IDENTITASI
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampuh : PJOK
- Hari/Tanggal : Kamis / 1 Oktober 2026
- Kelas : IX
- Pertemuan : 11
- Materi : Pencak Silat
CAPAIAN PEMBELAJARAN
4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional).
Tujuan pembelajaran
Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;
A . Mindful (Berkesadaran)
Guru mengondisikan peserta didik untuk memasuki pembelajaran dengan fokus terhadap tubuh, pikiran, lingkungan, dan keselamatan.
Peserta didik menempatkan diri sesuai formasi dengan tertib dan menyampaikan pengetahuan awal tentang pencak silat.
B . Meanigfull (Bermakna)
Guru menjelaskan nilai-nilai pencak silat seperti disiplin, tanggung jawab, sportivitas, keberanian, dan pengendalian diri.
Peserta didik menyebutkan contoh penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berikan perhatian pribadi dengan membimbing siswa yang kesulitan.
C.Joyful (Menyenangkan)
Setelah latihan teknik, memberikan waktu siswa untukmelakukan refleksi dalam kelompok kecil dengan suasana santai dan penuh semangat.
Berikan penghargaan atau pujian atas usaha dan kemajuan, bukan hanya hasil pengetahuan terkait pencak silat.
Gunakan musik atau teman sebagai penyemangat supaya suasana menjadi lebih ceria.
Alur tujuan pembelajaran
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, tujuan, nilai-nilai, teknik dasar koordinasi gerak, jenis serangan, elakan, dan tangkisan dalam pencak silat dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip gerak dan fungsi koordinasi gerak dasar, serangan, elakan, dan tangkisan dalam berbagai situasi latihan maupun pertandingan pencak silat.
Metode pembelajaran :
Pendekatan pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Bagaimana kabarnya hari ini, jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..
alhamdulillah..
Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin
semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin
Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.
Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.
Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua
1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.
E. Prinsip Dasar Gerak Pencak Silat
Gerakan pencak silat membutuhkan perpaduan antara sikap tubuh, keseimbangan, perpindahan posisi, arah gerak, kecepatan, kekuatan, dan koordinasi.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan adalah:
1. Keseimbangan
Tubuh harus berada pada posisi yang stabil ketika melakukan gerakan.
Keseimbangan diperlukan ketika:
melakukan kuda-kuda;
melakukan serangan;
melakukan elakan;
melakukan tangkisan;
berpindah arah.
2. Koordinasi
Koordinasi merupakan kemampuan menggabungkan beberapa gerakan tubuh agar dilakukan secara tepat dan efektif.
Contoh:
Gerakan kaki berpindah posisi → tubuh memutar → tangan melakukan teknik serangan.
Gerakan tersebut harus dilakukan secara berurutan, tepat, dan terkontrol.
3. Keluwesan
Gerakan dilakukan tidak kaku sehingga tubuh dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya dengan baik.
4. Ketepatan
Gerakan harus diarahkan sesuai tujuan dan dilakukan pada waktu yang tepat.
5. Kecepatan
Kecepatan diperlukan terutama ketika melakukan perpindahan posisi, serangan, elakan, atau tangkisan.
6. Pengendalian gerak
Setiap gerakan harus dapat dikendalikan agar latihan berlangsung aman dan tidak mencederai pasangan.
F. Teknik Dasar Koordinasi Gerak
Koordinasi gerak dalam pencak silat merupakan kemampuan menggabungkan beberapa komponen gerak menjadi satu rangkaian gerakan yang efektif.
Contoh rangkaian:
Sikap pasang → melangkah → melakukan serangan → kembali ke sikap pasang.
Rangkaian lainnya:
Sikap pasang → lawan melakukan serangan → melakukan elakan → kembali ke posisi siap.
Komponen koordinasi gerak
Koordinasi mata dan tangan
Mata mengamati arah gerak.
Tangan melakukan gerakan sesuai situasi.
Koordinasi kaki dan tangan
Kaki melakukan perpindahan atau tumpuan.
Tangan melakukan teknik serangan atau pertahanan.
Koordinasi tubuh secara keseluruhan
Kaki, tangan, badan, kepala, dan pandangan bekerja secara terpadu.
Fungsi koordinasi
Koordinasi diperlukan agar:
gerakan menjadi lebih efektif;
keseimbangan tetap terjaga;
perpindahan gerak lebih lancar;
respons terhadap situasi menjadi lebih baik;
gerakan dapat dilakukan secara terkontrol.
