Pengembangan Pola Hidup Sehat, (P3K) kelas 9
Identitas
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampu : PJOK
- Hari/Tanggal : Rabu, 1 April 2026
- Kelas : IX
- Materi : Latihan Tes Kebugaran Jasmani
Tujuan Pembelajaran
• Peserta didik mampu memahami, Mempraktikan dan mengembangkan P3K, macam-macam cidera, macam-macam tindakan P3K, P3K pada kejadian darurat baik pada diri sendiri maupun orang lain melalui pembelajaran inquiry
|
MATERI |
A. PENCEGAHAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
1. Sekilas Tentang P3K
Ciri-ciri manusia sebagai salah satu mahluk
hidup adalah melakukan aktivitas. Dalam melakukan aktivitas sehari-hari sering
kali dihadapkan pada berbagai peristiwa darurat. Kedaruratan ini dapat saja
berupa kecelakaan maupun peristiwa lainnya, misalnya jatuh sakit, pingsan, dan
kejang otot (kram), serta kondisi lainnya.
Selaku bagian dari masyarakat dapat saja
menemui berbagai peristiwa darurat tersebut, sehingga Kalian harus mampu
menghadapinya. Kejadian-kejadian tersebut dapat saja terjadi pada diri sendiri,
teman, keluarga, tetangga, maupun orang lain yang tidak kita kenal sebelumnya,
walupun itu semua tidak dikehendaki. Oleh karenanya, Pertolongan Pertama pada
Kegawatdaruratan (PPPK) dipelajari agar peserta didik siap menghadapi ketika
hal itu terjadi, untuk menolong diri sendiri, teman, keluarga, maupun orang
lain di sekitar peserta didik.
Pertolongan
Pertama Pada Kegawatdaruratan (PPPK) atau dikenal pula PPGD merupakan tindakan
pertolongan dan perawatan pertama kali yang perlu Kalian berikan kepada
penderita/korban dengan cepat dan tepat. Pertolongan ini adalah langkah awal
sebelum Kalian meneruskannya ke paramedik.
Kejadian gawat darurat tidak hanya berupa dan
disebabkan oleh kecelakaan saja. Kejadian ini biasanya berlangsung secara cepat
dan tiba-tiba sehingga sulit diperkirakan kapan, kepada siapa, dan di mana akan
terjadi. Oleh karenanya, langkah terbaik yang perlu Kalian lakukan untuk
situasi ini adalah waspada dan melakukan upaya kongkrit untuk mengantisipasi,
serta bertindak ketika telah terjadi. Perlu Kalian pikirkan satu bentuk
mekanisme bantuan kepada korban dari awal tempat kejadian, selama perjalanan menuju
sarana kesehatan terdekat, bantuan di pusat kesehatan sampai pasca kejadian
cidera. Tercapainya kualitas hidup penderita pada akhir bantuan harus tetap
menjadi tujuan dari seluruh rangkaian pertolongan pertama ini.
Makna lebih dalam yang harus Kalian pahami
mengenai PPPK ini adalah, bahwa Kalian merupakan orang pertama yang akan
menangani penderita (first responder),
sehingga Kalian perlu menguasai lima kemampuan dasar sebagai penolong, yaitu:
· Menguasai cara meminta bantuan pertolongan;
· Menguasai teknik bantuan hidup dasar
(resusitasi jantung paru);
· Menguasai teknik menghentikan perdarahan;
· Menguasai teknik memasang balut-bidai;
· Menguasai teknik evakuasi dan tranportasi;
Seperti seorang montir
sebelum melakukan perbaikan pada mobil yang rusak, langkah pertama yang
dilakukannya adalah memeriksa secara menyeluruh kerusakan yang mungkin terjadi
pada mobil tersebut, demikian juga yang perlu Kalian lakukan untuk melakukan
pertolongan ini. Pemeriksaan
ini betujuan untuk mengetahui sakit atau cidera yang diderita penderita untuk
kemudian dilakukan tindakan yang semestinya, sehingga tidak bertambah parah.
