Rabu, 04 November 2026

Sejarah,pengertian,peraturan permainan bola basket, kelas 9

IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Rabu / 4 Oktober 2026

- Kelas                         :  IX

- Pertemuan                 : 16

- Materi                       :  Bola Basket

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.3. Bergaya Hidup Aktif : Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani untuk menggambarkan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas yang berbeda; berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang menyehatkan di luar ruang dan/atau lingkungan alam dan menggambarkan sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan menjelaskan partisipasi; dan dan mengusulkan strategi peningkatan aktivitas jasmani dan perilaku pencegahan penyakit disesuaikan dengan kemampuan (kondisional). dan karakteristik.

Tujuan pembelajaran

berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang menyehatkan di luar ruang dan/atau lingkungan alam dan menggambarkan sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan menjelaskan partisipasi

A . Mindful (Berkesadaran)

Guru mengarahkan peserta didik melakukan pemanasan dan memeriksa kesiapan fisik serta kondisi lapangan dan peralatan.

Guru menjelaskan teknik dasar passing bawah, passing atas, servis bawah, servis atas, smash, dan block, meliputi posisi awal, pelaksanaan gerakan, dan gerak lanjutan.

Peserta didik memusatkan perhatian pada penjelasan dan demonstrasi guru.

Peserta didik mengidentifikasi tahapan gerak setiap teknik dasar bola voli.

B .  Meanigfull (Bermakna)

Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil untuk melakukan latihan individu, berpasangan, dan kelompok.

Guru membimbing peserta didik mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan sasaran tertentu, serta servis bawah dan servis atas melewati net atau tali pembatas.

Peserta didik mempraktikkan keenam teknik dasar sesuai instruksi guru.

Peserta didik bekerja sama dengan pasangan untuk mengamati ketepatan gerakan dan memberikan masukan.

C.Joyful (Menyenangkan)

Guru mengorganisasikan permainan modifikasi bola voli, misalnya permainan 3 lawan 3 atau 4 lawan 4 dengan aturan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

Guru memberikan tantangan kepada setiap kelompok untuk membangun serangan melalui passing, umpan, dan serangan yang sesuai dengan situasi.

Peserta didik mengikuti permainan modifikasi secara aktif dan sportif.

Peserta didik menerapkan passing bawah, passing atas, servis, smash, dan block sesuai kebutuhan permainan.

Alur tujuan pembelajaran

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, sejarah singkat, tujuan permainan, ukuran lapangan, perlengkapan, jumlah pemain, dan peraturan dasar bola basket dengan benar.

2. Peserta didik mampu menjelaskan teknik dasar bola basket (passing, catching, dribbling, shooting, pivot, rebound) beserta fungsi dan penerapannya dalam permainan.


Metode pembelajaran : 

Pendekatan pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)

 Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki. 

MODUL PEMBELAJARAN PJOK: PERMAINAN BOLA BASKET

Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Fase/Kelas: (Disesuaikan, misal: Fase D/Kelas IX atau Fase E/Kelas X)

1. Sejarah Singkat Bola Basket (Origin Story)

Sebagai langkah awal, siswa harus memahami akar dari olahraga ini. Bola basket bukan sekadar permainan, melainkan hasil inovasi jenius.

Deskripsi Materi: Permainan bola basket diciptakan pada bulan Desember 1891 oleh Dr. James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di International YMCA Training School (sekarang Springfield College) di Massachusetts, Amerika Serikat. Naismith mencari solusi untuk permainan indoor (dalam ruangan) yang kompetitif, tidak terlalu kasar, dan bisa dimainkan selama musim dingin yang panjang. Ia menggantungkan dua buah keranjang buah persik di balkon gimnasium sebagai sasaran, dan lahirlah bola basket. Permainan ini masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920-an, dibawa oleh para perantau dari Cina.



(Gambar 1: Visualisasi imajiner Dr. James Naismith dan keranjang buah persik pertama di gimnasium YMCA yang sederhana, circa 1891.)

2. Pengertian Bola Basket

Setelah mengetahui sejarahnya, kita definisikan permainannya secara teknis.