G. Jenis-Jenis Serangan
Serangan dalam pencak silat merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengenai sasaran sesuai aturan dalam latihan atau pertandingan.
Secara umum, serangan dapat dilakukan menggunakan tangan dan kaki.
1. Serangan menggunakan tangan
Contohnya:
pukulan lurus;
pukulan bandul;
pukulan samping;
pukulan melingkar.
Dalam pembelajaran PJOK, teknik tersebut dilakukan dengan sasaran latihan yang aman dan mengikuti instruksi guru.
Prinsip melakukan serangan tangan
sikap awal seimbang;
pandangan terarah;
gerakan dilakukan dengan koordinasi tubuh;
tenaga dikendalikan;
segera kembali ke posisi siap.
2. Serangan menggunakan kaki
Contohnya:
tendangan lurus;
tendangan samping;
tendangan belakang;
tendangan berbentuk sabit.
Prinsip melakukan tendangan
Memiliki keseimbangan yang baik.
Kaki tumpuan kuat.
Gerakan dilakukan sesuai teknik.
Sasaran dan arah gerakan dikontrol.
Setelah melakukan tendangan, kembali ke posisi yang stabil.
H. Elakan
Elakan adalah teknik menghindari serangan lawan dengan cara memindahkan atau mengubah posisi tubuh sehingga serangan tidak mengenai sasaran.
Elakan membutuhkan:
kecepatan reaksi;
kelincahan;
keseimbangan;
koordinasi;
kemampuan membaca arah gerakan.
Bentuk elakan
1. Elakan ke samping
Tubuh dipindahkan ke arah samping untuk menghindari serangan.
2. Elakan ke belakang
Tubuh bergerak menjauh ke arah belakang dengan tetap menjaga keseimbangan.
3. Elakan bawah
Tubuh merendahkan posisi untuk menghindari serangan yang datang pada bagian atas tubuh.
4. Elakan atas
Tubuh mengubah posisi untuk menghindari serangan yang diarahkan pada bagian tertentu.
Catatan: teknik elakan harus dilakukan sesuai kemampuan peserta didik dan di bawah pengawasan guru agar aman.
I. Tangkisan
Tangkisan adalah gerakan pertahanan untuk menahan, mengalihkan, atau membendung serangan lawan menggunakan bagian tubuh yang sesuai dengan teknik.
Tangkisan berbeda dengan elakan.
| Elakan | Tangkisan |
|---|---|
| Menghindari serangan | Menghadapi atau mengalihkan serangan |
| Dilakukan dengan perubahan posisi tubuh | Dilakukan dengan gerakan bagian tubuh untuk membendung/mengalihkan |
| Menekankan kemampuan menghindar | Menekankan kemampuan bertahan |
Beberapa jenis tangkisan
1. Tangkisan dalam
Gerakan tangan dari arah luar menuju ke dalam untuk menghalau serangan.
2. Tangkisan luar
Gerakan tangan dari arah dalam menuju ke luar.
3. Tangkisan atas
Digunakan untuk menghadapi serangan yang datang dari arah atas atau menuju bagian atas tubuh.
4. Tangkisan bawah
Dilakukan untuk menghadapi serangan yang mengarah ke bagian bawah tubuh.
J. Fungsi Serangan, Elakan, dan Tangkisan
Ketiga teknik tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan.
| Teknik | Fungsi utama |
|---|---|
| Serangan | Melakukan gerakan menyerang sesuai aturan |
| Elakan | Menghindari serangan dengan perubahan posisi |
| Tangkisan | Menahan atau mengalihkan serangan |
| Koordinasi gerak | Menggabungkan berbagai gerakan agar efektif dan terkontrol |
Dalam situasi latihan, misalnya:
Pasangan A melakukan serangan → Pasangan B melakukan elakan → kembali ke sikap pasang.
Atau:
Pasangan A melakukan serangan → Pasangan B melakukan tangkisan → kembali ke sikap pasang.
Latihan dilakukan secara terkontrol, bukan dengan kekuatan penuh.
Link vidio : https://www.google.com/search?q=materi+gerak+dasar+pukulan+dan+tendangan+pencak+silat&udm=vids#fpstate=ive&vld=cid:fc1d874c,vid:Q3VN_VbG76k,st:0
Kesimpulan materi :
kesimpulan pembelajaran :
komentar siswa :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar