Bahyaa Pergaulan Bebas, kelas 8

 Identitas

- Nama Guru               : Andi Prayogo, S.Pd

- Mapel Diampu          : PJOK

- Hari/Tanggal            : Selasa 21 April 2026

- Kelas                         : VIII

- Materi                       : PENGEMBANGAN POLA HIDUP SEHAT (Bahyaa Pergaulan Bebas) 

 

 Tujuan Pembelajaran

• Peserta didik mampu memahami, menganalisis dan mempraktikan  hakikat bahaya pergaulan bebas, dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri, dampak bahaya pergaulan bebas bagi lingkungan, dan langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik.

MATERI

AKTIVITAS PEMBELAJARAN KE-2

Setelah peserta didik mempelajari hakikat bahaya pergaulan bebas, dilanjutkan dengan mempelajari dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan. 

Bentuk-bentuk dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan yang dipelajari, antara lain sebagai berikut:

Dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan

·       Peserta didik diminta mengmati dan mengkaji materi tentang dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan, seperti bacaan berikut ini atau peserta didik dapat juga memperkaya dengan bacaan-bacaan dari sumber-sumber yang lain.

Resiko terhadap pergaulan bebas

Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan antara lain sebagai berikut:

·       Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya iman si penzina, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu.

·       Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.

·       Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap. 

·       Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya. 

·       Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya. 

·       Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. 

·       Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga.

·       Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya. 

·       Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orangorang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.

·       Apa yang didapatkan para pelaku seks bebas dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diinginkannya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat maka Tuhan akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Tuhan tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.

·       Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, durhaka kepada orang tua, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan dapat mengakibatkan perkelahian, serta melakukan dosa-dosa besar yang lain. Seks bebas biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain, sebelum atau bila berlakunya, dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula. 

·       Seks bebas menghilangkan harga diri pelakunya dan merusak masa depannya, disamping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya.

Untuk remaja Barat

·       Hubungan pra-nikah bahkan gonta-ganti pasangan “free sex” adalah hal yang biasa. Namun di negara Timur terutama Indonesia yang masih menjunjung tinggi norma agama, hal seperti itu adalah aib dan mengganggu ketentraman hidup selanjutnya. Untuk itu, sebelum terlanjur ada baiknya para remaja bisa mengenal bahaya akibat bahaya hubungan pra-nikah.

·       Bahaya seks pra-nikah dan “free sex” mencangkup bahaya bagi perkembangan mental (psikis), fisik dan masa depan remaja itu sendiri. Ada lima bahaya utama terhadap bahaya seks pra-nikah dan seks bebas (free sex) antara lain sebagai berikut: menciptakan kenangan buruk, kehamilan dan akibatnya, pengguguran kandungan dan pembunuhan bayi, penyebaran penyakit, serta keterlanjuran dan timbul rasa kurang hormat.

AKTIVITAS PEMBELAJARAN KE-3

Setelah peserta didik mempelajari dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan bagi lingkungan, dilanjutkan dengan mempelajari langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas.

 

Bentuk-bentuk langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas yang dipelajari, antara lain sebagai berikut:

Langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas

·       Peserta didik diminta mengmati dan mengkaji materi tentang langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, seperti bacaan berikut ini atau peserta didik dapat juga memperkaya dengan bacaan-bacaan dari sumber-sumber yang lain.

Solusi pencegahan pergaulan bebas

Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Selain daripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut berikut ini.

·       Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”.

·       Menjaga keseimbangan pola hidup.

·       Jujur pada diri sendiri.

·       Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain.

·       Perlunya remaja berpikir untuk masa depan.

·       Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif.

Cara menghindari pergaulan bebas

Menghindari seks bebas tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun terlihat tidak mudah, tapi sebagai pemilik kehormatan diri tentu akan berjuang keras untuk mengindarinya. Untuk menghindari seks bebas, perlu dilakukan pendidikan seks kepada anak-anak di keluarga.

 

Cara menghindari seks bebas adalah berikut ini:

·       Pondasi keimanan yang kuat dan sehat.

