PENGEMBANGAN POLA HIDUP SEHAT (Bahyaa Pergaulan Bebas) kelas 8

 Identitas

- Nama Guru               : Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampu          : PJOK

- Hari/Tanggal            : selasa, 14  maret 2026

- Kelas                         : VIII

- Materi                       : Aktifitas Kebugaran Jasmani

 

 Tujuan Pembelajaran

• Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengembangkan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta pengukuran hasilnya, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik.

 MATERI


AKTIVITAS PEMBELAJARAN KE-1

Hakikat bahaya pergaulan bebas

·       Peserta didik diminta mengamati dan mengkaji materi tentang hakikat bahaya pergaulan bebas, seperti bacaan berikut ini atau peserta didik dapat juga memperkaya dengan bacaan-bacaan dari sumber-sumber yang lain.


Hakikat pergaulan bebas

·       Walaupun tidak sesuai dengan norma dan ajaran di Indonesia, pergaulan bebas zaman sekarang sudah mulai seperti gaya hidup remaja pada umumnya. Seiring bertambahnya usia, berbagai pengalaman baru terus bertambah menjadi bagian hidup. Setiap orang pasti mengalami masa pubertas dan melewati masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Saat remaja, orang-orang tentu mulai mempunyai rasa ketertarikan pada lawan jenis, dan memiliki keinginan untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

·       Pada masa pubertas, para remaja mulai mengalami perkembangan seksual. Kematangan organ seksualnya mulai berfungsi, baik untuk reproduksi (menghasilkan keturunan) maupun reaksi (mendapatkan kesenangan). Jika pernah menonton film akibat pergaulan bebas, pasti sudah tahu gelapnya kehidupan para remaja zaman sekarang. Pergaulan bebas di kalangan pelajar sangat marak terjadi di Indonesia, hal ini dikarenakan para pelajar belum mempunyai kontrol pikiran dan emosi yang matang. Selain belum mempunyai kontrol pikiran dan emosi yang matang, mereka juga mudah terpengaruh. Maraknya pergaulan bebas zaman sekarang semakin meresahkan pemerintah dan organisasi masyarakat di Indonesia.

·       Pergaulan bebas  adalah salah bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, dan perasaan malu, atau pergaulan bebas dapat diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama serta norma kesusilaan.

·       Pengertian pergaulan adalah merupakan proses interaksi antara indiviu atau individu dengan kelompok. Sedangkan  bebas adalah terlepas dari kewajiban, aturan, tuntutan, norma agama dan norma kesusilaan. Pergaulan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seorang individu baik pergaulan positif atau negatif. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pergaulan berarti kehidupan berteman atau bermasyarakat. Sedangkan bebas adalah lepas dan tidak terhalang, sehingga dapat berbicara, bergerak, dan berbuat sesuatu dengan leluasa, tanpa terikat oleh aturan.

·       Dari kedua makna ini bisa ditarik kesimpulan bahwa pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Seks berarti jenis kelamin, yaitu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Arti pergaulan bebas adalah sebuah perilaku pertemanan yang tidak terikat oleh aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, dalam hal ini adalah adat ketimuran yang menjunjung tinggi norma kesusilaan. Jika dilihat dari segi agama, pergaulan bebas berarti suatu bentuk pergaulan yang tidak menjadikan ajaran agama sebagai dasar, atau tidak sesuai dengan ajaran agama.

Ciri-ciri pergaulan bebas

Ciri-ciri pergaulan bebas antara lain:

·       Rasa ingin tahu yang sangat besar.

·       Terjadi perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi.

·       Terjerat dalam pesta hura-hura dengan menggunakan obat-obat terlarang seperti ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan lainnya. 

·       Menimbulkan perilaku munafik dalam masyarakat.

·       Perilaku yang tidak baik.

·       Pakaian terbuka. 

·       Mudah mengalami kegelisahan, tidak sabar, emosional, selalu ingin melawan, rasa malas, perubahan dalam keinginan, selalu menunjukkan eksistensi dan kebanggan diri serta selalu ingin mencoba banyak hal.

