IDENTITASI
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampuh : PJOK
- Hari/Tanggal : Kamis / 24 September 2026
- Kelas : IX
- Pertemuan : 10
- Materi : Pencak Silat
CAPAIAN PEMBELAJARAN
4.1 Mulai bergerak : Menunjukkan kemampuan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak; menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak; memperagakan dan menjelaskan konsep gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik murid (kondisional).
Tujuan pembelajaran
Menyusun dan memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;
A . Mindful (Berkesadaran)
Guru mengondisikan peserta didik untuk memasuki pembelajaran dengan fokus terhadap tubuh, pikiran, lingkungan, dan keselamatan.
Peserta didik menempatkan diri sesuai formasi dengan tertib dan menyampaikan pengetahuan awal tentang pencak silat.
B . Meanigfull (Bermakna)
Guru menjelaskan nilai-nilai pencak silat seperti disiplin, tanggung jawab, sportivitas, keberanian, dan pengendalian diri.
Peserta didik menyebutkan contoh penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berikan perhatian pribadi dengan membimbing siswa yang kesulitan.
C.Joyful (Menyenangkan)
Setelah latihan teknik, memberikan waktu siswa untukmelakukan refleksi dalam kelompok kecil dengan suasana santai dan penuh semangat.
Berikan penghargaan atau pujian atas usaha dan kemajuan, bukan hanya hasil pengetahuan terkait pencak silat.
Gunakan musik atau teman sebagai penyemangat supaya suasana menjadi lebih ceria.
Alur tujuan pembelajaran
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, tujuan, nilai-nilai, teknik dasar koordinasi gerak, jenis serangan, elakan, dan tangkisan dalam pencak silat dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip gerak dan fungsi koordinasi gerak dasar, serangan, elakan, dan tangkisan dalam berbagai situasi latihan maupun pertandingan pencak silat.
Metode pembelajaran :
Pendekatan pembelajaran Deep Learning : Problem-Based Learning (PBL)
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Bagaimana kabarnya hari ini, jangan siasiakan waktu dalm beribadah ya? sehat semua yaa..
alhamdulillah..
Insyaa allah kalian sudah sholat subuh semua yaa, sebelum belajar baiknya kita berdoa sejenak.. berdoa mulai... aamiin
semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. aamiin
Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran PJOK.
Semoga dalam proses pembelajaran kita diberi kemudahan dalam pemahaman. aamiin.
Anak-anakku, pada pertemuan kali ini,
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua
1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.
Materi PJOK Kelas IX: Pencak Silat
A. Pengertian Pencak Silat
Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang berkembang di kawasan Nusantara dan memiliki unsur bela diri, olahraga, seni, serta pembentukan karakter.
Istilah pencak silat secara umum digunakan untuk menyebut berbagai tradisi bela diri yang berkembang di masyarakat Nusantara. Setiap daerah dapat memiliki ciri khas gerakan, istilah, dan bentuk latihan yang berbeda.
Pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan menghadapi serangan, tetapi juga mengajarkan pengendalian diri, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang lain.
Sejarah dan Asal-Usul Pencak Silat
1. Masa Awal
Pencak silat berkembang dari kebutuhan manusia untuk melindungi diri, kelompok, dan lingkungan.
Pada masa masyarakat tradisional, manusia menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman dari lingkungan maupun konflik antarkelompok. Dari kebutuhan tersebut berkembang berbagai keterampilan gerak untuk bertahan dan melindungi diri.
Gerakan bela diri kemudian berkembang dan dipengaruhi oleh:
kondisi lingkungan;
kebiasaan masyarakat;
budaya setempat;
tradisi;
penggunaan senjata tradisional;
pengalaman masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi.
Karena berkembang di berbagai wilayah, pencak silat memiliki banyak variasi dan ciri khas.
Perkembangan Pencak Silat di Nusantara
Pencak silat berkembang di berbagai wilayah Indonesia dengan nama, gaya, dan karakter gerakan yang beragam.
Beberapa daerah yang memiliki tradisi bela diri yang kuat antara lain:
Sumatra Barat, dengan tradisi silek;
Jawa Barat, dengan tradisi maen pukulan dan berbagai aliran pencak silat;
Jawa, dengan berbagai aliran dan perguruan pencak silat;
Betawi/Jakarta, dengan tradisi maen pukulan;
berbagai daerah lain di Nusantara yang memiliki tradisi bela diri masing-masing.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pencak silat merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Gerakannya dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya, tetapi pada dasarnya terdapat unsur yang sama, seperti kemampuan menjaga keseimbangan, melakukan perpindahan, menyerang, menghindar, dan bertahan.