Deskripsi Materi: Bola basket adalah permainan bola besar beregu yang dimainkan oleh dua tim, masing-masing beranggotakan lima orang pemain di lapangan. Tujuan utama permainan ini adalah mencetak poin dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang (ring) lawan, serta mencegah lawan melakukan hal yang sama di keranjang kita. Permainan ini mengandalkan kecepatan, ketangkasan, kekuatan, dan kerja sama tim. Skor dihitung 1 poin untuk lemparan bebas (free throw), 2 poin untuk tembakan dari dalam garis perimeter, dan 3 poin untuk tembakan dari luar garis perimeter.



(Gambar 2: Pertandingan basket modern 5 vs 5 di lapangan indoor yang representatif, menunjukkan aspek kompetisi dan kerja sama.)

3. Teknik Dasar (Fundamental Skills)

Tanpa fondasi teknis yang kuat, seorang pemain tidak akan bisa berkontribusi maksimal. Inilah inti dari pembelajaran PJOK.

Deskripsi Materi: Ada empat teknik dasar utama yang wajib dikuasai oleh setiap pemain:

  1. Mengoper (Passing): Memindahkan bola ke rekan satu tim. Ada beberapa jenis, seperti Chest Pass (operan setinggi dada, paling akurat), Bounce Pass (operan pantul untuk melewati lawan), dan Overhead Pass (operan dari atas kepala untuk jarak jauh).

  2. Menggiring (Dribbling): Membawa bola dengan memantulkannya ke lantai menggunakan satu tangan (bergantian kiri/kanan, tapi tidak boleh bersamaan). Dribble digunakan untuk melindungi bola (protective), melewati lawan (crossover), atau mengatur serangan.

  3. Menembak (Shooting): Teknik memasukkan bola ke ring. Ini adalah kunci mencetak poin. Bentuk fundamentalnya adalah Set Shot, Jump Shot, dan Lay-up (tembakan lari).

  4. Gerakan Kaki (Pivot & Footwork): Gerakan berputar dengan satu kaki sebagai poros (pivot) tanpa menggesernya, dilakukan setelah menerima bola untuk menghindari sergapan lawan sebelum melakukan dribble, pass, atau shot



(Gambar 3: Montage empat panel yang mengilustrasikan fundamental: Passing, Dribbling, Shooting, dan Gerakan Pivot.)

4. Peraturan Permainan (Rules of the Game)

Peraturan menjaga keadilan dan integritas permainan. Siswa PJOK harus mengetahui batas-batasnya.

Deskripsi Materi: Secara garis besar, peraturan basket dibagi menjadi Pelanggaran Keras (Foul) dan Pelanggaran Administratif (Violation).

  1. Personal Foul: Kontak fisik ilegal yang merugikan lawan (misal: memukul tangan saat lawan menembak, mendorong, atau menghalangi jalan lawan dengan tubuh secara kasar). Jika terjadi saat lawan menembak, lawan mendapat free throw. Pemain akan dikeluarkan (fouled out) jika mencapai 5 foul dalam satu pertandingan.

  2. Violations: Pelanggaran aturan penanganan bola yang mengakibatkan perpindahan kepemilikan bola. Contoh utamanya:

    • Traveling (Walking): Melangkah lebih dari dua kali tanpa mendribble bola.

    • Double Dribble: Menghentikan dribble, memegang bola dengan dua tangan, lalu mendribble kembali; atau mendribble dengan kedua tangan bersamaan.

    • Pelanggaran Waktu: 3 Seconds (berdiam di area bersyarat lawan lebih dari 3 detik), 8 Seconds (gagal membawa bola melewati garis tengah dalam 8 detik), dan 24 Seconds (gagal melakukan shot yang mengenai ring dalam 24 detik waktu serangan).



(Gambar 4: Montage illustrative yang menunjukkan visualisasi Pelanggaran Keras (Foul), Pelanggaran Double Dribble, batas waktu serangan 24 detik, dan monitor pencatat foul pemain.)

Asesmen

1. Aspek: Sejarah Bola Basket

  • Soal: Permainan bola basket diciptakan pada akhir abad ke-19 oleh seorang guru olahraga. Jelaskan secara singkat latar belakang diciptakannya permainan bola basket oleh Dr. James Naismith dan benda apa yang pertama kali digunakan sebagai sasaran memasukkan bola!