·       Sering mengalami tekanan mental dan emosi.

·       Ingin mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dengan jalan yang salah, keji dan haram. 

Faktor-faktor penyebab pergaulan bebas

Hal yang terjadi dalam pergaulan bebas banyak bertolak belakang dengan aturan-aturan dan norma-norma dalam etika pergaulan, hal ini didasari atau disebabkan dari banyak faktor-faktor penyebab pergaulan bebas antara lain sebagai berikut:

·       Rendahnya Taraf Pendidikan Keluarga.

·       Keadan Keluarga Yang Tidak Stabil (Broken Home).

·       Orang Tua yang Kurang Memperhatikan. 

·       Lingkungan Setempat Kurang Baik.

·       Kurang Berhati-Hati dalam Berteman. 

·       Keadaan Ekonomi Keluarga. 

·       Kurangnya Kesadaran Remaja. 

·       Adanya Teknologi Informasi (Internet).

Penyebab pergaulan bebas

·       Terjadinya pergaulan bebas memberikan pengaruh besar baik bagi diri sendiri, orang tua, masyarakat, dan juga negara. Pengaruh-pengaruh tersebut dari dampak yang ditimbulkan dari pergaulan bebas antara lain sebagai berikut:

-          Seks bebas

-          Kehamilan yang tidak diinginkan

-          Putus sekolah

-          Ketergantungan obat

-          Menurunnya tingkat kesehatan

-          Meningkatkan kriminalitas

-          Merenggangkan hubungan keluarga

-          Menyebarkan penyakit

-          Menurunnya prestasi

-          Penyakit sosial

-          Masalah kesehatan secara global, dan

-          Berdosa.

Contoh-contoh Pergaulan Bebas Remaja di Indonesia

Contoh-contoh pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja di Indonesia antara lain:

·       Seks bebas, melakukan perbuatan zina di luar nikah, serta bertukar-tukar pasangan.

·       Tawuran sesama pelajar baik itu dengan adu pukul atau menggunakan senjata tajam.

·       Merokok dan penyalahgunaan narkoba.

·       Keluar rumah, hidup di jalanan dan putus sekolah.

·       Dugem (dunia gemerlap), atau  clubbing, yaitu berkunjung ke diskotik atau klub malam, di mana merupakan gerbang menuju bentuk pergaulan bebas lainnya. Dugem adalah hiburan malam yang umumnya tidak dibatasi dengan norma-norma sosial masyarakat penganut budaya timur.


AKTIVITAS PEMBELAJARAN KE-2

Setelah peserta didik mempelajari hakikat bahaya pergaulan bebas, dilanjutkan dengan mempelajari dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan.

 

Bentuk-bentuk dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan yang dipelajari, antara lain sebagai berikut:

Dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan

·       Peserta didik diminta mengmati dan mengkaji materi tentang dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan, seperti bacaan berikut ini atau peserta didik dapat juga memperkaya dengan bacaan-bacaan dari sumber-sumber yang lain.

Resiko terhadap pergaulan bebas

Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan antara lain sebagai berikut:

·       Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya iman si penzina, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu.

·       Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.

·       Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap. 

·       Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya. 

·       Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya. 

·       Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. 

·       Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga.

·       Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya. 

·       Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orangorang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.

·       Apa yang didapatkan para pelaku seks bebas dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diinginkannya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat maka Tuhan akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Tuhan tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.

·       Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, durhaka kepada orang tua, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan dapat mengakibatkan perkelahian, serta melakukan dosa-dosa besar yang lain. Seks bebas biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain, sebelum atau bila berlakunya, dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula. 

·       Seks bebas menghilangkan harga diri pelakunya dan merusak masa depannya, disamping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya.

Untuk remaja Barat

·       Hubungan pra-nikah bahkan gonta-ganti pasangan “free sex” adalah hal yang biasa. Namun di negara Timur terutama Indonesia yang masih menjunjung tinggi norma agama, hal seperti itu adalah aib dan mengganggu ketentraman hidup selanjutnya. Untuk itu, sebelum terlanjur ada baiknya para remaja bisa mengenal bahaya akibat bahaya hubungan pra-nikah.