Pemeriksaan yang perlu Kalian lakukan
meliputi seluruh badan dari ujung rambut kepala hingga ujung jari kaki.
Pemeriksaan terhadap penderita paling tidak mengikuti sepuluh tahapan yang
dimulai dari pemeriksaan bagian kepala;
a.
Periksa
kulit kepala, mulai bagian dekat leher hingga bagian atas kepala. Tujuannya
untuk mengetahui ada tidaknya luka, memar, atau gores pada kulit kepala.
b.
Periksa
tengkorak apakah ada bagian yang terdesak ke dalam.
c.
Periksa
telinga dan hidung apakah ada luka dan pendarahan.
d.
Periksa
tulang leher apakah terjadi lepas sendi, patah, atau goresan.
e.
Periksa
bagian dada, apakah terjadi patah tulang rusuk atau luka.
f.
Periksa
perut apakah kejang lunak atau berubah warna.
g.
Periksa
bagian panggul apakah terjadi retakan.
h.
Periksa
seluruh anggota badan apakah ada yang patah.
i.
Periksa
apakah ada kelumpuhan.
j.
Periksa
bagian pantat, apakah ada yang retak atau luka, berhati-hatilah bila menduga
ada kerusakan pada tulang belakang.
B. Mengenalkan Jenis Kegawatdaruratan, Ciri-ciri, Penyebab, dan Tindakannya
|
Jenis
Cidera dan Penyebab |
Tindakan/Gambar |
|
Gangguan
Kesadaran Shock; Merupakan keadaan darurat
karena jumlah darah yang beredar dalam pembuluh kurang. Sebab-sebab
terjadinya Shock adalah pendarahan, luka bakar yang luas, muntah berak, dan
tak tahan terhadap obat tertentu (alergi). |
§ Bila penderita mengeluarkan
darah, harus dihentikan terlebih dahulu; § letakkan penderita di tempat
aman, udara segar; § baringkanlah; § longgarkan pakainnya dan
selimuti; § perhatikan tanda-tanda umum
(pernafasan, nadi); § rawat luka-lukanya; § beri bau-bauan segar; § bawa ke rumah sakit. |
|
Pingsan; Adalah gangguan kerja otak
sedemikian rupa sehingga penderita tak sadar diri. Tanda-tandanya adalah muka
pucat, diam tak bergerak, dan badan lemas. Sebab-sebab terjadinya pingsan ini
adalah tenggelam, pendarahan otak, keracunan, tersengat listrik, dan
sebab-sebab lainnya. |
Pertolongan yang perlu
dilakukan sama dengan pertolongan pada penderita shock. |
|
Kejang
otot (Cramps) Cidera otot ini memiliki
ciri-ciri adanya kekakuan pada otot karena adanya kedutan (kontraksi) dan
tidak segera kembali relaksasi, yang diikuti oleh nyeri yang amat sangat pada
bagian tersebut. Penanganan yang salah atau terlambat dapat mengakibatkan sisa
sakit yang menyita waktu beberapa lama untuk pemulihan. |
§
Regangkan
bagian otot yang mengalami kejang tersebut, hingga penderita tidak lagi
mengalami kedutan (kontraksi) atau benar-benar terjadi relaksasi. Contoh;
jika terjadi kejang pada otot betis, maka dapat diregangkan dengan cara,
mengangkat tungkai, kemudian mendorong ujung telapak kaki ke atas; §
istirahatkan; §
berikan
minuman atau makanan yang mengandung garam mineral. |
|
Keseleo
Tanda-tanda cidera ini adalah
adanya rasa sakit yang diderita oleh korban, terjadi pembengkakan pada bagian
yang cidera, warna kemerahan pada bagian yang bengkak, serta menurunnya
fungsi gerak. Keseleo dapat disebabkan terjadinya benturan, regangan yang melewati
batas, pergeseran sendi, serta salah posisi mendarat, dan sebab-sebab
lainnya. |
§
Istirahatkan,
bagian yang sakit untuk sementara tidak digerakkan lagi; §
dinginkan
dengan es; §
bebat