2. Aspek: Pengertian Bola Basket

  • Soal: Secara definitif, bola basket dikategorikan sebagai permainan bola besar beregu. Jelaskan pengertian bola basket secara umum beserta berapa jumlah pemain inti yang berada di lapangan dari setiap tim!

3. Aspek: Teknik Dasar (Passing)

  • Soal: Dalam mengoper bola (passing) kepada rekan satu tim, terdapat beberapa teknik dasar yang biasa digunakan. Sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) jenis operan utama dalam permainan bola basket!

Kesimpulan Materi

Sebagai penutup, kita rangkum semuanya dan fokus pada nilai educatifnya.

Deskripsi Materi: Permainan bola basket adalah olahraga yang kompleks, dinamis, dan sangat menghibur. Diciptakan oleh Dr. Naismith sebagai solusi aktivitas indoor, kini basket telah mendunia. Untuk menjadi pemain basket yang baik, tidak cukup hanya memiliki fisik yang kuat; seseorang harus menguasai fundamental (Dribbling, Passing, Shooting, Pivot) dan memahami serta menghormati peraturan permainan (Foul & Violation). Lebih dari sekadar menang-kalah, bola basket mengajarkan nilai-nilai karakter penting: Kerja Sama Tim, Kedisiplinan, Sportivitas, dan Komunikasi.



Kesimpulan pembelajaran

komentar siswa

Senin, 02 November 2026

Tolak peluru

  IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  senin / 2 November 2026

- Kelas                         :  VIII

- Pertemuan                 : 12

- Materi                       :  Tolak Peluru

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;

A . Mindful (Berkesadaran)

Guru menjelaskan pengertian, tujuan, sejarah singkat, peraturan, peralatan, dan teknik dasar tolak peluru.

Siswa menyimak penjelasan guru dan mencatat informasi penting tentang tolak peluru.

Guru menunjukkan gambar atau demonstrasi tahapan teknik tolak peluru, mulai dari cara memegang peluru, sikap awal, gerakan menolak, hingga gerak lanjutan.

Siswa mengamati demonstrasi dan mengidentifikasi urutan tahapan gerak tolak peluru.

B .  Meanigfull (Bermakna)

Peserta didik memahami manfaat pembelajaran dan menghubungkan prinsip gerak tolak peluru dengan penerapannya dalam aktivitas olahraga.

Guru menjelaskan perbedaan gerakan menolak dan melempar peluru serta alasan peluru harus didorong dari dekat bahu.

Siswa menjelaskan kembali perbedaan gerakan menolak dan melempar berdasarkan penjelasan guru.

C.Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui aktivitas praktik yang aktif, aman, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Guru memimpin pemanasan dinamis dan latihan mobilitas bahu, lengan, pinggang, serta kaki sebelum praktik.

Siswa mengikuti pemanasan dengan tertib untuk mempersiapkan tubuh sebelum beraktivitas.

Alur tujuan pembelajaran

 - Mengenal konsep dasar, peraturan, peralatan, dan teknik dasar tolak peluru.

 - Memahami prinsip gerak dan tahapan teknik tolak peluru serta faktor yang memengaruhi hasil                 tolakan.

 - Mempraktikkan teknik dasar tolak peluru sesuai prosedur dan aturan keselamatan.


 Metode pembelajaran : 

Pendekatan pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)

 


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.

Materi


Materi PJOK Kelas VIII: Tolak Peluru

Bahan Bacaan Peserta Didik • Atletik • Kurikulum Merdeka

1. Pengertian Tolak Peluru

Tolak peluru adalah salah satu nomor olahraga atletik dalam kategori nomor lempar. Olahraga ini dilakukan dengan cara menolak atau mendorong bola logam dari dekat bahu menggunakan satu tangan, dengan tujuan mencapai jarak tolakan sejauh mungkin sesuai peraturan.

Tolak peluru berbeda dengan lempar bola. Dalam tolak peluru, peluru harus didorong dari dekat leher atau bahu, bukan diayunkan dan dilempar seperti bola biasa.

2. Sejarah Tolak Peluru

The 1908 London Olympics: The Greatest Games Ever Played
Olympics Day 7 - Athletics

7

Sejarah tolak peluru dapat dijelaskan melalui beberapa tahap berikut.