Pencak Silat sebagai Warisan Budaya
Pencak silat tidak hanya berkembang sebagai bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Dalam perkembangannya, pencak silat digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti:
latihan bela diri;
pertunjukan seni;
kegiatan tradisional;
pendidikan;
olahraga;
pertandingan.
Nilai budaya yang terkandung dalam pencak silat antara lain:
disiplin → tanggung jawab → keberanian → pengendalian diri → penghormatan → sportivitas.
Oleh karena itu, mempelajari pencak silat berarti juga mempelajari salah satu bagian dari budaya bangsa Indonesia.
Perkembangan Organisasi Pencak Silat
Perkembangan pencak silat memasuki tahap yang lebih terorganisasi pada abad ke-20.
Salah satu tonggak penting adalah berdirinya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tahun 1948.
Pembentukan IPSI menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengembangkan, membina, dan mengoordinasikan pencak silat di Indonesia.
Selanjutnya, pencak silat berkembang bukan hanya sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang memiliki sistem pertandingan dan pembinaan atlet.
B. Pengertian Pencak Silat
Pencak silat adalah seni bela diri tradisional yang berkembang di kawasan Nusantara. Pencak silat mengandung unsur bela diri, olahraga, seni, dan pembentukan karakter.
Dalam pencak silat, peserta didik tidak hanya belajar bagaimana melakukan serangan dan pertahanan, tetapi juga belajar mengendalikan diri, disiplin, menghormati orang lain, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Pencak silat memiliki berbagai aliran dan perguruan dengan karakteristik gerakan yang dapat berbeda-beda. Namun, secara umum terdapat unsur gerak seperti sikap, kuda-kuda, pola langkah, serangan, elakan, tangkisan, dan koordinasi gerak.
C. Tujuan Pencak Silat
Pembelajaran pencak silat memiliki beberapa tujuan, antara lain:
1. Tujuan bela diri
Pencak silat dapat digunakan sebagai keterampilan untuk melindungi diri dari ancaman dengan tetap memperhatikan keselamatan dan pengendalian diri.
2. Tujuan olahraga
Latihan pencak silat dapat meningkatkan:
kekuatan;
kecepatan;
kelincahan;
kelentukan;
keseimbangan;
koordinasi;
daya tahan.
3. Tujuan seni
Gerakan pencak silat dapat dilakukan dengan unsur keindahan, ketepatan, irama, dan keserasian gerak.
4. Tujuan pendidikan
Pencak silat membantu membentuk karakter peserta didik, seperti disiplin, tanggung jawab, percaya diri, keberanian, kerja sama, dan kemampuan mengendalikan diri.
D. Nilai-Nilai dalam Pencak Silat
Pencak silat bukan sekadar aktivitas fisik. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
| Nilai | Contoh penerapan |
|---|---|
| Disiplin | Mengikuti aturan latihan dan tata tertib |
| Tanggung jawab | Menjaga keselamatan diri dan pasangan |
| Percaya diri | Berani melakukan gerakan dengan benar |
| Sportivitas | Menerima hasil latihan atau pertandingan |
| Menghormati orang lain | Menghargai guru, pelatih, lawan, dan teman |
| Pengendalian diri | Tidak menggunakan kemampuan bela diri secara sembarangan |
| Kerja sama | Melakukan latihan berpasangan dengan baik |
| Keberanian | Berani menghadapi tantangan secara terkendali |
Prinsip penting: kemampuan bela diri harus digunakan secara bertanggung jawab, bukan untuk menyakiti atau mencari konflik.
E. Prinsip Dasar Gerak Pencak Silat
Gerakan pencak silat membutuhkan perpaduan antara sikap tubuh, keseimbangan, perpindahan posisi, arah gerak, kecepatan, kekuatan, dan koordinasi.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan adalah:
1. Keseimbangan
Tubuh harus berada pada posisi yang stabil ketika melakukan gerakan.
Keseimbangan diperlukan ketika:
melakukan kuda-kuda;
melakukan serangan;
melakukan elakan;
melakukan tangkisan;
berpindah arah.
