Jenis Kegawatdaruratan, Ciri-ciri, Penyebab, dan Tindakannya Jenis Cidera dan Penyebab, kelas 9
Identitas
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampu : PJOK
- Hari/Tanggal : Rabu, 15 April 2026
- Kelas : IX
- Materi : PENCEGAHAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
Tujuan Pembelajaran
• Peserta didik mampu memahami, Mempraktikan dan mengembangkan P3K, macam-macam cidera, macam-macam tindakan P3K, P3K pada kejadian darurat baik pada diri sendiri maupun orang lain melalui pembelajaran inquiry
MATERI |
B. Mengenalkan Jenis Kegawatdaruratan, Ciri-ciri, Penyebab, dan Tindakannya
Jenis Cidera dan Penyebab
Tindakan/Gambar
Gangguan Kesadaran
Shock; Merupakan keadaan darurat karena jumlah darah yang beredar dalam pembuluh kurang. Sebab-sebab terjadinya Shock adalah pendarahan, luka bakar yang luas, muntah berak, dan tak tahan terhadap obat tertentu (alergi).
§ Bila penderita mengeluarkan darah, harus dihentikan terlebih dahulu;
§ letakkan penderita di tempat aman, udara segar;
§ baringkanlah;
§ longgarkan pakainnya dan selimuti;
§ perhatikan tanda-tanda umum (pernafasan, nadi);
§ rawat luka-lukanya;
§ beri bau-bauan segar;
§ bawa ke rumah sakit.
Pingsan;
Adalah gangguan kerja otak sedemikian rupa sehingga penderita tak sadar diri. Tanda-tandanya adalah muka pucat, diam tak bergerak, dan badan lemas. Sebab-sebab terjadinya pingsan ini adalah tenggelam, pendarahan otak, keracunan, tersengat listrik, dan sebab-sebab lainnya.
Pertolongan yang perlu dilakukan sama dengan pertolongan pada penderita shock.
Kejang otot (Cramps)
Cidera otot ini memiliki ciri-ciri adanya kekakuan pada otot karena adanya kedutan (kontraksi) dan tidak segera kembali relaksasi, yang diikuti oleh nyeri yang amat sangat pada bagian tersebut. Penanganan yang salah atau terlambat dapat mengakibatkan sisa sakit yang menyita waktu beberapa lama untuk pemulihan.
§ Regangkan bagian otot yang mengalami kejang tersebut, hingga penderita tidak lagi mengalami kedutan (kontraksi) atau benar-benar terjadi relaksasi. Contoh; jika terjadi kejang pada otot betis, maka dapat diregangkan dengan cara, mengangkat tungkai, kemudian mendorong ujung telapak kaki ke atas;
§ istirahatkan;
§ berikan minuman atau makanan yang mengandung garam mineral.
Keseleo
Tanda-tanda cidera ini adalah adanya rasa sakit yang diderita oleh korban, terjadi pembengkakan pada bagian yang cidera, warna kemerahan pada bagian yang bengkak, serta menurunnya fungsi gerak. Keseleo dapat disebabkan terjadinya benturan, regangan yang melewati batas, pergeseran sendi, serta salah posisi mendarat, dan sebab-sebab lainnya.
§ Istirahatkan, bagian yang sakit untuk sementara tidak digerakkan lagi;
§ dinginkan dengan es;
§ bebat (untuk menekan) bagian yang cidera;
§ tinggikan bagian yang cidera.
Pendarahan ke dalam tubuh
Kondisi darurat ini disebabkan rusaknya pembuluh darah yang letaknya didalam tubuh, namun demikian bagian jaringan kulit yang terluka. Tanda dari kedaruratan ini adalah tidak terlihat nyata dari luar. Penderita biasanya pucat, denyut nadi lemah, dan keluar keringat dingin. Pada penderita yang sudah parah keluar buih dari mulut hingga hidung
§ Rebahkan dan tenangkan;
§ segera meminta bantuan paramedis, atau segera membawanya ke rumah sakit.
Pendarahan keluar tubuh
Sebagaimana pendarahan ke dalam tubuh, cidera ini disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah yang letaknya didalam tubuh. Perbedaanya adalah karena adanya kerusakan pada jaringan kulit (terluka). Tanda dari kedaruratan ini adalah tidak terlihat nyata dari luar. Penderita biasanya pucat, denyut nadi lemah, dan keluar keringat dingin. Ciri-ciri dari cidera ini adalah mengalirnya darah ke permukaan kulit. Jika terjadi pada arteri, maka darah dapat memancar keluar. Darah yang teroksidasi akan berubah warna menjadi merah kehitam-hitaman.
§ Tekanlah bagian yang mengalami pendarahan untuk menghentikan atau paling tidak mengurangi aliran darah yang keluar;
§ segera minta bantuan paramedis; dan
§ bawa ke rumah sakit.
Pendarahan pembuluh kapiler
Ciri-ciri dari cidera ini adalah keluarnya darah sedikit demi sedikit atau merembes. Walaupun kondisi ini tidak lebih berbahaya dibanding cidera sebelumnyatetapi tetap harus segera diberikan pertolongan.
§ Tekan bagian yang berdarah selama 5- 15 menit, beri pembalut tekan pada tempat pendarahan. Bila belum berhasil dapat ditambah pembalut lain tanpa membuka pembalut pertama;
§ usahakan agar tempat pendarahan berada di atas jantung;
§ bila pendarahan agak berat adan tidak dapat dihentikan dengan cara: di atas dapat dipergunakan torniket. Tempat terbaik torniket/ ikatan: pada kaki,5 jari dibawah lipat paha dan pada tangan, 5 jari dibawah ketiak;
§ bawa kerumah sakit terdekat.
Hypothermia (Suhu Rendah)
Biasanya terjadi pada keadaan basah dan berangin, ditandai dengan rasa dingin dan lemah. Di Indonesia hal ini terjadi terutama di musim penghujan. Karena pada kondisi basah dan berangin tubuh kehilangan hampir 90% kemampuan insulin (kemampuan untuk menahan panas tubuh).
Dari kondisi-kondisi seperti yang tersebut seperti di dalam table, tindakan apakah yang bisa Kalian lakukan untuk menolong penderita sesuai dengan penurunan suhu tubuh yang diderita, mulai dari 35 derajat hingga suhu 27?
Link materi P3K
https://youtu.be/hWqXOxnFAm8?si=I6s05Dp8VrpxPRT6
Assessment
1. Jelaskan berbagai aktivitas jasmani yang dapat mencegah penyakit degeneratif?
2. Jelaskan prosedur dalam melakukan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan?
Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)
- Isi Refleksi adalah:
1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),
2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,
3. Kehadiran siswa
Jumlah Siswa hadir :
Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :
4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP).
Komentar
Posting Komentar