  1. Zaman kuno: Aktivitas menolak atau melontarkan benda berat telah dilakukan untuk menguji kekuatan fisik. Bentuk awalnya dikaitkan dengan penggunaan batu.

  2. Perkembangan di Inggris: Pada abad ke-19, tolak peluru berkembang menjadi olahraga yang menggunakan bola logam dan mulai diperlombakan secara lebih teratur.

  3. Olimpiade modern: Tolak peluru putra dipertandingkan dalam Olimpiade Athena tahun 1896. Nomor putri mulai dipertandingkan pada Olimpiade London tahun 1948.

Saat ini, tolak peluru menjadi salah satu nomor atletik yang mengutamakan kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan teknik yang benar.

3. Perlengkapan Tolak Peluru

Gill Athletics Pacer Stainless Steel Shot Put

a. Peluru

Berbentuk bola padat yang terbuat dari logam atau bahan lain sesuai ketentuan. Berat peluru disesuaikan dengan kategori perlombaan dan kemampuan peserta didik. Untuk pembelajaran SMP, guru dapat menggunakan bola modifikasi yang lebih ringan dan aman.

Vault Tape Measure – Resilite Sports Products

b. Meteran

Digunakan untuk mengukur jarak tolakan dari titik pendaratan peluru ke bagian dalam lingkaran sesuai prosedur pengukuran.

Red plastic whistle for sports refereeing and safety alert

c. Peluit

Digunakan guru atau petugas untuk memberikan aba-aba mulai, berhenti, dan pergantian giliran.

Field Marker Flags – Durable Plastic Marker Flags for Sports & Outdoor Use | Buy Online

d. Bendera penanda dan alat pembatas

Digunakan untuk menandai sektor pendaratan, batas area latihan, atau lokasi jatuhnya peluru.

4. Peluru dan Beratnya

Peluru berbentuk bola padat dan memiliki berat yang berbeda sesuai kategori atlet. Dalam perlombaan senior, berat standar yang umum digunakan adalah:

Kategori

Berat peluru

Putra senior

7,26 kg

Putri senior

4 kg


Untuk pembelajaran kelas VIII, guru harus menyesuaikan alat dengan usia, kemampuan, dan kondisi peserta didik. Utamakan bola modifikasi yang aman jika diperlukan dan jangan menggunakan peluru berat tanpa pengawasan langsung guru.

5. Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik dasar tolak peluru meliputi empat tahapan utama berikut.

A. Teknik memegang peluru

  • Peluru diletakkan pada pangkal jari-jari tangan, bukan digenggam erat seperti bola kecil.

  • Jari-jari dibuka secukupnya untuk menopang peluru.

  • Ibu jari dan jari kelingking membantu menjaga kestabilan peluru.

  • Peluru ditempatkan dekat leher atau bahu, dengan siku lengan penolak mengarah ke samping.

B. Sikap awal

  • Berdiri dengan posisi tubuh seimbang di dalam area latihan.

  • Kaki dibuka sesuai gaya yang dipelajari.

  • Lutut sedikit ditekuk dan badan rileks.

  • Peluru tetap berada dekat leher atau bahu.

  • Pandangan diarahkan ke area tolakan yang aman.

C. Gerakan menolak

  • Gerakan dimulai dengan dorongan kaki dan koordinasi pinggul serta badan.

  • Lengan penolak mendorong peluru dari dekat bahu ke arah depan atas.

  • Peluru didorong menggunakan satu tangan, bukan dilempar dengan ayunan dari belakang kepala.

  • Gerakan dilakukan secara terkoordinasi dan tidak memaksakan kemampuan.

D. Gerak lanjutan

  • Setelah melakukan tolakan, pertahankan keseimbangan tubuh.

  • Sesuaikan posisi kaki untuk mencegah tubuh kehilangan keseimbangan.

  • Tetap berada di dalam lingkaran sesuai ketentuan.

  • Keluar dari lingkaran melalui bagian belakang setelah tolakan dinyatakan selesai.

Uraian teknik ini mengikuti prinsip dasar pembelajaran tolak peluru dalam bahan ajar PJOK.

6. Lapangan Tolak Peluru

Lapangan tolak peluru terdiri atas lingkaran tolakan dan sektor pendaratan.

Bagian lapangan

Keterangan

Lingkaran tolakan

Tempat atlet melakukan gerakan menolak; diameter bagian dalam standar 2,135 meter.

