Jalan cepat, kelas 7
IDENTITASI
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampuh : PJOK
- Hari/Tanggal : Kamis / 27 Agustus 2026
- Kelas : VII
- Judul Materi : Lempar Cakram
- pertemuan ke : 7
CAPAIAN PEMBELAJARAN
4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional).
Tujuan pembelajaran
Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;
A . Mindful (Berkesadaran) · Guru mengajak peserta didik melakukan pemusatan perhatian dengan mengamati kondisi tubuh, kesiapan fisik, dan lingkungan sekitar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan pentingnya keselamatan dalam aktivitas jalan cepat. B . Joyful (Menyenangkan) Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. Guru memberikan aktivitas jalan cepat secara bertahap dari jarak pendek menuju jarak yang lebih jauh. · Mindful (Berkesadaran) Guru mengajak peserta didik melakukan pendinginan ringan dan refleksi dengan pertanyaan: “Teknik apa yang sudah saya kuasai?”, “Kesalahan apa yang masih saya lakukan?”, “Apa yang harus saya perbaiki pada latihan berikutnya?” |
Alur tujuan pembelajaran
1. Pengertian jalan cepat, tujuan, manfaat, nomor perlombaan, peraturan dasar, dan istilah-istilah dalam jalan cepat.
2. Menjelaskan prinsip dan tahapan teknik dasar jalan cepat serta faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan gerak.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Bagaimana kabarnya hari ini, jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..
alhamdulillah..
Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin
semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin
Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.
Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.
Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,
JALAN CEPAT
Jalan cepat merupakan salah satu nomor perlombaan dalam cabang olahraga atletik yang mengharuskan atlet untuk berjalan dan tidak berlari. Jalan cepat membutuhkan keterampilan agar atlet menjaga gerakan kakinya dengan cepat namun kakinya harus tetap melakukan kontak dengan tanah.
Meskipun sebagian besar nomor dalam olahraga atletik berujung pada prestasi yang membutuhkan energi ekstra, jalan cepat dikenal sebagai olahraga yang mengutamakan presisi dan disiplin. Ini karena atlet diharuskan untuk sampai ke garis finis terlebih dahulu namun tetap harus menjaga tekniknya.
Jalan cepat merupakan kompetisi yang diperlombakan di semua tingkatan olahraga atletik. Mulai dari kompetisi tingkat pelajar hingga Olimpiade. Jalan cepat menggabungkan daya tahan pelari jarak jauh dengan perhatian pada teknik pelari.
Dalam jalan cepat, penilain dilakukan oleh juri lintasan. Mereka juga mengevaluasi teknik atlet jalan cepat dan melaporkan pelanggaran yang dapat menyebabkan diskualifikasi. Semua penjurian dilakukan oleh mata juri dan tidak ada teknologi luar yang digunakan dalam membuat keputusan penjurian.
Sejarah Jalan Cepat
Jalan cepat diyakini berasal dari era Victoria (1837-1901). Para bangsawan biasanya meminta pesuruh untuk berjalan di samping latihan berkuda mereka. Itu kemudian dikenal sebagai “Pedestrianism” dan menyebar ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Itu menjadi olahraga tontonan, dengan jarak lomba hampir 1.000 kilometer dalam enam hari di arena ruangan yang padat.
Menurut Matthew Algeo, penulis buku Pedestrianism: When Watching People Walk Was America's Favorite Spectator Sport, dahulu jalan cepat dikemas sebagai perlombaan festival. Ada band pengiring. Juga orang-orang yang menonton. Setiap perlombaan juga memicu taruhan. Setiap taruhan ditempatkan pada peserta mana yang akan finis terlebih dulu.
