Aktifitas Kebugaran jasmani Kelas 9

 Identitas

- Nama Guru               : Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampu          : PJOK

- Hari/Tanggal            : 11 maret 2026

- Kelas                         : IX

- Materi                       : Aktifitas Kebugaran Jasmani

 

 Tujuan Pembelajaran

• Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengembangkan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta pengukuran hasilnya, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik.

 

 Materi

Aktivitas Pembelajarana 

A.     Aktifitas Kebugaran jas mani

1.              Sekilas Tentang Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan berbagai aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan segera pulih asal tanpa memerlukan waktu istirahat yang panjang. Aktivitas sehari-hari tidak hanya berupa olahraga atau bekerja, melainkan aktivitas non jasmani lain, bahkan hanya sekedar bermain atau belajar. Setiap orang, termasuk peserta didik memerlukan kebugaran jasmani yang baik, agar dapat melaksanakan berabagai aktivitas dengan efektif dan efisien.

 

Kelelahan yang timbul setelah seseorang melakukan suatu kegiatan atau aktivitas, dapat terjadi ketika seseorang tidak lagi mampu dan tidak lagi mempunyai cukup tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lainnya yang mendadak. Kebugaran jasmani merupakan tampilan lahiriah seseorang sebagai gambaran tampilan diri secara keseluruhan. Artinya, seseorang tidak akan mendapatkan kondisi bugar jasmani dan rohani, jika secara lahiriah tidak terlihat bugar.

 

Latihan-latihan kondisi jasmani (physical conditioning) perlu peserta didik lakukan karena memegang peranan penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani (physical fitness). Derajat kebugaran jasmani yang peserta didik miliki sangat menentukan kemampuan peserta didik dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Sekali lagi perlu peserta didik ingat, “Semakin tinggi derajat kebugaran jasmani seseorang maka semakin tinggi kemampuan menahan beban tugas kerja dan dengan demikian tidak akan mudah lelah, sehingga dari sini munculah daya tahan terhadap berbagai gangguan penyakit.” Dengan kata lain, ia akan kian produktif dalam melakukan seluruh aktivitas.

 

2.        Komponen Kebugaran Jasmani yang Terkait dengan Kesehatan (Health Related Physical Fitness)

Komponen-komponen ini merupakan berbagai hal yang terkait dengan seberapa baik sistem kerja yang ada di dalam tubuh manusia, yaitu sebagai berikut.

a.       Daya tahan kardiorespiratori (cardiorespiratory endurance):

merupakan kemampuan sistem sirkulasi darah dan pernafasan untuk menyuplai oksigen ke seluruh bagian tubuh dalam melakukan kerjanya. Ketahanan tubuh Peserta didik dalam hal ini sangat ditentukan oleh baiknya kinerja alat-alat pernafasan, jantung sebagai pemompa darah, dan pembuluh-pembuluh darah sebagai saluran yang dilewati oleh darah. Jika diibaratkan oksigen adalah pasir, maka darah merupakan truk pengangkut pasir tersebut, melewati jalan-jalan pembuluh darah untuk sampai di tempat tujuan seluruh tubuh kita. Truk tersebut juga akan kembali mengangkut sisa-sisa pekerjaan kembali ke jantung untuk dibersihkan.

 

b.      Komposisi tubuh (body composition):

merupakan persentasi relatif antara kandungan lemak yang ada di dalam tubuh dibandingkan dengan massa tubuh berupa otot, tulang, air, dan lain-lain. Persentasi yang diharapkan adalah yang ideal, bukan yang terlalu besar sehingga disebut sebagai kegemukan atau obesitas, atau terlalu kecil yang disebut sebagai kurus. Cara termudah mengukur massa badan ideal dengan cara membandingkan antara tinggi dan berat badan yang peserta didik miliki!

 

c.       Kelentukan (flexibility):

merupakan daya rentang otot dan keluasan gerak persendian. Semakin fleksibel seseorang maka semakin banyak kemungkinan gerak yang dapat dilakukan.

 

d.      Kekuatan otot (muscular strength):

adalah jumlah tenaga yang dapat dikeluarkan dalam satu kali pengerahan berupa kontraksi otot yang dimiliki seseorang. Selain itu pengerahan tenaga ini juga dimaksudkan untuk menahan beban yang diberikan kepada satu atau sekelompok otot.

 

e.       Daya tahan otot (muscular endurance):

adalah kemampuan sekelompok otot yang untuk melanjutkan kerja setelah bergerak dalam waktu yang lama.