Balok penahan

Berada di bagian depan lingkaran untuk membantu membatasi posisi kaki atlet.

Sektor pendaratan

Area berbentuk seperti kipas tempat peluru harus jatuh agar tolakan sah.

Garis sektor

Menandai batas kiri dan kanan area pendaratan.

Area pengukuran

Digunakan petugas untuk mengukur jarak hasil tolakan.

Sudut sektor pendaratan pada lapangan standar yang digunakan dalam peraturan modern adalah 34,92°. Sejumlah buku ajar lama menampilkan sudut 40°, sehingga guru perlu membedakan referensi lama dan ketentuan standar modern.

7. Peraturan Dasar dan Keselamatan

Peraturan dasar:

  1. Peluru ditolak menggunakan satu tangan dari dekat leher atau bahu.

  2. Tolakan dilakukan dari dalam lingkaran.

  3. Peluru harus jatuh di dalam sektor pendaratan.

  4. Atlet tidak boleh keluar dari lingkaran sebelum tolakan selesai sesuai aturan.

  5. Jarak tolakan diukur berdasarkan prosedur resmi.

Keselamatan saat pembelajaran:

  • Lakukan pemanasan sebelum praktik.

  • Pastikan area tolakan dan pendaratan kosong.

  • Lakukan gerakan hanya setelah mendapat aba-aba guru.

  • Jangan mengambil peluru saat peserta lain sedang berlatih.

  • Gunakan alat sesuai kemampuan dan arahan guru.

Asesmen

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1. Jelaskan pengertian olahraga tolak peluru dan tujuan dilakukannya olahraga tersebut!

2. Jelaskan secara singkat sejarah perkembangan olahraga tolak peluru hingga menjadi cabang olahraga Olimpiade!

3. Sebutkan dan jelaskan empat teknik dasar dalam olahraga tolak peluru!

4. Sebutkan tiga perlengkapan yang digunakan dalam olahraga tolak peluru beserta fungsinya!

5. Jelaskan tiga aturan keselamatan yang harus diperhatikan saat melakukan praktik tolak peluru di sekolah!

8. Kesimpulan Materi

Tolak peluru merupakan olahraga atletik yang dilakukan dengan menolak bola logam dari dekat bahu menggunakan satu tangan. Untuk memperoleh hasil yang baik, peserta didik perlu memahami sejarah, peralatan, lapangan, peraturan, dan empat teknik dasar, yaitu memegang peluru, sikap awal, gerakan menolak, serta gerak lanjutan. Dalam pembelajaran PJOK kelas VIII, ketepatan teknik, keseimbangan, disiplin, sportivitas, dan keselamatan lebih penting daripada sekadar mencapai jarak tolakan yang jauh.

Kamis, 29 Oktober 2026

Macam macam pukulan, kelas 7

IDENTITASI

- Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampuh        :  PJOK

- Hari/Tanggal            :  Kamis / 22 OKTOBER 2026

- Kelas                         :  VII

- Pertemuan                 : 11

- Materi                       :  Pencak Silat

CAPAIAN PEMBELAJARAN 

4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional). 

Tujuan pembelajaran

 - Mengidentifikasi pengertian, sejarah, tujuan, manfaat, nilai-nilai, peraturan, dan teknik dasar pencak silat dengan benar.

 - Menjelaskan konsep dan prinsip gerak teknik dasar pencak silat serta fungsi setiap teknik dalam berbagai situasi gerak.

 - Mempraktikkan teknik dasar pencak silat sesuai prosedur dan aturan dengan memperhatikan keselamatan, ketepatan gerak, dan koordinasi.

A . Mindful (Berkesadaran)

Guru mengondisikan peserta didik untuk memasuki pembelajaran dengan fokus terhadap tubuh, pikiran, lingkungan, dan keselamatan.

Peserta didik menempatkan diri sesuai formasi dengan tertib dan menyampaikan pengetahuan awal tentang pencak silat.

B .  Meanigfull (Bermakna)

Guru menjelaskan nilai-nilai pencak silat seperti disiplin, tanggung jawab, sportivitas, keberanian, dan pengendalian diri.

Peserta didik menyebutkan contoh penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Berikan perhatian pribadi dengan membimbing siswa yang kesulitan.