·       Memilih teman bergaul

·       Menjaga hubungan baik dengan kedua orang tua. 

·       Hindari menonton film berbau seks.

·       Hindari pembicaraan yang mengarah kepada bumbu-bumbu seksual.

·       Untuk orang yang sudah mampu dan memiliki hasrat sex, segera saja menikah dengan pasangan yang sudah cocok. 

Cara pergaulan yang baik

·       Pergaulan yang baik sebenarnya gampang-gampang susah, yang jelas tergantung dari tingkah laku kita sendiri. Peserta didik harus banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang peserta didik percayai atau keluarga peserta didik sendiri.

·       Cara melakukan pergaulan yang baik antara lain sebagai berikut: adanya kesadaran beragama bagi remaja, memiliki rasa setia kawan, memilih teman, mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu, dan menstabilkan emosi.

 

·       Guru dapat mengembangkan lagi materi-materi tentang bahaya pergaulan bebas yang meliputi: hakikat bahaya pergaulan bebas, dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri, dampak bahaya pergaulan bebas bagi lingkungan, dan langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, sesuai dengan kemampuannya. Memperkaya materi dapat diperoleh dengan sumber-sumber yang lain melalui: modul pembelajaran, media cetak, majalah, atau sumber yang lain.

-          Guru mengamati seluruh peserta didik secara individu maupun kelompok

-          Seluruh materi yang telah dipelajari oleh peserta didik, yaitu: pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan.

-          Peserta didik secara individu dan dan kelompok melakukan diskusi tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas sesuai dengan koreksi oleh guru.

-          Seluruh diskusi tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara individu maupun kelompok.

-          Peserta didik secara individu, berpasangan, dan atau kelompok melakukan diskusi tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas, sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru.

·       Guru mengamati seluruh rangkaian pembelajaran tentang pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.



Assessment

Soal Pilihan Ganda

  1. Pergaulan bebas adalah bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas norma agama dan sosial. Berikut ini yang bukan merupakan contoh pergaulan bebas adalah...
    A. Seks bebas.
    B. Penyalahgunaan narkoba.
    C. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler,
    D. Minuman keras.

  2. Salah satu penyebab paling mendasar dari pergaulan bebas adalah...
    A. Tingginya tingkat pendidikan
    B. Lemahnya iman dan wawasan agama,
    C. Pengawasan orang tua yang ketat
    D. Lingkungan rumah yang harmonis

  3. Dampak fisik yang paling berbahaya dari pergaulan bebas adalah...
    A. Prestasi akademik menurun
    B. Hubungan dengan keluarga renggang.
    C. Terkena penyakit menular seksual (PMS) dan ketergantungan obat,
    D. Dikucilkan Masyarakat.

  4. Cara yang tepat untuk menghindari pergaulan bebas adalah...
    A. Mengikuti tren tanpa seleksi.
    B. Memilih teman sebaya yang membawa pengaruh positif,
    C. Menutup diri dari pergaulan.
    D. Mencoba hal-hal baru yang menantang.

5. Mengapa penyalahgunaan internet dapat memicu pergaulan bebas?
A. Internet mempermudah akses informasi positif.
B. Internet dapat mengakses konten pornografi dan kekerasanb,
C. Internet membuat remaja pintar.
D. Internet mendekatkan teman jauh.

Soal esay

1. Sebutkan 3 dampak negatif dari pergaulan bebas bagi remaja

2. Jelaskan peran orang tua dalam mencegah pergaulan bebas pada remaja!

3.Apa yang dimaksud dengan "berani berkata tidak" dalam konteks menghindari pergaulan bebas?

4.Apakah yang di maksut pola hidup sehat!

5. Apa yang di maksut pergaulan bebas!

 

 Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)

- Isi Refleksi adalah:

1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),

2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,

3. sebutkan kehadiran siswa

    Jumlah Siswa hadir :

    Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :

4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remedial dan Pengayaan kelas 9

Tugas latihan kelas 7

Soal latihan harian kebugaran jasmani kelas 8