Latihan Tes Kebugaran Jasmani, kelas 8
Identitas
- Nama Guru : Andi Prayogo, S.Pd
- Mapel Diampu : PJOK
- Hari/Tanggal : selasa, 31 maret 2026
- Kelas : VIII
- Materi : Latihan Tes Kebugaran Jasmani
Tujuan Pembelajaran
• Peserta didik mampu memahami, Mempraktikan dan mengembangkan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta pengukuran hasilnya, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik.
MATERI
|
AKTIVITAS PEMBELAJARAN |
|
Tes
lari cepat 50 meter |
|
·
Tujuan :
Mengukur kecepatan lari seseorang. ·
Alat/fasilitas :
Lintasan lari, peluit, stopwatch, bendera start dan tiang pancang. ·
Pelaksanaan : -
Peserta didik berdiri di belakang garis start
dengan sikap berdiri. -
Apabila ada aba-aba “ya” peserta didik lari ke
depan secepat mungkin menempuh jarak 50 meter. -
ada saat peserta didik menyentuh/melewati garis
finish stopwatch dihentikan. ·
Cara memberi skor: -
Skor hasil tes yaitu: waktu yang dicapai oleh
pelari untuk menempuh jarak 50 meter. Waktu dicatat sampai persepuluh detik. |
|
Tes angkat tubuh (30 detik untuk puteri dan 60
detik untuk putera) |
|
·
Tujuan :
Mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu. ·
Alat/fasilitas :
Lantai, palang tunggal, stopwatch dan formulir pencatat hasil. ·
Pelaksanaan : -
Peserta didik bergantung pada palang tunggal,
sehingga kepala, badan dan tungkai lurus. -
Kedua lengan dibuka selebar bahu dan keduanya
lurus. -
Kemudian peserta didik mengangkat tubuhnya dengan
membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh atau melewati palang
tunggal, lalu kembali ke sikap semula. -
Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang,
tanpa istirahat selama (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera). ·
Cara memberi skor : -
Skor
hasil tes yaitu jumlah angkatan tubuh yang dilakukan dengan benar selama (30
detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera). Setiap gerakan angkat tubuh
yang tidak benar diberi nilai 0 (nol). |
|
Tes
baring duduk 60 detik |
|
·
Tujuan :
Mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut. ·
Alat/fasilitas :
Lantai, palang tunggal, stopwatch dan formulir pencatat hasil. ·
Pelaksanaan : -
Peserta didik berbaring di atas lantai/rumput,
kedua lutut ditekuk kurang lebih 90 derajat -
Kedua tangan dilipat dan diletakkan di belakang
kepala dengan jari tangan saling berkaitan dan kedua lengan menyentuh lantai. -
Salah seorang teman membantu memegang dan menekan
kedua pergelangan kaki, agar kaki tidak terangkat. -
Apabila ada aba-aba “ya”, peserta didik bergerak
mengambil sikap duduk, sehingga kedua sikunya menyentuh paha, kemudian
kembali ke sikap semula. -
Lakukan gerakan itu berulang-ulang dengan cepat
tanpa istirahat dalam waktu 60 detik. ·
Cara memberi skor : -
Skor hasil tes yaitu jumlah baring duduk yang
dilakukan dengan benar selama 60 detik. Setiap gerakan angkat tubuh yang
tidak benar diberi nilai 0 (nol) |
|
Tes
loncat tegak |
|
·
Tujuan : Mengukur daya ledak (tenaga eksplosif)
otot tungkai. ·
Alat/fasilitas : Dinding, papan berwarna gelap
berukuran (30 x 150 cm) berskala satuan ukuran sentimeter yang digantung pada
dinding dengan ketinggian jarak antara lantai dengan nol pada papan skala
ukuran 150 cm, serbuk kapur dan alat penghapus, dan formulir pencatat hasil. ·
Pelaksanaan : -
Peserta didik berdiri tegak dekat dinding, kedua
kaki berada dekat papan dinding di samping tangan kiri atau kanannya -
Kemudian tangan yang berada dekat dinding diangkat
lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan berskala, sehingga
meninggalkan bekas raihan jarinya. -
Kedua tangan lurus berada di samping badan kemudian
peserta didik mengambil sikap awalan dengan membengkokkan kedua lutut dan
kedua tangan diayun ke belakang. -
Seterusnya peserta didik meloncat setinggi mungkin
sambil menepuk papan berskala dengan tangan yang terdekat dengan dinding,
sehingga meninggalkan bekas raihan pada papan berskala. Tanda ini menampilkan
tinggi raihan loncatan peserta didik tersebut. ·
Cara memberi skor : -
Ambil tinggi raihan yang tertinggi dari ketiga kali
loncatan, sebagai hasil tes loncat tegak. Hasil loncat tegak diperoleh dengan
cara hasil raihan tertinggi dari salah satu loncatan tersebut dikurangi
tinggi raihan tanpa loncatan. Contoh : Rasyad tinggi raihan tanpa loncatan
165 cm, sedangkan tinggi raihan loncatannya mencapai 220 cm, maka skor
tegaknya yaitu 220 cm – 165 cm = 55 cm. |
|
Tes
lari jauh (800 meter untuk puteri dan 1.000 meter untuk putera) |
|
·
Tujuan :
Mengukur daya tahan (cardio repiratory
endurance) ·
Alat/fasilitas :
Lapangan, bendera start, peluit,
stopwatch, nomor dada, tanda/ garis start dan finish, dan formulir pencatat hasil. ·
Pelaksanaan : -
Peserta didik berdiri di belakang garis start. Pada
aba-aba “siap” peserta didik mengambil sikap start berdiri untuk siap
berlari. -
Pada aba-aba “ya” peserta didik berlari menuju
garis finish, dengan menempuh jarak (800 meter untuk puteri dan 1.000 meter
untuk putera). -
Bila ada peserta didik yang mencuri start, maka
peserta didik tersebut dapat mengulangi tes tersebut. ·
Cara memberi skor : -
Hasil yang dicatat sebagai skor lari 800 meter
(puteri) dan 1.000 meter (putera) adalah waktu yang dicapai dalam menempuh
jarak tersebut. Hasil dicatat sampai sepersepuluh detik. |
Assessment
1.Dalam Kebugaran jasmani, untuk melatih otot perut kita melakukan Latihan…..,
2. Gerakan Untuk menjaga keseimbangan ,melakukan kegiatan Latihan kebugaran jasmani ……., dan Jelaskan!
Refleksi (Diisi setelah selesai pembelajaran)
- Isi Refleksi adalah:
1. Kesimpulan jalannya KBM (pembahasan soal di assessmen),
2. Respon siswa terhadap kegiatan yang dilaksankan misalnya: siswa berpartisipasi aktif dalam game atau diskusi,
3. Kehadiran siswa
Jumlah Siswa hadir :
Jumlah Siswa yng Tidak Hadir :
4. capaian siswa (sampaikan apabila ada materi yang harus diulang atau ada siswa yang post test nya dibawah KKTP).
Komentar
Posting Komentar