IDENTITASI
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampuh : PJOK
- Hari/Tanggal : senin / 21 September 2026
- Kelas : VIII
- Pertemuan : 7
- Materi : Lari jarak pendek
CAPAIAN PEMBELAJARAN
4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional).
Tujuan pembelajaran
Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;
A . Mindful (Berkesadaran)
Guru mendemonstrasikan teknik start, berlari, dan finis dengan perlahan dan jelas, sambil menjelaskan setiap gerakan dan tujuannya.
Ajak siswa untuk memperhatikan dengan seksama dan bertanya jika ada yang kurang jelas.
Jelaskan pentingnya teknik yang benar untuk hasil lari yang optimal dan menghindari cedera (Meaningful).
B . Meanigfull (Bermakna)
Mulai dengan latihan gerakan dasar secara perlahan seperti posisi start, gerakan lari pendek, dan cara melakukan finis yang benar.
Fokuskan siswa pada kesadaran gerakan tubuh dan posisi yang benar, beri waktu mereka untuk merasakan setiap langkah.
Berikan perhatian pribadi dengan membimbing siswa yang kesulitan.
C.Joyful (Menyenangkan)
Setelah latihan teknik, buat siswa bermain lomba lari pendek dalam kelompok kecil dengan suasana santai dan penuh semangat.
Berikan penghargaan atau pujian atas usaha dan kemajuan, bukan hanya hasil lomba.
Gunakan musik atau teman sebagai penyemangat supaya suasana menjadi lebih ceria.
Alur tujuan pembelajaran
3. Mempraktikkan teknik start, berlari, dan finis dengan benar sesuai prosedur.
4. Menganalisis teknik yang digunakan untuk menentukan strategi gerak yang paling efektif.
Metode pembelajaran :
Pendekatan
pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Bagaimana kabarnya hari ini, jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..
alhamdulillah..
Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin
semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin
Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.
Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.
Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua
1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.
MATERI
Secara sederhana, lari sprint dapat dibagi menjadi:
START → AKSELERASI → BERLARI → FINIS
Keempat bagian tersebut saling berhubungan.
1. Teknik Start
Start merupakan awal dari perlombaan lari. Dalam sprint, atlet menggunakan start jongkok untuk membantu menghasilkan dorongan awal yang efektif.
Aba-aba start
Pada perlombaan resmi dikenal aba-aba:
“Bersedia” → “Siap” → bunyi pistol/aba-aba mulai
Untuk pembelajaran di sekolah, guru dapat menggunakan aba-aba suara atau tepukan tangan.
Sikap “Bersedia”
Siswa:
menempatkan kaki pada posisi start;
kedua tangan berada di belakang garis start;
jari-jari tangan terbuka dan menopang tubuh;
lengan dalam posisi kuat;
badan berada dalam posisi siap melakukan dorongan.
Sikap “Siap”
Ketika aba-aba “Siap”:
pinggul diangkat;
berat badan dipindahkan ke depan;
pandangan tetap terarah ke bawah/depan secara wajar;
tubuh dalam keadaan siap melakukan dorongan.
Saat mulai berlari
Ketika aba-aba diberikan:
kedua kaki mendorong kuat;
tangan segera melakukan ayunan;
badan bergerak ke depan;
langkah awal dilakukan secara terkontrol;
secara bertahap tubuh melakukan percepatan.
Prinsip penting: jangan terburu-buru berdiri tegak pada beberapa langkah pertama. Biarkan tubuh melakukan akselerasi secara alami.
2. Teknik Akselerasi
Akselerasi adalah proses meningkatkan kecepatan dari awal berlari menuju kecepatan yang lebih tinggi.
Pada tahap ini siswa perlu memperhatikan:
Dorongan kaki
Kaki memberikan dorongan kuat ke arah belakang sehingga tubuh bergerak ke depan.
Ayunan lengan
Lengan diayunkan secara aktif dan berlawanan dengan gerakan kaki.
Contohnya:
Kaki kanan maju → lengan kiri ikut bergerak ke depan.
Posisi badan
Pada awal akselerasi, tubuh cenderung sedikit condong ke depan dan kemudian secara bertahap menjadi lebih tegak.