Dari sebuah hobi hingga lomba jalanan biasa, kegiatan tersebut akhirnya diresmikan di Inggris. Aturan dasar ditetapkan dan jalan cepat segera diakui sebagai olahraga bagi para profesional. Jalan cepat juga menjadi program di bawah Olimpiade. Di Indonesia, jalan cepat diperlombakan dalam kompetisi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Jalan cepat menjadi bagian dari Olimpiade mulai tahun 1908. Lomba jalan cepat awalnya diperuntukkan untuk pria. Beberapa pejalan cepat yang paling berkesan dalam sejarah olahraga ini adalah Ken Matthews, yang memenangkan lomba lari 20 kilometer di Olimpiade 1960 dan Don Thompson yang memenangkan lomba jalan kaki Olimpiade 1964 untuk lomba lari 50 kilometer.
Teknik Dasar dalam Jalan Cepat
Dalam jalan cepat, setiap atlet wajib menjaga postur, gerakan lengan dan langkah yang presisi. Atlet harus menjaga lutut tetap lurus sejak kaki depan kalian menyentuh tanah hingga melewati bagian bawah tubuh. Atlet juga harus menjaga satu kaki di tanah setiap saat. Ini menghasilkan rotasi pinggul yang merupakan ciri khas dari jalan cepat.
Baca Juga: Mengenal Start yang Digunakan dalam Jalan Cepat
Kesalahan seperti tidak menjaga satu kaki di tanah setiap saat atau menekuk lutut kaki depan dapat membuat atlet didiskualifikasi selama balapan dilakukan. Tetapi atlet juga bisa memperlambat diri dengan menggunakan ayunan lengan yang salah, melangkah terlalu jauh, atau terlalu banyak bersandar.
Semakin baik teknik jalan cepat atlet, semakin banyak atlet bisa menggunakan sumber daya tubuh yang belum dimanfaatkan. Namun, atlet harus meningkatkan kecepatan secara perlahan dan kedisiplinan saat berjalan.
Baca Juga: Mengenal Teknik Dasar Jalan Cepat
Aturan dalam Jalan Cepat
Nama olahraga jalan cepat sendiri menjelaskan secara spesifik di mana para peserta dengan cepat berjalan menuju garis finis. Namun, itu terikat oleh aturan ketat yang berkaitan dengan tekniknya.
Jalan cepat berbeda dengan lari. Dalam perlombaan lari, seorang atlet sering mengangkat kedua kakinya dari tanah selama mereka melangkah. Namun, dalam lomba jalan cepat, kaki atlet harus selalu menyentuh tanah setiap saat.
Jika tidak ada kontak antara tanah dan kaki yang terlihat, atlet mengangkat kedua kakinya dan menimbulkan penalti. Selain itu, lutut kaki depan atlet tidak boleh menekuk dan kaki harus diluruskan saat tubuh melewatinya. Setiap pejalan kaki dinilai dengan hati-hati dan dapat dihukum jika ia menekuk lututnya selama balapan.
Penjurian mulai dari lima hingga sembilan, tergantung pada kategori acara. Para juri biasanya menilai balapan dengan mata telanjang. Mereka membawa kartu dengan beberapa simbol. Misalnya 'kehilangan kontak' akan diberikan simbol (~) dan 'lutut tertekuk' akan diberikan simbol (<).
Jika seorang atlet jalan cepat diperlihatkan tiga peringatan kartu dari juri yang berbeda, termasuk juri ketua, hal itu bisa menyebabkan atlet tersebut didiskualifikasi. Kartu merah diperlihatkan kepada atlet yang didiskualifikasi.
Jarak standar untuk lomba jalan cepat adalah 3000 meter, 5000 meter di turnamen dalam ruangan, sedangkan lomba jalan cepat 5000 meter, 10.000 meter, 20.000 meter, dan 50.000 meter diadakan di lintasan luar ruangan. Kompetisi 10 kilometer, 20 kilometer, dan 50 kilometer, diberi label terpisah, diadakan di jalan dengan ketentuan khusus. (*).
Asessment
1. Jelaskan pengertian olah raga jalan cepat!
2. Jelaskan secara singkat cara melakukan jalan cepat!
Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)
- Isi Refleksi adalah:
1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),
2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,
3. sebutkan kehadiran siswa
Jumlah Siswa hadir :
Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :
4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP).

Komentar
Posting Komentar