 

3.              Kebugaran Jasmani yang Terkait dengan Keterampilan (Skill Related Physical Fitness)

Komponen kebugaran jasmani yang kedua ini merupakan bagian dari kebugaran jasmani yang akan memengaruhi keberhasilan atau kekurangberhasilan dalam melakukan berbagai aktivitas keterampilan termasuk dalam menguasai jenis-jenis permainan dan cabang-cabang olahraga. Seperti halnya komponen yang pertama, semakin baik kualitas komponen kebugaran yang dimiliki maka akan semakin menguntungkan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah bagian-bagian dari kelompok komponen ini, serta penjelasannya.

a.   Kecepatan (speed):

Secara singkat kecepatan ini diartikan sebagai kemampuan bergerak lurus dari satu titik ke titik lainnya dengan menggunakan satu satuan waktu yang sekecil-kecilnya. Selain pengertian ini, kita juga memiliki kecepatan reaksi, yaitu kemampuan kita merespon sesegera mungkin (dalam bentuk gerakan) terhadap rangsang yang kita terima. Begitu pula dengan kemampuan menggerakkan anggota tubuh secara berulang dengan sesingkat-singkatnya.

 

b.   Kelincahan (agility):

Sesorang dikatakan memiliki kelincahan jika mampu mengubah arah dalam satu satuan waktu yang sesingkat-singkatnya. Bila dibandingkan dengan kecepatan, maka perbedaannya adalah adanya perubahan arah. Dengan demikian dapat dikatakan sudah adanya unsur komponen kebugaran jasmani lain, terutama fleksibilitas.

 

c.   Keseimbangan (balance):

komponen kebugaran jasmani ini berupa kemampuan seseorang untuk mempertahankan posisi tubuh baik ketika diam maupun bergerak. Jika tubuh dalam keadaan diam dan harus tetap diam dengan posisi tubuh yang sama maka disebut sebagai keseimbangan statik. Sebaliknya jika harus tetap mempertahankan posisi tubuh pada saat kita bergerak maka keseimbangan yang dimiliki disebut sebagai keseimbangan dinamik.

 

d.   Koordinasi (coordination):

merupakan kemampuan dalam memadupadankan berbagai anggota tubuh (terutama tangan dan kaki) yang digerakkan secara bersamaan sebagai bentuk tanggapan atas rangsang yang diterima oleh tubuh.

 

e.   Daya ledak (power):

Adalah kemampuan mengerahkan tenaga-sebanyakbanyaknya dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, daya ledak merupakan perpaduan antara kekuatan dan kecepatan yang dimiliki tubuh.

 

B.           Bahan Bacaan Guru

1.              Prinsip-prinsip Latihan Kebugaran Jasmani

Gerak jalan biasa adalah gerakan jalan di tempat, maju-mundur, dan ke samping kanan dan kiri dengan mengangkat kaki kira- kira setinggi betis, atau menggeser ke samping. Ketika berjalan lutut ditekuk 90 derajat, setiap kaki yang mendarat atau menyentuh lantai dimulai dari bola kaki dan berakhir ke tumit. Ketika melakukan gerak dasar langkah ini, tangan boleh diletakkan di pinggang, atau menggantung di sisi badan.

 

2.              Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran Jasmani

a.   Latihan Kekuatan Lengan dengan Push-up.

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

b.   Latihan Kekuatan Lengan dengan Kekuatan dengan Bermain Gerobak Dorong.

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

 

c.   Latihan Kekuatan dengan Bermain Tarik Tambang Beregu

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

 

d.   Latihan Kekuatan dengan Saling Mendorong Bahu Sambil Merangkak

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

e.   Latihan Kekuatan dengan Saling Mendorong dan Berpegangan Bahu

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

f.    Latihan Kekuatan dengan Mengangkat Kedua Kaki dari Sikap Duduk

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

 

g.   Latihan Kekuatan Otot Perut dengan Baring Duduk (Sit Up)

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik)

C

h.   Latihan Kekuatan Otot Punggung dengan Back-Lift

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

 

i.    Latihan Kekuatan Berjalan dengan Satu Kaki Secara Berkelompok

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

j.    Latihan Daya Tahan dengan Lompat Tali Perorangan

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

k.   Latihan Daya Tahan dengan Lompat Tali Berteman

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 

 

 

l.    Latihan Daya Tahan dengan Naik Turun Kursi

Cara melakukannya sebagaimana gambar berikut (bentuk latihan, takaran intensitas dan durasi disesuaikan dengan prinsip latihan kekuatan dan kemampuan peserta didik).

 


Assessment

1.Dalam Kebugaran jasmani, untuk melatih kelincahan kita melakukan Latihan….., dan Jelaskan!

2. Gerakan Untuk menjaga keseimbangan ,melakukan kegiatan Latihan kebugaran jasmani ……., dan Jelaskan!

 

 Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)

- Isi Refleksi adalah:

1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),

2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,

3. sebutkan kehadiran siswa

    Jumlah Siswa hadir :

    Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :

4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remedial dan Pengayaan kelas 9

Tugas latihan kelas 7

Soal latihan harian kebugaran jasmani kelas 8