Koordinasi
Gerakan kaki, tangan, badan, dan pandangan harus dilakukan secara terkoordinasi.
3. Teknik Berlari
Setelah mencapai kecepatan tinggi, siswa mempertahankan kecepatan dengan teknik yang efisien.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
a. Posisi kepala
kepala tidak terlalu menunduk;
pandangan ke arah depan.
b. Posisi badan
badan relatif tegak setelah fase akselerasi;
tidak terlalu condong ke belakang.
c. Gerakan lengan
lengan diayunkan ke depan dan belakang;
gerakannya terkoordinasi dengan langkah kaki;
bahu tetap rileks.
d. Gerakan kaki
lutut diangkat secara aktif;
kaki melakukan langkah secara cepat dan terkoordinasi;
pendaratan kaki dilakukan secara efektif di bawah/sekitar pusat massa tubuh.
e. Relaksasi
Siswa tidak perlu membuat tubuh tegang. Bahu dan tangan sebaiknya tetap rileks agar gerakan lebih efisien.
4. Teknik Memasuki Garis Finis
Kesalahan yang sering terjadi adalah siswa berhenti atau mengurangi kecepatan sebelum garis finis.
Dalam sprint, siswa harus tetap berlari hingga melewati garis finis.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
tetap berlari dengan kecepatan yang dipertahankan;
jangan melihat ke belakang;
pandangan tetap ke depan;
melewati garis finis terlebih dahulu dengan bagian tubuh yang sesuai aturan perlombaan;
setelah melewati garis finis, perlambat kecepatan secara bertahap.
Link ateri lari jarak pendek : https://www.youtube.com/watch?v=6M7ymu3MnZw
Asesmen
Soal Pilihan Ganda Lari Jarak Pendek
1. Lari jarak pendek disebut juga dengan istilah …
A. Marathon
B, Sprint
C. Jogging
D. Cross country
2. Tujuan utama dalam lari jarak pendek adalah …
A. Menempuh jarak dengan santai
B. Menjaga keseimbangan tubuh
C, Mencapai garis finis dalam waktu sesingkat-singkatnya
D. Menghemat tenaga selama berlari
3. Salah satu nomor yang termasuk lari jarak pendek adalah …
A, 100 meter
B. 800 meter
C. 1.500 meter
D. 5.000 meter
4. Start yang digunakan dalam lari jarak pendek adalah …
A. Start berdiri
B. Start melayang
C, Start jongkok
D. Start berjalan
Jawaban: C
5. Dalam start jongkok, posisi kedua tangan diletakkan …
A. Di pinggang
B. Di belakang badan
C. Di samping kepala
D, Di belakang garis start
6. Aba-aba dalam start lari jarak pendek yang benar adalah …
A. Bersedia – siap – mulai
B, Bersedia – siap – ya
C. Siap – bersedia – ya
D. Mulai – siap – bersedia
7. Pada saat berlari cepat, posisi badan sebaiknya …
A. Tegak kaku
B. Sedikit condong ke depan
C. Membungkuk ke belakang
D. Miring ke samping
8. Gerakan lengan ketika melakukan sprint berfungsi terutama untuk …
A. Memperlambat gerakan
B, Menjaga keseimbangan dan membantu dorongan tubuh
C. Mengurangi panjang langkah
D. Menghentikan gerakan tubuh
9. Pandangan mata saat melakukan lari jarak pendek sebaiknya diarahkan …
A. Ke belakang
B. Ke bawah terus-menerus
C,. Ke depan
D. Ke samping
10. Salah satu faktor penting untuk memperoleh kecepatan maksimal dalam sprint adalah …
A. Kecepatan reaksi dan panjang langkah,
B. Berlari sambil melihat ke belakang.
C. Mengurangi ayunan lengan.
D. Memperlambat langkah mendekati finis.
KESIMPULAN MATERI :
kunci utama dalam lari sprint adalah menguasai teknik start, melakukan akselerasi secara bertahap, mempertahankan kecepatan dengan gerakan yang efisien, serta menyelesaikan lari hingga melewati garis finis. Penguasaan keempat tahapan tersebut secara benar akan membantu siswa melakukan lari sprint dengan lebih cepat, efektif, aman, dan terkoordinasi.
Kesimpulan hasil pembelajan :
Komen siswa :