C.Joyful (Menyenangkan)

Setelah latihan teknik, memberikan waktu siswa untukmelakukan refleksi dalam kelompok kecil dengan suasana santai dan penuh semangat.

Berikan penghargaan atau pujian atas usaha dan kemajuan, bukan hanya hasil pengetahuan terkait pencak silat.

Gunakan musik atau teman sebagai penyemangat supaya suasana menjadi lebih ceria.

Alur tujuan pembelajaran

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, tujuan, nilai-nilai, teknik dasar koordinasi gerak, jenis Sikap siap dan kuda kuda dalam pencak silat dengan benar.

2. Peserta didik mampu mempraktikan  prinsip gerak dan fungsi koordinasi gerak dasar, Sikap siap dan Kuda kuda dalam berbagai situasi latihan maupun pertandingan pencak silat.

Metode pembelajaran : 

Pendekatan pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Bagaimana kabarnya hari ini,  jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..

alhamdulillah..

Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin   

semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin

Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.

Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.

MATERI PEMBELAJARAN PJOK: MACAM-MACAM PUKULAN DALAM PENCAK SILAT

A. Pendahuluan

Pukulan dalam pencak silat adalah teknik serangan yang dilakukan menggunakan tangan sebagai komponen utama untuk mencetak poin atau membela diri. Penguasaan teknik pukulan yang baik memerlukan koordinasi antara kuda-kuda, putaran pinggang, dan tenaga dorong dari bahu.

B. Macam-Macam Pukulan & Ilustrasi Gerakannya

Berikut adalah 4 jenis pukulan utama dalam pencak silat beserta ilustrasi animasinya:

1. Pukulan Depan (Lurus)

  • Pengertian: Pukulan yang arah lintasannya lurus ke depan dengan sasaran dada atau perut lawan.

  • Cara Melakukan: Sikap pasang, kepal tangan, dorong lurus ke depan dengan putaran pergelangan tangan saat perkenaan.

Ilustrasi Animasi Gerakan:

Plaintext
 [ Posisi Awal ]          [ Proses Pukulan ]         [ Perkenaan Sasaran ]
   (•_•)                     (•_•)                         (•_•)
  /|  |\   ──(Persiapan)──>  /|  ├──o  ──(Lurus ke depan)──> [ Dada/Perut ]
                               |\                            |\

2. Pukulan Bandul (Bantulan)

  • Pengertian: Pukulan yang dilakukan dengan mengayunkan tangan dari bawah ke atas. Sasaran utamanya adalah ulu hati atau dagu lawan.

  • Cara Melakukan: Siku ditekuk membentuk sudut 90 derajat, lalu ayunkan kepalan dari bawah ke atas menggunakan tenaga bahu dan pinggang.

Ilustrasi Animasi Gerakan:

Plaintext
 [ Posisi Awal ]          [ Proses Ayunan ]          [ Sasaran Tercapai ]
   (•_•)                     (•_•)                        [ Ulu Hati/Dagu ]
  /|  |\   ──(Tekuk Siku)──>  /|  ╭╯  ──(Dari Bawah ke Atas)──▲
                               |\                           |\

3. Pukulan Tegak

  • Pengertian: Pukulan yang hampir mirip dengan pukulan depan, tetapi posisi kepalan tangan vertikal (tegak) dan menyasar bagian bahu atau sendi bahu lawan.

  • Cara Melakukan: Kuda-kuda depan, lontarkan kepalan dengan posisi ibu jari menghadap ke atas.

Ilustrasi Animasi Gerakan:

Plaintext
 [ Posisi Awal ]         [ Dorongan Vertikal ]       [ Sasaran Tercapai ]
   (•_•)                    (•_•)                          [ Bahu Lawan ]
  /|  |\  ──(Kuda-Kuda)──>  /|  │   ──(Kepalan Tegak)───────▲
                             |\                             |\

4. Pukulan Melingkar

  • Pengertian: Pukulan yang lintasannya melingkar dari samping untuk menyerang bagian rusuk atau pinggang lawan.

  • Cara Melakukan: Memutar badan sedikit untuk menambah tenaga dorong, lalu mengayunkan tangan secara melingkar dari luar ke dalam.

