyentuh permukaan agar tidak didiskualifikasi.

Gerakan pinggul yang baik akan membuat jari-jari kaki berada di permukaan dalam waktu yang lebih lama.

4. Badan bagian tengah

  • Tubuh harus tegak atau sedikit membungkuk ke depan, tidak lebih dari 5º.
  • Tubuh membungkuk akan mengganggu gerakan pinggul sehingga Anda mendarat dengan betis yang tertekuk.

Badan yang terlalu tegap dan condong ke belakang menyebabkan otot yang menopang tulang belakang menjadi tegang. Dalam kasus parah, hal ini bisa memicu 

5. Lengan dan bahu Lengan harus digunakan untuk menyeimbangkan tubuh. Gerakan lengan harus melintasi tubuh, lalu diarahkan ke depan. Menggerakannya ke arah depan hanya akan membuat Anda seperti berlari. Siku harus ditekuk sebesar 90º. Posisi siku harus berhimpitan dengan bagian tengah tubuh. Bahu harus rendah, santai, tetap tegak Bahu harus tetap menyiku dan arahnya menyesuaikan gerakan tubuh. Postur bahu yang miring ke samping hanya membuat pinggul salah bergerak. Sementara itu, bahu terangkat hanya membuat gerakan lengan menjadi berlebihan. 6. Kepala Kepala harus tetap tegak dan Anda harus melihat ke depan. Gerak kepala harus berada di garis lurus sejajar dengan tanah. Bila postur pinggul belum mantap, kepala akan naik turun saat melakukan jalan cepat. Juri akan memantau dengan saksama apakah salah satu kaki akan menyentuh tanah sebelum sisi kaki lainnya terangkat. Anda akan didiskualifikasi bila 2 juri (ketua dan juri lain) atau 3 juri berbeda melihat teknik tidak dilakukan dengan tepat.

ling vidio jalan cepat : https://www.youtube.com/watch?v=0utq4cZ_iLM

Asessment

1. Jelaskan urutan teknik dasar jalan cepat yang benar, mulai dari sikap awal, posisi badan, gerakan kaki, ayunan lengan, hingga koordinasi gerakan!

2. Saat melakukan jalan cepat, seorang peserta didik terlihat membungkukkan badan, langkahnya tidak teratur, dan ayunan lengannya kurang sesuai. Analisis kesalahan yang dilakukan peserta didik tersebut dan jelaskan cara memperbaikinya!

3. Setelah melakukan praktik jalan cepat, kamu diminta mengamati gerakanmu sendiri. Sebutkan dua kelebihan dan dua kekurangan teknik jalan cepat yang kamu miliki, kemudian jelaskan bagaimana cara memperbaiki kekurangan tersebut!

4. Perhatikan temanmu ketika melakukan jalan cepat. Ia sering kehilangan keseimbangan karena posisi badan terlalu condong dan koordinasi gerakan kaki dengan lengan kurang baik. Menurutmu, apa penyebab kesalahan tersebut dan alternatif latihan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya?

5. Dalam suatu latihan, kamu sudah mampu melakukan jalan cepat sesuai aturan, tetapi gerakanmu masih kurang efektif. Analisis aspek teknik yang perlu diperbaiki dan susun langkah-langkah perbaikan agar gerakan jalan cepat menjadi lebih baik dan efisien!


Kesimpulan Materi :


Kesimpulan hasil pembelajan :


Komentar Peserta didik :

lempar cakramKelas 9

IDENTITASI - Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd - Mapel Diampuh        :  PJOK - Hari/Tanggal            :  Kamis / 3 Sebtember 2...