·       Bahaya seks pra-nikah dan “free sex” mencangkup bahaya bagi perkembangan mental (psikis), fisik dan masa depan remaja itu sendiri. Ada lima bahaya utama terhadap bahaya seks pra-nikah dan seks bebas (free sex) antara lain sebagai berikut: menciptakan kenangan buruk, kehamilan dan akibatnya, pengguguran kandungan dan pembunuhan bayi, penyebaran penyakit, serta keterlanjuran dan timbul rasa kurang hormat.

AKTIVITAS PEMBELAJARAN KE-3

Setelah peserta didik mempelajari dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan, dilanjutkan dengan mempelajari langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas.

 

Bentuk-bentuk langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas yang dipelajari, antara lain sebagai berikut:

Langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas

·       Peserta didik diminta mengmati dan mengkaji materi tentang langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, seperti bacaan berikut ini atau peserta didik dapat juga memperkaya dengan bacaan-bacaan dari sumber-sumber yang lain.

Solusi pencegahan pergaulan bebas

Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Selain daripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut berikut ini.

·       Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”.

·       Menjaga keseimbangan pola hidup.

·       Jujur pada diri sendiri.

·       Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain.

·       Perlunya remaja berpikir untuk masa depan.

·       Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif.

Cara menghindari pergaulan bebas

Menghindari seks bebas tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun terlihat tidak mudah, tapi sebagai pemilik kehormatan diri tentu akan berjuang keras untuk mengindarinya. Untuk menghindari seks bebas, perlu dilakukan pendidikan seks kepada anak-anak di keluarga.

 

Cara menghindari seks bebas adalah berikut ini:

·       Pondasi keimanan yang kuat dan sehat.

·       Memilih teman bergaul

·       Menjaga hubungan baik dengan kedua orang tua. 

·       Hindari menonton film berbau seks.

·       Hindari pembicaraan yang mengarah kepada bumbu-bumbu seksual.

·       Untuk orang yang sudah mampu dan memiliki hasrat sex, segera saja menikah dengan pasangan yang sudah cocok. 

Cara pergaulan yang baik

·       Pergaulan yang baik sebenarnya gampang-gampang susah, yang jelas tergantung dari tingkah laku kita sendiri. Peserta didik harus banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang peserta didik percayai atau keluarga peserta didik sendiri.

·       Cara melakukan pergaulan yang baik antara lain sebagai berikut: adanya kesadaran beragama bagi remaja, memiliki rasa setia kawan, memilih teman, mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu, dan menstabilkan emosi.

 

·       Guru dapat mengembangkan lagi materi-materi tentang bahaya pergaulan bebas yang meliputi: hakikat bahaya pergaulan bebas, dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri, dampak bahaya pergaulan bebas bagi lingkungan, dan langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, sesuai dengan kemampuannya. Memperkaya materi dapat diperoleh dengan sumber-sumber yang lain melalui: modul pembelajaran, media cetak, majalah, atau sumber yang lain.

-          Guru mengamati seluruh peserta didik secara individu maupun kelompok

-          Seluruh materi yang telah dipelajari oleh peserta didik, yaitu: pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan.

-          Peserta didik secara individu dan dan kelompok melakukan diskusi tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas sesuai dengan koreksi oleh guru.

-          Seluruh diskusi tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara individu maupun kelompok.

-          Peserta didik secara individu, berpasangan, dan atau kelompok melakukan diskusi tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru.

·       Guru mengamati seluruh rangkaian pembelajaran tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.



Assessment

1.Apakah yang di maksut pola hidup sehat!

2. Apa yang di maksut pergaulan bebas!

 

 Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)

- Isi Refleksi adalah:

1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),

2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,

3. sebutkan kehadiran siswa

    Jumlah Siswa hadir :

    Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :

4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remedial dan Pengayaan kelas 9

Tugas latihan kelas 7

Soal latihan harian kebugaran jasmani kelas 8