Ilustrasi Animasi Gerakan:

Plaintext
 [ Posisi Awal ]         [ Putaran Badan ]          [ Perkenaan Melingkar ]
   (•_•)                    (•_•) ↺                     [ Rusuk/Pinggang ]
  /|  |\  ──(Persiapan)──>  /|  |\  ──(Ayunan Melingkar)───► 

Asesmen

 Soal Esai
1 (Pukulan Depan & Kuda-kuda):

Dalam melakukan pukulan depan pada pencak silat, posisi kaki dan kuda-kuda memegang peranan penting untuk menjaga keseimbangan dan kekuatan dorongan. Jelaskan bagaimana posisi kuda-kuda yang benar saat melakukan pukulan depan, serta sebutkan sasaran utama dari pukulan tersebut!

2 (Analisis Pukulan Bandul):

Pukulan bandul memiliki karakteristik lintasan yang unik jika dibandingkan dengan jenis pukulan lainnya. Jelaskan bagaimana bentuk lintasan gerakan pukulan bandul dan sebutkan bagian tubuh lawan mana yang menjadi sasaran utamanya!

3 (Perbedaan Pukulan Depan dan Pukulan Tegak):

Sekilas, pukulan tegak hampir mirip dengan pukulan depan karena sama-sama diarahkan ke depan. Analisislah apa perbedaan mendasar antara pukulan depan dan pukulan tegak, baik dari segi posisi kepalan tangan maupun sasaran yang dituju!

4 (Pukulan Melingkar & Sumber Tenaga):

Pukulan melingkar memerlukan putaran badan untuk memaksimalkan tenaga dorongnya. Mengapa putaran pinggang dan badan sangat penting saat melakukan pukulan melingkar, dan apa akibatnya jika seorang pesilat memukul melingkar hanya mengandalkan kekuatan lengan saja?

5 (Penerapan Taktis & Refleksi):

Sebagai seorang pesilat, penguasaan berbagai macam jenis pukulan tidak hanya berguna untuk menyerang, tetapi juga dalam situasi bertahan. Menurut pendapatmu, situasi atau kondisi perkelahian/pertandingan seperti apa yang paling tepat jika seorang pesilat memilih menggunakan pukulan bandul ketimbang pukulan depan? Berikan alasannya!


C. Kesimpulan Pembelajaran

Kesimpulan: Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan seni gerak yang membutuhkan disiplin, ketepatan, dan koordinasi tubuh yang tinggi. Dalam teknik pukulan, efektivitas serangan sangat ditentukan oleh tiga elemen kunci: kuda-kuda yang kokoh (sebagai fondasi), putaran pinggang (sebagai sumber tenaga), dan ketepatan sasaran. Penguasaan berbagai jenis pukulan (depan, bandul, tegak, dan melingkar) memungkinkan pesilat untuk melakukan variasi serangan maupun pembelaan diri secara taktis dan efektif di berbagai situasi.

D. Refleksi Pembelajaran (Untuk Peserta Didik)

Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk mengevaluasi pemahaman dan pengalaman belajar siswa di akhir sesi:

  1. Refleksi Kognitif (Pemahaman Materi):

    • Dari keempat jenis pukulan yang telah dipelajari, pukulan mana yang menurutmu paling mudah dilakukan dan pukulan mana yang paling sulit? Mengapa?

    • Apa perbedaan mendasar antara lintasan Pukulan Depan dan Pukulan Bandul?

  2. Refleksi Psikomotorik (Praktik & Keterampilan):

    • Kendala apa yang kamu rasakan saat mencoba menjaga keseimbangan tubuh (kuda-kuda) ketika melakukan pukulan melingkar?

    • Bagaimana cara kamu mengatasi rasa kaku pada pergelangan tangan atau bahu saat melakukan pukulan secara berulang?

  3. Refleksi Afektif (Sikap & Karakter):

    • Nilai kedisiplinan dan sportivitas apa yang dapat kamu terapkan dari latihan pencak silat ini ke dalam kehidupan sehari-hari?

 

Sejarah,pengertian,peraturan permainan bola basket, kelas 9

IDENTITASI - Nama Guru               :  Andi Prayogo, S.Pd - Mapel Diampuh        :  PJOK - Hari/Tanggal            :  Rabu / 4 Oktober 2026...