2. Koordinasi
Koordinasi merupakan kemampuan menggabungkan beberapa gerakan tubuh agar dilakukan secara tepat dan efektif.
Contoh:
Gerakan kaki berpindah posisi → tubuh memutar → tangan melakukan teknik serangan.
Gerakan tersebut harus dilakukan secara berurutan, tepat, dan terkontrol.
3. Keluwesan
Gerakan dilakukan tidak kaku sehingga tubuh dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya dengan baik.
4. Ketepatan
Gerakan harus diarahkan sesuai tujuan dan dilakukan pada waktu yang tepat.
5. Kecepatan
Kecepatan diperlukan terutama ketika melakukan perpindahan posisi, serangan, elakan, atau tangkisan.
6. Pengendalian gerak
Setiap gerakan harus dapat dikendalikan agar latihan berlangsung aman dan tidak mencederai pasangan.
F. Teknik Dasar Koordinasi Gerak
Koordinasi gerak dalam pencak silat merupakan kemampuan menggabungkan beberapa komponen gerak menjadi satu rangkaian gerakan yang efektif.
Contoh rangkaian:
Sikap pasang → melangkah → melakukan serangan → kembali ke sikap pasang.
Rangkaian lainnya:
Sikap pasang → lawan melakukan serangan → melakukan elakan → kembali ke posisi siap.
Komponen koordinasi gerak
Koordinasi mata dan tangan
Mata mengamati arah gerak.
Tangan melakukan gerakan sesuai situasi.
Koordinasi kaki dan tangan
Kaki melakukan perpindahan atau tumpuan.
Tangan melakukan teknik serangan atau pertahanan.
Koordinasi tubuh secara keseluruhan
Kaki, tangan, badan, kepala, dan pandangan bekerja secara terpadu.
Fungsi koordinasi
Koordinasi diperlukan agar:
gerakan menjadi lebih efektif;
keseimbangan tetap terjaga;
perpindahan gerak lebih lancar;
respons terhadap situasi menjadi lebih baik;
gerakan dapat dilakukan secara terkontrol.
G. Jenis-Jenis Serangan
Serangan dalam pencak silat merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengenai sasaran sesuai aturan dalam latihan atau pertandingan.
Secara umum, serangan dapat dilakukan menggunakan tangan dan kaki.
1. Serangan menggunakan tangan
Contohnya:
pukulan lurus;
pukulan bandul;
pukulan samping;
pukulan melingkar.
Dalam pembelajaran PJOK, teknik tersebut dilakukan dengan sasaran latihan yang aman dan mengikuti instruksi guru.
Prinsip melakukan serangan tangan
sikap awal seimbang;
pandangan terarah;
gerakan dilakukan dengan koordinasi tubuh;
tenaga dikendalikan;
segera kembali ke posisi siap.
2. Serangan menggunakan kaki
Contohnya:
tendangan lurus;
tendangan samping;
tendangan belakang;
tendangan berbentuk sabit.
Prinsip melakukan tendangan
Memiliki keseimbangan yang baik.
Kaki tumpuan kuat.
Gerakan dilakukan sesuai teknik.
Sasaran dan arah gerakan dikontrol.
Setelah melakukan tendangan, kembali ke posisi yang stabil.
H. Elakan
Elakan adalah teknik menghindari serangan lawan dengan cara memindahkan atau mengubah posisi tubuh sehingga serangan tidak mengenai sasaran.
Elakan membutuhkan:
kecepatan reaksi;
kelincahan;
keseimbangan;
koordinasi;
kemampuan membaca arah gerakan.
Bentuk elakan
1. Elakan ke samping
Tubuh dipindahkan ke arah samping untuk menghindari serangan.
2. Elakan ke belakang
Tubuh bergerak menjauh ke arah belakang dengan tetap menjaga keseimbangan.
3. Elakan bawah
Tubuh merendahkan posisi untuk menghindari serangan yang datang pada bagian atas tubuh.
4. Elakan atas
Tubuh mengubah posisi untuk menghindari serangan yang diarahkan pada bagian tertentu.
Catatan: teknik elakan harus dilakukan sesuai kemampuan peserta didik dan di bawah pengawasan guru agar aman.
I. Tangkisan
Tangkisan adalah gerakan pertahanan untuk menahan, mengalihkan, atau membendung serangan lawan menggunakan bagian tubuh yang sesuai dengan teknik.