(untuk menekan) bagian yang cidera; §
tinggikan
bagian yang cidera. |
|
Pendarahan
ke dalam tubuh Kondisi darurat ini disebabkan
rusaknya pembuluh darah yang letaknya didalam tubuh, namun demikian bagian jaringan
kulit yang terluka. Tanda dari kedaruratan ini adalah tidak terlihat nyata
dari luar. Penderita biasanya pucat, denyut nadi lemah, dan keluar keringat
dingin. Pada penderita yang sudah parah keluar buih dari mulut hingga hidung |
§
Rebahkan
dan tenangkan; §
segera
meminta bantuan paramedis, atau segera membawanya ke rumah sakit. |
|
Pendarahan
keluar tubuh Sebagaimana pendarahan ke dalam
tubuh, cidera ini disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah yang letaknya
didalam tubuh. Perbedaanya adalah karena adanya kerusakan pada jaringan kulit
(terluka). Tanda dari kedaruratan ini adalah tidak terlihat nyata dari luar.
Penderita biasanya pucat, denyut nadi lemah, dan keluar keringat dingin.
Ciri-ciri dari cidera ini adalah mengalirnya darah ke permukaan kulit. Jika
terjadi pada arteri, maka darah dapat memancar keluar. Darah yang teroksidasi
akan berubah warna menjadi merah kehitam-hitaman. |
§
Tekanlah
bagian yang mengalami pendarahan untuk menghentikan atau paling tidak
mengurangi aliran darah yang keluar; §
segera
minta bantuan paramedis; dan §
bawa
ke rumah sakit. |
|
Pendarahan
pembuluh kapiler Ciri-ciri dari cidera ini
adalah keluarnya darah sedikit demi sedikit atau merembes. Walaupun kondisi
ini tidak lebih berbahaya dibanding cidera sebelumnyatetapi tetap harus
segera diberikan pertolongan. |
§
Tekan
bagian yang berdarah selama 5- 15 menit, beri pembalut tekan pada tempat
pendarahan. Bila belum berhasil dapat ditambah pembalut lain tanpa membuka
pembalut pertama; §
usahakan
agar tempat pendarahan berada di atas jantung; §
bila
pendarahan agak berat adan tidak dapat dihentikan dengan cara: di atas dapat
dipergunakan torniket. Tempat terbaik torniket/ ikatan: pada kaki,5 jari
dibawah lipat paha dan pada tangan, 5 jari dibawah ketiak; §
bawa
kerumah sakit terdekat. |
|
Hypothermia
(Suhu Rendah) Biasanya terjadi pada keadaan
basah dan berangin, ditandai dengan rasa dingin dan lemah. Di Indonesia hal
ini terjadi terutama di musim penghujan. Karena pada kondisi basah dan
berangin tubuh kehilangan hampir 90% kemampuan insulin (kemampuan untuk menahan
panas tubuh). |
Dari kondisi-kondisi seperti
yang tersebut seperti di dalam table, tindakan apakah yang bisa Kalian
lakukan untuk menolong penderita sesuai dengan penurunan suhu tubuh yang
diderita, mulai dari 35 derajat hingga suhu 27? |
Link materi P3K
https://youtu.be/hWqXOxnFAm8?si=I6s05Dp8VrpxPRT6
Assessment
1. Jelaskan berbagai aktivitas jasmani yang dapat mencegah penyakit degeneratif?
2. Jelaskan prosedur dalam melakukan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan?
Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)
- Isi Refleksi adalah:
1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),
2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,
3. Kehadiran siswa
Jumlah Siswa hadir :
Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :
4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP).
Komentar
Posting Komentar