Tangkisan berbeda dengan elakan.
| Elakan | Tangkisan |
|---|---|
| Menghindari serangan | Menghadapi atau mengalihkan serangan |
| Dilakukan dengan perubahan posisi tubuh | Dilakukan dengan gerakan bagian tubuh untuk membendung/mengalihkan |
| Menekankan kemampuan menghindar | Menekankan kemampuan bertahan |
Beberapa jenis tangkisan
1. Tangkisan dalam
Gerakan tangan dari arah luar menuju ke dalam untuk menghalau serangan.
2. Tangkisan luar
Gerakan tangan dari arah dalam menuju ke luar.
3. Tangkisan atas
Digunakan untuk menghadapi serangan yang datang dari arah atas atau menuju bagian atas tubuh.
4. Tangkisan bawah
Dilakukan untuk menghadapi serangan yang mengarah ke bagian bawah tubuh.
J. Fungsi Serangan, Elakan, dan Tangkisan
Ketiga teknik tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan.
| Teknik | Fungsi utama |
|---|---|
| Serangan | Melakukan gerakan menyerang sesuai aturan |
| Elakan | Menghindari serangan dengan perubahan posisi |
| Tangkisan | Menahan atau mengalihkan serangan |
| Koordinasi gerak | Menggabungkan berbagai gerakan agar efektif dan terkontrol |
Dalam situasi latihan, misalnya:
Pasangan A melakukan serangan → Pasangan B melakukan elakan → kembali ke sikap pasang.
Atau:
Pasangan A melakukan serangan → Pasangan B melakukan tangkisan → kembali ke sikap pasang.
Latihan dilakukan secara terkontrol, bukan dengan kekuatan penuh.
K. Contoh Penerapan dalam Situasi Latihan
Situasi 1: Latihan koordinasi
Peserta didik melakukan:
Sikap pasang → langkah ke depan → pukulan lurus → kembali ke sikap pasang.
Tujuan latihan:
melatih koordinasi tangan dan kaki;
melatih keseimbangan;
melatih ketepatan gerak.
Situasi 2: Latihan elakan
Peserta didik A memberikan simulasi serangan secara perlahan.
Peserta didik B melakukan:
sikap pasang → elakan ke samping → kembali ke sikap pasang.
Tujuan:
melatih reaksi;
melatih kelincahan;
melatih keseimbangan.
Situasi 3: Latihan tangkisan
Peserta didik A memberikan simulasi serangan yang terkontrol.
Peserta didik B melakukan:
sikap pasang → tangkisan → kembali ke sikap pasang.
Tujuan:
mengenali arah serangan;
melatih koordinasi;
melatih teknik pertahanan.
L. Keselamatan dalam Pembelajaran Pencak Silat
Keselamatan merupakan bagian penting dalam pembelajaran.
Peserta didik harus:
Melakukan pemanasan sebelum latihan.
Menggunakan pakaian olahraga yang sesuai.
Memastikan tempat latihan aman dan tidak licin.
Mengikuti instruksi guru.
Tidak melakukan gerakan dengan kekuatan berlebihan.
Tidak menyerang bagian tubuh yang dilarang.
Menghormati pasangan latihan.
Menghentikan gerakan apabila pasangan merasa sakit atau tidak nyaman.
Melakukan pendinginan setelah latihan.
Menggunakan alat pelindung apabila diperlukan.
Soal Uraian
Jelaskan pengertian pencak silat dengan bahasamu sendiri!
Sebutkan empat nilai positif yang dapat dikembangkan melalui pencak silat!
Apa yang dimaksud dengan koordinasi gerak?
Jelaskan perbedaan antara elakan dan tangkisan!
Jelaskan fungsi koordinasi gerak dalam melakukan serangan!
Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang memiliki unsur bela diri, olahraga, seni, dan pendidikan karakter.
Dalam pembelajaran pencak silat, peserta didik perlu memahami bahwa:
Koordinasi gerak berfungsi menggabungkan berbagai gerakan tubuh secara tepat dan terkontrol.
Serangan merupakan gerakan yang dilakukan sesuai teknik dan aturan.
Elakan merupakan usaha menghindari serangan dengan mengubah posisi tubuh.
Tangkisan merupakan usaha menahan atau mengalihkan serangan.
Semua gerakan membutuhkan keseimbangan, koordinasi, ketepatan, kecepatan, dan pengendalian diri.
Pencak silat juga mengembangkan nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, dan penghormatan terhadap orang lain.
Komen siswa :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar